Aku dateng lagi hehehehe.... moga gak pada bosen sama aku... lagi rajin nih jadi harap maklum ajah yah...
^_~ ♡♥♡
Seiring berjalanya waktu, hubungan ku dengan Indra semakin dekat walaupun belum seperti layaknya suami istri. Setelah membahas masalah resepsi pernikahan dengan orang tua ku dan mertua ku juga akhirnya kita mendapatkan hari dan tanggal yang sudah disepakati oleh semua pihak terutama aku dan Indra. Berbeda dengan acara pernikahan, hampir di semua rencana kita terlibat bahkan kali ini hampir semua dekorasi, pakaian, tenda, makanan, dan masih banyak lagi kita berdua yang memilihnya.
Antusiasme untuk berjalanya acara ini dengan lancar dan meriah sangat menjadi impian kita berdua juga. Bukan hanya karena mempersiapkan acara resepsi pernikahan yang membuat kita semakin dekat, yang paling penting adalah pemikiran kita berdua yang sama yaitu ingin memperbaiki sebuat janji sehidup semati kita yang awalnya kita sempat menyepelekanya. Acara kali ini bukan hanya sebuah resepsi menurut kita namun sebuah pernikahan ulang untuk kita, mungkin kedengaranya lucu tapi ini yang terjadi. Seperti banyak orang bilang setiap hubungan suami istri karena perjodohan mereka akan mengalami masa - masa pacaran setelah pernikahan dan aku sendiri mengalaminya.
Semenjak pengakuanya malam itu, Indra selalu memperlakukan aku sebaik dan selembut mungkin. Indra memang bukan tipe orang yang romantis yang selalu memberikan kejutan - kejutan setiap saat namun dia bukan juga orang yang cuek, kalau gak lagi sibuk sih sebenarnya. Dengan caranya sendiri dia menunjukan perasaan sayangnya pada ku, awalnya aku tidak bisa mengerti maksud dia melakukan hal - hal yang tidak biasa dia lakukan lama ke lamaan aku mulai mengerti dan itu sangat tersanjung diperlakukan seperti itu.
Bukan menunjukan didepan umum dengan fulgarnya ke intiman seorang suami istri, justru terbalik dia lebih sering bersikap cuek dan gak peduli didepan umum kecuali saat pertama - tama dia mengaku pada ku kalau dia mencintai ku saat itu dia selalu membuat ku malu didepan orang banyak tapi aku gak keberatan. Mengenalnya lebih dalam membuat ku menemukan banyak hal yang belum aku ketahui, dia sangat membuka diri apapun yang aku tanyakan dia selalu bersedia menjawabnya. Kadang aku merasa bersalah karena setiap kali dia mencoba menanyakan masa lalu ku, aku selalu menghindar dan semenjak saat itu dia lebih baik menahan rasa ingin tahunya dari pada melihat ku tidak nyaman disampingnya. Namun masa yang sangat ingin aku lupakan yaitu masa lalu, masa dimana aku harus merasakan manis komplit dengan pahitnya cinta.
==#==
Persiapan resepsi pernikahan yang sangat menyita banyak waktu ditengah pekerjaan yang bertepatan sedang banyak - banyaknya. Sebisa mungkin kita meluangkan dan membagi waktu kita yang sedang sangat padat, untuk menyiapkan acara ini. Walaupun sepertinya sangat berat dan capek dibayangkan tapi kita menjalaninya dengan sangat bersemangat justru kesibukan bekerja kita kadang membuat kita gak sabar sendiri inginya selalu ada dilapangan dan mengetahui semua berjalan seperti yang sudah kita rencanakan.
Seperti yang sudah dijadwalkan hari ini adalah waktunnya untuk ke butik untuk mencoba baju pengantin tempat yang sama dengan baju yang waktu aku pakai diacara akat nikah sebelumnya hanya bedanya sekarang kita datang berdua dan dengan penuh kebahagiaan layaknya sepasang kekasih yang mau mencoba baju untuk pernikahanya. Diacara sebelumnya kita tidak pernah datang berdua entah disengaja atau tidak yang terjadi memang aku gak pernah ketemu Indra dibutik. Butik ini adalah rekomendasi dari Mama karena yang punya butik adalah temannya, Ibu juga mengenalnya namun lebih kenal Mama dari pada Ibu karena sama - sama orang bandung.
Pintu butik dibuka oleh seorang cewek cantik, putih, imut dan manis dengan postur tubuh yang mini membuat dia terlihat imut. Dengan senyuman ramah dia menyapa kita yang baru saja datang. Indra langsung menuju seorang cewek lain yang berdiri dibalik meja seperti resepsionisnya. Seorang wanita cantik sebaya dengan Ibu dan Mama keluar dari ruangan saat cewek yang Indra datangi menutup telponya.
