#15 Aku datang!!

72 8 0
                                        

Aku mencoba memancing Cakra dengan memasang muka sedih dan bingung, ya biar dia saja yang menentukan. Siapa tau diizinkan buat pergi. Kalo dia butuh banget, gapapa juga sih kalo aku tunda jadwal buat ke Tangerang..

Dan akhirnya,

"Kamu pergi aja Mil. Aku aman kok disini, yang penting selalu doain aku biar cepet sembuh," Cakra mengizinkan.

"Pasti aku doain.. Tapi yakin nih, aku boleh pergi?" Tanyaku sekali lagi.

"Iya Milaaaa"

"Nanti kalo kamu butuh temen, panggil aku aja selagi Mila gaada," ucap Gea.

"Iya deh gampang," jawab Cakra.

"Jadi kita LDR-an nih?" Tanya Cakra sambil melihatku.

'Ini Cakra kenapa lagi sih' batinku.

"Emang kita pacaran?" Aku terheran-heran.

"Ya kalo kamu mau ya ayok," ajak Cakra.

"Hah?"

"Tuh kan nggak peka lagi, Cakra serius loh itu nak," tante ikut-ikutan:v

"Udahhh, terima ajaa," Gea nimbrung juga.

"Nggapapa nih, tante?" Aku memastikan.

"Iya gapapa lah, emang udah saatnya juga. Tante udah srek kok sama kamu," jelas mama Cakra.

Tanpa pikir panjang, aku memutuskan untuk menerimanya, ya karena memang sudah saling cinta juga kan?

"Emmmm, iya deh mau:) " Jawabku pasti.

"Hah? Serius? Ikhlas nggak ini?" Tanya Cakra sekali lagi.

"Iyaaa, atau aku tarik lagi kata-kataku?"

"Jangan donggg. YESSHH!!"

Caranya absurd juga ya, selevel sama Dito dulu. Kenapa pada aneh-aneh gini sih🙄 mana yang ini lagi sakit pula, baru hari kedua dirawat lagi. Emang kelihatan banget sih, masih pucet. Ya gapapa lah ya, yang penting seneng..

Tak lama setelah ditembak, aku dan Gea langsung pamit pulang, dan tetap saja papanya Cakra belum pulang juga.

Sesampainya di rumah, aku langsung bersiap-siap, dan setelah isya' aku berangkat ke stasiun diantar mama. Keliatan sih, mama masih belum ikhlas, tapi untungnya udah pasrah juga. Jadi aman..

Kereta berangkat pada pukul 19:40 . Mama menetap pada keputusannya yang memutuskan untuk tidak ikut.

"Ma, Mila pamit dulu ya. Mila juga mau minta maaf soal kemarin.."

"Iya sayang, mama juga sama salahnya kok. Kamu yang hati-hati ya disana, jangan lama-lama juga, inget sekolah!"

"Iya maa.. insyaallah tetep bisa ngejar kok. Ini buku pelajaran udah Mila bawa semua."

"Baguslah.. Kalo gitu, mama juga pamit pulang ya.. jaga diri"

"Iyaa, pasti."

Mama pun mencium keningku, lalu pergi meninggalkanku bersama dengan ribuan orang asing di sekitar. Ini kali pertama aku bepergian jauh sendirian, semoga semua lancar dan dimudahkan..
Aamiin

Saat di kereta, aku mencari dan mendaftar penginapan dulu di Tangerang untuk lima hari kedepan, sampai hari Minggu.

Pukul 04:30 aku tiba di stasiun Tangerang. Lalu aku pesan taxi online untuk diantar ke penginapan.

Setelah sampai, aku langsung sholat subuh, beres-beres, lalu istirahat sebentar.
Pukul 9 pagi, aku memesan ojek online untuk diantar ke SMA 32.
Untung saja gerbangnya tetap terbuka, dan tempat pertama yang aku kunjungi adalah kantin. Yakali aku langsung ke ruang guru/ ruang kepala sekolah, nggak sopan dong..

Ada banyak kantin disana. Aku menunggu sampai istirahatnya selesai dulu, baru ku tanyai satu per satu. Yang pertama ku kunjungi, ternyata orangnya tidak kenal. Kedua, tidak kenal juga. Ketiga, sama juga tidak kenal. Dan akhirnya keempat,

"Permisi buk.. Saya mau tanya, ibuk udah berapa lama disini ya, kalo boleh tau?"

"Oooh, udah 8 tahun neng, ibuk jualan disini.. memangnya ada apa ya?"

"Ibuk kenal sama alumni yang namanya Alena?"

Ibu kantinnya berfikir sejenak, mungkin sedang mengingat-ingat.

"OOOH ALENA? ALENA KANDRA ITU BUKAN?"

"IYYA BUK YANG ITUU, IBUK KENAL?"

Ibu kantinnya mengajak berbicara di kursi kantin saja biar lebih enak bicaranya.

"Dulu itu, Ibuk sama Alena udah kayak CS-an banget gitu loh neng. Anaknya tuh baaaiiikkk banget. Gampang terbuka sama orang lain. Emang Alena itu siapa nya eneng sih?"

"Emmm, ya ada lah buk pokonya. Saya ada keperluan penting soalnya. Ibuk tau nggak, dia tinggal dimana sekarang?"

"Waduuhh, saya kurang tau neng. Tapi..."

TBC...

Bring Me Back [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang