--
"Tapi sayangnya, ginjal Cakra yang satu juga tidak berfungsi dengan normal.."
Flashback
"Berdasarkan hasil tes laboratorium, ternyata ginjal Cakra cocok dengan Mila. Namun, kami tidak bisa melakukan transplantasinya bu.." ucap dokter kepada keluarga Cakra.
"Kenapa begitu dok?" Tanya sang mama.
"Hanya ada satu ginjal Cakra yang berfungsi dengan normal, ada kemungkinan hal ini juga akibat kecelakaan semalam, atau mungkin sebelumnya memang sudah ada masalah pada ginjalnya. Resikonya sangat besar bu, kami tidak bisa melakukannya."
"Apa resikonya dok? Insyaallah saya siap menanggung semuanya," jawab Cakra dengan penuh harap.
"Jika transplantasi ini tetap dilaksanakan, maka nyawa nak Cakra yang akan menjadi taruhannya. Jadi mohon maaf--" (belum selesai bicara, Cakra langsung memotong penjelasan dokter.)
"Saya siap dok. Saya rela terbunuh, daripada harus membunuh."
"Heh, kamu ngomong apa sih?" Tepis Anna.
"Aku serius kak!" Bentak Cakra kepada kakaknya.
Saat itu, tak ada yang dapat melawan Cakra. Dokter pun dengan berat hati meng-iya kan permintaan Cakra tersebut.
--
"Dia berani membalikkan keadaan.. seandainya kamu yang mengalami ini, mungkin Cakra tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri karena terlalu sering membuat kamu kecewa.. dia meninggal 30 menit sebelum kamu datang, dan dia tidak ingin kamu mengetahui ini sebelum kamu benar-benar sembuh.." jelas Anna.
"30 menit?!" (Jawab Mila terkejut) 'Andai saja aku bisa bangun lebih awal hari itu.' Batinnya.
// Alena berjalan perlahan menghampiri mereka //
"Seandainya hari itu aku tidak berbohong, hubungan kalian akan tetap lancar.. semua ini salahku" (Alena tertunduk lesu)
"Sudah tak perlu dibahas, lagipula kejadiannya begitu rumit.." ucap Mila.
--
Hari berganti malam. Rasa resah yang tak kunjung padam. Wanita remaja itu berpikir, apakah ia bisa melupakan mantan terindahnya yang terpaksa putus karena kecerobohan dari beberapa pihak(?)
'Iya, itu pasti. Namun, kamu akan terkejut ketika telah berhadapan dengan perpisahan itu.. tak perlu berlebihan dalam menciptakan kenangan.. ingat! melupakan adalah usaha paling sulit, dan mengingat adalah kenyataan paling pahit. Aku harap kamu dapat mengerti.'
Teringat kata demi kata yang Cakra katakan di minggu pertama mereka ngopi..
'Semua hal yang sederhana, terasa istimewa saat kulalui bersamamu.. istirahat yang tenang ya, aku sudah memaafkanmu..'
~Mila
Ia duduk diantara banyak orang yang sedang menjalin hubungan cinta. Sepi baginya karena dihadapannya kosong, tak ada yang mengajaknya bicara..
Seseorang datang menghampirinya, lalu ia duduk tepat di depan Mila
"Hai Mil.."
"Gea?! Kamu kok bisa ada disini?"
"Aku cariin kamu ke rumah, tapi katanya kamu lagi ngopi disini, yaudah aku langsung kesini aja.."
"Ooh, ada perlu apa?"
"A-aku m-mau minta maaf Mil.. aku yang udah bikin kalian tambah benci satu sama lain.. aku bener-bener nggak nyangka semua akan berakhir seperti ini.."
"Ngga perlu ngerasa bersalah gitu, semuanya sudah terlanjur.. lagian, bukan cuma kamu kok yang salah!" (Dengan sedikit ngegas)
"Aku tau kok kalo kamu masih marah.. kamu mungkin perlu waktu buat nenangin diri.. maaf ya kalo aku udah ganggu waktu kamu, thanks.." (Kemudian perlahan meninggalkan kursi tanpa memesan apa-apa)
"Tunggu Ge! Aku pengen kita ngobrol lebih banyak lagi.."
Agar lebih nyaman dan tidak terdengar oleh yang lain, mereka pun menuju ke rooftop untuk bercerita banyak. Semakin lama, semakin membaik pula hubungan persahabatan mereka..
"Aku terlalu egois Mil, ambisiku terlalu besar untuk bisa mendapatkan Cakra.. padahal aku sendiri tau Cakra cuma cinta sama kamu," ucap Gea.
"Tapi kamu bilang~"
"Enggak, Cakra ngga pernah habisin waktunya buat aku, dia ngga pernah sayang sama aku, yang ada dia malah benci sama aku gara-gara aku ngomong yang ngga-ngga soal kamu.. jadi hari itu, aku sengaja berbohong agar hubungan kalian semakin hancur.."
"Tak apa, aku sudah memaafkanmu.. lagipula, selama apapun menyesal, ia tak akan mungkin kambali." (Mila mulai meneteskan air matanya)
"Cakra akan selalu di sini, di dalam diri kamu. Mungkin dia akan terus menemani perjalanan hidup kamu, tapi kamu juga perlu bahagia, jangan sampai terlalu larut dalam kesedihan.."
Sebenarnya, ada sedikit perasaan marah setelah mendengar pernyataan Gea barusan. Namun Mila tak ingin memperbesar masalah, ia hanya ingin hidupnya tenang dan damai.
Persahabatan mereka telah kembali.. semua permasalahan selesai, meski harus mengorbankan seseorang yang tidak pantas untuk dikorbankan.
"Cakra, sekarang aku percaya bahwa kebahagiaan hanya datang sementara. Namun aku juga percaya, ia tak akan berhenti selamanya. Setelah ini kamu akan menemukan bahagiamu tanpa aku, dan aku harus menemukan bahagiaku tanpa kamu."
~Mila
Perjalanan Mila masih panjang. Ia selalu berusaha bangkit, meskipun semua terasa sulit, namun ia yakin pasti bisa melalui semua ini..
Alena harus kembali ke Tangerang karena sebentar lagi liburannya berakhir.. Mila merasa sedikit lebih tenang, karena Gea yang dulu sudah kembali. Yap, mereka sering menghabiskan waktu untuk jalan-jalan, shopping dan kegiatan apapun yang dapat menghilangkan kesedihan Mila.
◇◇◇
3 bulan telah berlalu. Perlahan, Mila bisa melupakan masa lalunya.
Meski begitu, tak ada satu minggu pun yang ia lewati untuk ngopi. Terkadang sendiri, terkadang bersama Gea..
"Kamu berhasil memperbaiki semuanya. Kini semua sudah membaik, pikiranku bisa kembali tenang, meski terkadang masih ada rindu yang menyelinap, dan membuatku kembali teringat padamu.. semoga kamu tenang ya.. terimakasih telah rela berkorban demi aku.."
~Mila
S E L E S A I
KAMU SEDANG MEMBACA
Bring Me Back [COMPLETED]
Genç KurguHai, namaku Mila. Kata orang-orang, masalah itu untuk dihadapi, bukan dihindari. Tapi bagiku, masalah itu lebih baik jika dinikmati saja. Karena semua yang indah akan datang dengan sendirinya. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak yang berubah da...
![Bring Me Back [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210687559-64-k865090.jpg)