Sudah satu bulan lebih kami berpacaran. Dan aku rasa, semuanya baik-baik saja saat itu. Tetapi tidak untuk akhir-akhir ini.
Kemarin aku minta untuk diantar ke toko buku. Dan yang dia katakan adalah,
"Sayang, kamu nanti bisa nganter aku ke toko buku nggak?" Tanyaku halus.
"Nanti aku ada tanding futsal sama temen kampung aku," menjawab dengan judesnya.
"Kamu kenapa sih? Kok jadi cuek gitu sekarang?"
"Kamu apa-apaan sih? Manja banget jadi cewe! Lagian kamu punya motor sendiri kan? Yaudah kesana sendiri!" Jawab Dito dengan nada marah.
Namun aku masih mencoba untuk tetap positive thinking. Mungkin dia sedang ada masalah. Yasudah, aku maklumi saja hari itu.
3 hari terakhir ini, hubungan kami sudah berbeda. Dia tidak lagi ngapel ke kelasku, ngechat juga tidak se-excited biasanya. Yang ada hanya saling menyapa saat berpapasan.
Chat via whatsapp on:
10:25 a.m
Haiii
Kok daritadi gaada kabar sih?
Libur-libur ngapain?
Lagi sibuk ya?
13:21 p.m
Maaf yank baru bales
Tadi ngerjain tugas banyak banget
13:22 p.m
Ohh, iya gapapa
Off
Padahal,
Tersampaikan hari ini 10:25
1. Terakhir dilihat hari ini pukul 10:45
2. Terakhir dilihat hari ini pukul 11:01
3. Terakhir dilihat hari ini pukul 11:48
4. Terakhir dilihat hari ini pukul 12:05
5. Terakhir dilihat hari ini pukul 13:00
Dibaca hari ini 13:21
Dan entah mengapa, perasaan masih tetap sama. Ya mungkin, karena aku masih sangat percaya dengannya, dan pasti tak lama lagi semua akan kembali seperti semula.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Namun yang terjadi 3 hari kemudian,
Aku melihat Dito sedang berpelukan dengan perempuan lain di belakang aula sekolah.
Aku sengaja membuntuti Dito hari itu, dan yang aku dengar, mereka saling mengungkapkan cinta dalam pelukannya.
Ya Tuhan, ujian apalagi ini? Haruskah hubungan kami berakhir hari ini juga?
Hatiku benar-benar hancur saat itu. Aku kembali ke kelas, dan tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali menangis. Rabu yang suram.
Kebetulan, Nadin dan Irene sedang berada di kelas. Mereka melihat kondisiku yang sangat hancur, dan mereka pun datang untuk menenangkan.
"Mil, lo kenapa?" Tanya Irene.
Aku hanya mampu menggelengkan kepala.
"Ada masalah sama Dito?" Tanya Nadin.
Aku memutuskan untuk tidak menjawab, sebelum akhirnya bisa tenang dan menceritakan semuanya pada mereka. Bagaimanapun juga, mereka pernah menjadi bagian terpenting dalam hidup aku.
"Jadi gimana? Mau berhenti aja?" Tanya Nadin.
"Kalo menurut gue sih ya, orang kek Dito itu gapantes buat dipertahanin, masa pacaran baru sebulan langsung selingkuh aja.. Jangan bilang cewe yang dipeluk tadi udah jadi pacarnya?😳" ucap Irene.
"Kemungkinan sih gitu. Mereka udah saling ngungkapin I Love You soalnya," Jawabku lesu.
"Yaampuunnn. Brengsek banget sih jadi cowo! Udahlah Mil, putusin aja.." Nadin memberi saran.
"Enggak dulu deh. Aku masih pengen ngikutin alurnya. Lagian aku juga masih sayang banget sama dia:)"
Yap, aku berusaha untuk tenang, dan melupakan semuanya.
Hari ini, Gea izin karena ada acara keluarga. Dan aku berniat untuk pulang agak sore saja, mumpung ada jadwal ekstra yang masuk hari ini.
Aku merenung di kursi kantin, awal dimana dia mengungkapkan cintanya kepadaku. Sambil mengingat lagi, masa-masa manis pada awal hubungan. Dan bodohnya, aku masih berharap dan membayangkan bagaimana hidup kami yang bahagia di masa depan.
Namun tiba-tiba, seseorang datang mengacaukan lamunanku.
TBC...
KAMU SEDANG MEMBACA
Bring Me Back [COMPLETED]
Fiksi RemajaHai, namaku Mila. Kata orang-orang, masalah itu untuk dihadapi, bukan dihindari. Tapi bagiku, masalah itu lebih baik jika dinikmati saja. Karena semua yang indah akan datang dengan sendirinya. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak yang berubah da...
![Bring Me Back [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210687559-64-k865090.jpg)