#12 Entahlah

71 9 0
                                        

Yang aku rasakan ketika di dekat Cakra mungkin memang benar, aku menyayanginya.
Karena menyayangi tidak selalu mencintai.

Hari ini, Cakra mengajakku untuk main ke rumahnya. Sekarang, Gea lebih sering dijemput, yaa daripada aku pulang sendiri, mending ikut sama Cakra.
Awalnya, aku menolak karena takut sama orang tuanya. Tapi dia bilang,

"Santaii, mamaku udah kenal sama kamu kok,"

"Hah? Kamu bilang apa sama mama kamu?"

"Yaaa, cerita-cerita kecil lah tentang kamu."

'Cakra kenapa sih?' Batinku.

Kukira cuma wacana, ternyata benar, dia membawaku kerumahnya. Dan benar saja, mamanya lemah lembut, cantik, kalem, bener-bener welcome sama aku:)

"Kamu yang namanya Mila itu bukan?"

"Iya tante"

"Ohh, Cakra sering loh, cerita tentang kamu."

"Nyeritain tentang apa aja tante?"

"Yaaa, banyak.."

Entah apa yang ada di pikiran Cakra saat bercerita tentangku. Namun yang perlu dipertanyakan, buat apa dia melakukannya? Aku nggak mau GR sebenarnya. Tapi, apakah Cakra suka denganku?

Beberapa menit setelah aku tiba, ada seseorang lagi yang datang.

"Assalamualaikum.."

"Waalaikumsalam.."

"Itu siapa tante?" Tanyaku.

"Itu kakaknya Cakra, namanya Anna, habis pulang dari ngajar," jelas mama Cakra.

"Hai ma.. Eh, pacarnya Cakra ya?" Tanya kakak Cakra sambil melihat ke arahku.

"Eh, bukan kak.. Saya temennya," Jelasku.

"Ohhh, cuma temenn.. namamu?" Tanyanya lagi.

"Mila kak.."

"Oh berarti TTM?"

"Bukan juga.."

"Aduuuhhh, nggak peka banget sih dek. Cakra sering curhat loh ke kakak, katanya kamu itu cantiikk, lucuuu, imuuutt~~~"

"Ssstttt, DIEM SETAN!" Ucap Cakra sambil menutup mulut kakaknya.

"Maaf ya, emang suka kebanyakan bacot orangnya." Cakra meminta maaf.

Sepertinya, hanya butuh satu hari itu untuk terwujudnya ke-akrab-an kami. Hanya ayahnya Cakra yang belum kutemui, soalnya tadi belum pulang dari kantor. Mungkin kedatanganku tadi akan menjadi berita utama dalam bincang keluarga mereka nanti malam(?) Kok jadi GR gini sih?

Cakra mengantarkanku pulang setelah dari rumahnya. Namun saat sudah sampai di depan rumah,

Cakra memegang kepalanya sambil meng-aduh

"Cakra, kamu kenapa?" Tanyaku khawatir.

"Biasa lah, efek semalem radang+pilek jadi sering pusing gini."

"Yakin cuma pusing biasa?"

"Iyaaa, ah bawel. Udah ah, aku pulang dulu yak.. Dahh"

Ya Tuhannn, kenapa sih aku? Cakra cuma pusing biasa loh padahal. Nggak lah ya, ga mungkin aku cinta sama diaa😩
Tapiii,,, ah entahlah

Chat via WA on
Gea

18:35 p.m

Ge,
Keknya gua naksir deh sama dia..

Dia siapa?
Oooohh, Cakra?
Yaampunnn kok bisa si?
Kemarin bilangnya gabakal suka sama dia

Kan kemarin Ge
Hari ini mah udah beda

Iya deh iya wkwk

Dan, Cakra keknya juga naksir sama gue

Dih, lo aja kali yang ke PD an
Ati², cowo kek gitu banyak yang naksir loh

Ya bodoamat, siapa tau ntar yang ditembak gue wkwk

Off


Yasudahlah, ternyata memang benar aku mencintainya.
Sekarang, tinggal menunggu, kapan dia ngasih kepastian(?) :)


Keesokan harinya, di hari minggu, Cakra mengajakku untuk jalan-jalan. Namun aku memutuskan untuk dirumah saja, bersih-bersih, karena mama juga lagi nggak ada di rumah, lagi ada wisata ke Jogja bareng temen kantornya.

Saat aku membersihkan kamar mama, aku menemukan buku yang telah usang di meja kerja yang ada di kamar mama.

TBC...

Bring Me Back [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang