kesalahan

8.2K 975 45
                                        



"pelan-pelan makanmu, kook"

Jungkook memanyunkan bibir peachnya, merengut mendengar perkataan mingyu. Ia sangat menyukai kripik kentang yang dibawakan mingyu sekarang.

Mingyu hanya menggeleng dan mengelus pelan rambut halus jungkook. Sampai suara jeritan sakit terdengar di telinga besar mingyu.

"aw"

Wajah panik mingyu terlihat saat ia melihat bibir jungkook yang berdarah didepanya. Jungkook meringis kesakitan. Kripik kentang yang memiliki ujung yang tipis dan tajam itu melukai bibir lembut jungkook hingga mengeluarkan sedikit darah.

"astaga kook, aku sudah bilang pelan-pelanlah. Habiskan dulu yang ada didalam mulutmu"

Jungkook merengek sakit, merasa bersalah juga dihadapan mingyu. Mereka sedang duduk disofa dan baru saja mengerjakan beberapa soal matematika dilaptop yang kini terabaikan diatas meja ruang tamu.

"biar kulihat" mingyu menghadapkan wajah cantik jungkook agar menghadapnya. Memencet bibir plum itu, mengakibatkan darahnya semakin banyak keluar.

Tanpa pikir panjang lagi, mingyu mendekatkan wajah mereka mengemut bibir plum jungkook yang terluka. Menyedot darah yang keluar dengan lembut, setelah itu mengelus lukanya agar segera tertutup. Melihat perlakuan itu, tubuh jungkook menegang otomatis. Mereka memang sering melakukan hal itu saat kecil dulu, tapi untuk saat ini rasanya sedikit aneh.

"sudah, darahnya sudah kubersihkan"



Jungkook mengangguk ragu. Dadanya bergemuruh sekarang, entah mengapa perasaanya mendadak tidak nyaman. Tapi alih-alih ia memikirkan mengapa perasaanya tak nyaman, tubuhnya terlonjak kaget saat melihat tubuh mingyu yang kini sudah melayang dan jatuh dengan sebuah suara pukulan mengenai wajahnya.

"sialan kalian! Beraninnya berbuat mesum disini! Bangsat!"

Jungkook membulatkan matanya kaget. Bibirnya terbuka lebar melihat pemandangan taehyung yang kini menindih tubuh besar mingyu dan memukuli wajah itu brutal.

"apa yang kau lakukan? Dasar orang asing! Aku tidak akan membiarkan kalian berbuat mesum lagi disini, bangsat!"

"akh-tunggu! Hei!"

Mingyu membalik posisi tubuhnya saat taehyung lengah, berganti menindih pria itu dan mencengkram kerah kemeja pria tan tersebut. Baru saja tiga pukulan keras mingyu bersarang diwajah tampan taehyung, jungkook berlari cepat menahan lengan besar mingyu yang akan memukul wajah itu kembali.

"mingyu, hentikan! Hentikan semuanya!"

Mingyu berdiri. Nafasnya menggebu menatap taehyung yang kini terkapar dengan wajah meringis kesakitan. Jungkook membantu taehyung untuk berdiri dan menopangnya di tubuh kecilnya. Kedua lelaki bertubuh bongsor itu bertatapan sengit, taehyung yang tersadar bahwa jungkook yang menumpu tubuhnya untuk berdiri, langsung menghempaskan cepat. Membuat tubuh lelaki kecil itu terhuyung kearah mingyu yang sigap menahannya.

"heh, sialan kalian berdua. Dan kau jungkook, kau memang jalang kecil" taehyung terkekeh seram setelah mengatakan hal itu. Meringis kesakitan akibat pukulan balik tak main-main dari lawanya. Berdiri tidak seimbang dan menatap pada dua siluet manusia brengsek dimatanya itu.

Jungkook maju dengan cepat, merengkuh lengan besar taehyung dan mencoba untuk tidak menangis. Ia ingin menjelaskan semuanga agar taehyung tak salah paham.

"t-tuan, kami tidak melakukan apapun! Kami tidak berbuat mesum!"

"apa mataku buta? Apa aku menderita sakit mata, jungkook?! Pria sialan itu menciumu dan kau diam saja!"

I wish•tk-endCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang