Chat via whatsapp on
Cakra
Jumat
13:17
Sayang
Besok malem ga ada niatan buat keluar gitu?
Mumpung malming
Boleh juga tuh
Aku pacaran sama Dito ga pernah diginiin tau :)
Malming biasanya chattan doang masa
Kesian bet dah😂
😑
Untung aku peka
Aku pengen ngebahagiain kamu
Beda sama Dito
Yaudah, malming mau kemana?
Aku nurut sama kamu aja deh
Ya jangan lah.
Makan?
Em🤔
Eh
Gimana kalo ngopi aja?
Sayangnya aku gasuka kopi :)
Yaudah kalo gitu malmingnya nemenin aku ngopi aja
Ko gitu si?
Katanya kamu terserah aku aja kan tadi?
Mau ya?
Kopi enak loh.. ntar lama" juga suka
Yaudah, sekali aja tapi
Kalo ga enak besok" ganti tempat.
Off
Momen yang paling aku tunggu-tunggu saat sedang menjalin hubungan dengan seseorang, meskipun pada dasarnya ga pengen juga. Tapi gapapa si nyoba,
Toh juga sepanjang aku pacaran, baru ini pertama kalinya diajak malam mingguan. Yaampuun, sedih. 🤦♀️
.
.
.
.
.
Tak terasa, malam itu pun tiba.
Awalnya, dia berniat untuk bertemu mama dan kak Alena dulu. Sayangnya, mereka juga sedang jalan jalan. Nggak sempet deh.
Perjalanan yang sangat romantis, ketika ku peluk hangat tubuhnya dari belakang, dibalas dengan salah satu tangannya yang ikut menggenggam dekapanku.
'Tuhan, mengapa aku bisa sebahagia ini?'
.
.
.
.
.
.
Akhirnya, sampailah kami di kedai kopi.
Aku tidak mengerti apa-apa, memesan saja bingung mau pilih yang mana.
"Cakra, aku ngga tau yang enak yang mana(?)" Ucapku bingung.
"Semuanya enak kok.. yaudah samaan aja ya?"
"Boleh deh. Tapi enak kan?"
"Iyaa"
Kami menunggu pesanan datang sembari membahas hal-hal yang kurang penting.
"Kenapa ga suka kopi?" Tanya Cakra.
"Gatau, bawaan lahir mungkin. Toh juga papa mama gaada yang suka kopi."
Pesanan pun datang
"Padahal kopi itu enak.. kamu tau? Kopi mengajarkan kita banyak hal"
"Emang apa?"
"Tidak selamanya kehidupan itu manis.. suatu saat, kepahitan pasti akan melanda secara tak terduga.. tidak ada waktu untuk selalu memikirkan kabar baik hari ini.."
"Tetapi, bukannya bahagia hari ini harus selalu dimanfaatkan sebaik-baiknya? Karena, pasti ada saatnya semua itu hilang tak berarti," ucapku.
"Jangan terlalu bahagia, ia hanya berlalu sementara, kemudian pergi tanpa meninggalkan jejak"
"Bukankah perpisahan tak akan ada artinya tanpa adanya kenangan?"
"Iya, itu pasti. Namun, kamu akan terkejut ketika telah berhadapan dengan perpisahan itu.. tak perlu berlebihan dalam menciptakan kenangan.. ingat! melupakan adalah usaha paling sulit, dan mengingat adalah kenyataan paling pahit. Aku harap kamu dapat mengerti."
Topik malam ini terasa hangat. Setiap kata yang diucapkan Cakra mengandung makna yang dalam. Aku bisa merasakannya.
Namun bagaimana bisa aku tidak berlebihan, kamu benar-benar membuatku bahagia Cakra..
"Oh iya, dicoba dong kopinya," perintah Cakra.
"Gamau, ntar ga enak."
"Ih makanya dirasain dulu.."
Aku mulai meminumnya perlahan.
Dan ternyata benar, tidak seburuk yang ku bayangkan, meskipun masih agak aneh karena emang nggak pernah minum.
"Enak kan?" Tanya Cakra.
"Lumayan sih.."
"Minumnya, sambil mandangin aku aja biar tambah nikmat"
"Ah sa ae."
"Jadi, minggu depan lanjut kan?"
.
.
Yap, semenjak malam itu, ngopi menjadi rutinitas kami setiap malam minggu.
Cakra tak suka terlalu lama menunggu. Jadi, niatnya untuk ketemu kakak dan mama diganti hari lain yang tidak mengganggu malam minggu kami.
.
.
.
.
Tak terasa, sudah memasuki minggu ketiga hubungan kami. Dan seminggu lagi, kak Alena akan pulang ke Tangerang. Cakra belum juga main ke rumah. Padahal aku selalu nungguin. Emang cowo kebanyakan gitu ya, NGGAK PEKA!
.
.
.
Hingga pada suatu hari, akhirnya Cakra mau menyempatkan diri untuk datang..
TBC...
KAMU SEDANG MEMBACA
Bring Me Back [COMPLETED]
Teen FictionHai, namaku Mila. Kata orang-orang, masalah itu untuk dihadapi, bukan dihindari. Tapi bagiku, masalah itu lebih baik jika dinikmati saja. Karena semua yang indah akan datang dengan sendirinya. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak yang berubah da...
![Bring Me Back [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210687559-64-k865090.jpg)