#22 Ada Apa?

34 6 0
                                        

Malam minggu berikutnya pun tiba.
Entah bagaimana kisahnya, kopi telah menjadi minuman favoritku sekarang. Meskipun masih sedikit aneh merasakan rasa pahit yang lumayan nikmat itu.
.
.
Masih di cafe yang sama, dengan suasana yang hangat.
Ada saja hal yang bisa membuatku bahagia.
Aku tidak peduli dengan kata-kata yang diucapkan Cakra saat itu. Semua datang dengan sendirinya.

          "Cakra," panggilku dengan nada bertanya.

          "Iya?"

          "Kenapa kita tidak foto berdua seperti pasangan yang lainnya? Lagian disini kan tempatnya aesthetic"

          "Kalo kamu pengen foto, aku bisa bantu kok"

          "Ihhh aku pengennya kita foto berdua," pintaku manja.

          "Sekali aja ya? Setelah itu, kamu bisa foto sendiri, aku yang fotoin."

          "Kenapa begitu?"

          "Terkadang, seseorang yang berperan dalam mengambil gambar itu lebih berharga daripada siapa peran yang ada dalam gambar tersebut.
Lagipula, Mengenang wajahku bukanlah suatu hal yang penting. Lebih baik kamu mengenang bagaimana usahaku untuk bisa mendapatkanmu."

          "Bukannya, dengan begitu akan membuat tambah sulit untuk melupakan?"

          "Tidak juga.. Dengan begitu, kamu bisa mengingat sekaligus melupakan.."

          "Bagaimana bisa?"

          "Aku disana sebagai peran yang tak terlihat, namun berperan penting agar bisa menciptakan suatu keindahan.
Jika kamu ingin melupakan semua usahaku, maka semua bisa kamu mulai dengan melupakan personaku. Anggap saja aku tidak ada disana."

          "Tapi aku tidak ingin melupakanmu. Aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas begitu saja dari sisiku.."

          "Kamu pikir aku mau?"

Setelah perbincangan yang cukup panjang, kami pun segera menghabiskan kopi, dan mencari latar belakang paling bagus untuk berfoto di cafe itu. Sesuai yang Cakra katakan tadi, kami hanya berfoto sekali, dan sisanya aku sendiri.
.
.
.
Tidak cukup sampai disana, Cakra mengajakku mampir ke rooftop di kedai itu.. Kebetulan, kedai itu terletak di atas, jadi bisa sekalian menikmati pemandangan pedesaan dibawahnya..

          "Cantik ya pemandangannya," ucapku sambil tersenyum

          "Cantikan kamu," jawab Cakra sambil menatapku manis.

          "Gombal!!"

Seperti biasanya, suasana serius dengan cepatnya datang.

          "Cakra, kamu pernah nggak sih, bayangin gimana kita di masa depan nanti?"

          "Pernah, selalu"

          "Kamu nggak takut kecewa?"

          "Ya enggak lah, ngapain.. kalo emang suatu saat hubungan kita bakal berkahir, toh juga pasti ada sesuatu hal yang bisa bikin aku menyesal. Dengan begitu, aku hanya butuh waktu sekejap untuk melupakan.."

           "Dan aku tidak akan pernah membuatmu menyesal"

Cakra memalingkan tubuhnya lalu menatap ke arahku.

          "Semoga begitu.."

          "Jangan kemana-mana ya" ucapku dengan nada cemas.

           "Aku akan selalu disini buat kamu Mila.. I love you"

          "Love you too.."

Tubuhku serasa melayang di angkasa, jantungku berdetak semakin cepat dan keras,
Ya Tuhan! Cakra memelukku dengan sangat hangat!!

.
.
.

Malam itu berakhir dengan penuh mesra. Dan keesokan harinya, Cakra datang kerumah. Kali ini dia tidak ingkar janji.

Pukul sembilan tepat, ia datang.

          "Hai sayang," sapanya mendahului ku.

          "Wihhh rapi bener," ucapku kagum dengan penampilannya yang sungguh mempesona.

          "Kan mau ketemu calon mertua."

          "Bisa aja kamu, yaudah ayo masuk. Mereka udah siap ketemu sama kamu."

Petama kali mama bertemu dengan Cakra, sepertinya ada yang sedikit mengganjal, terlihat dari ekspresi mama.

          "Ini Cakra mah," kukenalkan Cakra kepada mama.

          "Tante kok kaya familiar sama wajah kamu ya, namanya juga," ucap mama dengan muka heran.

Cakra memasang muka datar yang sedikit kaget. 'Mereka saling mengenal atau bagaimana?' Batinku.

Tak lama kemudian, kakak datang dari arah dapur sambil membawa teh hangat.
Anehnya, ekspresi kakak juga terlihat kaget.

          "Apa apaan ini?" Tanya kakak dengan nada yang sedikit meninggi.

Aku hanya diam membisu saking terkejutnya.

Apa jangan-jangan firasatku benar..'
.
.
.
Kak Alena menarikku ke belakang lalu membisikkan sesuatu yang pastinya tak akan pernah kulakukan.

          "PUTUSIN DIA!" Perintah kakak.

          "Apaan sih kak? Ada hak apa kak lena nyuruh kami putus?"

          "Ya jelas ada lah, intinya kakak gamau dia pacaran sama kamu."

Kurasa benar, kisah Cakra ada hubungannya dengan kak Alena.
Lalu tiba-tiba, dari jarak beberapa langkah, dengan mudahnya Cakra,

          "Kalian sekongkol ya?" Ucap Cakra dengan ekspresi kesal.

          "Aku nggak tau apa-apa Cak~~" belum selesai aku berbicara, kak Alena memutuskan pembicaraanku.

          "Iya kami bersekongkol. Kenapa?" Seru kak Alena dengan tanpa dosanya.

          "Lah? Kak?" Timpalku kesal.

          "JADI KAMU MAU PACARAN SAMA AKU CUMA BUAT NGELANJUTIN AMARAH KAKAK KAMU DULU, IYA?!"

          "Aku kecewa sama kamu mil!" Ucap cakra lagi.
.
.
.
Tanpa basa basi lagi, Cakra langsung pergi dari tempat ini. Aku yang berniat mengejarnya, tertahan oleh kak Alena.

          "Nggak perlu dikejar!"

          "Kakak apa-apaan sih? Kalo kalian emang ada masalah, selesai in sendiri tanpa harus nyangkut-nyangkutin aku! Kak, kakak tau nggak sih aku nggak pernah ngerasa seberuntung ini waktu punya hubungan sama cowo! Cuma Cakra yang bisa bikin aku bahagia, dan sekarang dengan mudahnya kakak ngehancurin semua ini?!"

          "Tenang dulu Mila,"

          "Udah cukup! Aku benci sama kakak!"

Setelah kejadian itu, aku lebih sering mengurung diri di kamar, dan mencoba untuk memperbaiki apa yang telah terjadi. Sudah 3 hari ini aku dan Cakra lost contact.
Ratusan pesan dariku tak ada yang ia balas. Tak ada yang namanya saling sapa, kami saja jarang berpapasan di sekolah. Hanya saja, hubungan kami belum berakhir, dan mungkin aku juga harus siap terluka setelah ini.

TBC...

Terimakasih buat yang udah mau baca sampai sini😭
Jangan lupa kasih vote nya, dan jangan lupa kasih komentar kalau ada yang harus diperbaiki..
Author butuh kritik dan saran dari kaliann♥️

Bring Me Back [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang