Part 8

1K 91 4
                                        

Happy Reading❤

***

Lia dan pak Andra dimarahi habis-habisan oleh Revan, jujur Lia sangat takut. Karena kesalahannya Lia mendapat tugas tambahan dan terpaksa dia lembur.

Revan mengintip sedikit dari balik pintu, dia ingin memastikan apakah sekertarisnya itu sudah pulang atau belum, dan sepertinya Lia belum pulang dilihat dari lampu yang masih menyala diruangan Lia. Tanpa mengetuk terlebih dahulu Revan segera masuk kedalam ruangan Lia, namun Lia tidak sadar keberadaan Revan.

"Kenapa belum pulang?" tanya Revan dingin, ini sudah larut sekali, mungkin hampir jam 12 malam. Biasanya hanya dia yang bisa lembur sampai jam segini.

Lia terperanjat karena mendengar suara Revan dan langsung berdiri dari duduknya.

"Anu itu pak" Lia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia bingung mau bicara apa. Sedang Revan hanya mengangkat alisnya sebelah sebagai responnya.

"Saya ga paham berkas dari bapak" cicit Lia pelan.

Huft... Revan membuang nafasnya kasar, sepertinya sekertaris nya ini perlu banyak-banyak belajar.

"Pulang" Revan berbalik untuk segera keluar dari ruangan Lia. Namun saat sudah sampai didekat pintu, Lia tak kunjung mengikutinya dibelakang.

Revan memutar tubuhnya sedikit "Kamu ga mau pulang Lia?" lalu ia segera berjalan meninggalkan Lia sendirian.

"Ini pak saya mau pulang" Lia langsung membereskan barang-barangnya.

Sebenarnya Lia agak sedikit takut pulang malam-malam begini, apalagi pasti susah mendapatkan angkutan umum dijam-jam segini. Saat berjalan didalam kantor rasanya sangat menyeramkan, karena banyak lampu yang sudah mati dan pastinya kantornya sudah sangat kosong alias tidak ada orang, untung saja lift masih belum mati jika tidak dia harus turun lewat tangga darurat.

Lia sedang mencari-cari taksi online atau ojek online, namun tak kunjung dapat. "Ini gimana sih, masa ga ada lagi jam segini ojek atau taksi?" Lia mendumel sendiri karna tak kunjung mendapatkan angkutan umum, namun mobil yang berhenti didepannya membuatnya kaget sekaligus takut. Ia takut orang jahat yang ada didepannya saat ini, mungkin mereka ingin menculik Lia lalu menjual nya untuk dijadikan budak. Namun kaca mobil yang terbuka dan melihat sosok yang ada didalamnya membuat Lia bernafas lega. Didalam mobil itu ada pria tampan yang jarang tersenyum, ia hanya tersenyum kepada kekasihnya saja, ya pria itu adalah Reva.

Lia membungkuk sedikit untuk mensejajarkan tubuhnya dengan kaca mobil "Pak Revan belum pulang?" tanya Lia polos.

"Masuk" Revan berucap dengan pandangan tetap lurus kedepan.

Lia mengerutkan keningnya bingung, bosnya ini kalau bicara irit banget, otak Lia yang ngelag ga akan paham maksud dari ucapan Revan.

"Masuk kedalam Lia!" ucap Revan dengan geram, karna tidak ada pergerakan dari Lia jadi dia menoleh kearah Lia, dan yang dilihatnya adalah Lia yang sepertinya sedang berpikir.

"Saya pak?" tunjuk Lia pada dirinya sendiri.

"Iya Lia"

"Bapa mau bawa saya kemana?" tanya Lia sekali lagi.

Revan membuang nafas secara kasar untuk membuang emosinya.

"Saya antar kamu pulang"

"Saya bisa pulang sendiri ko pak" tolak Lia sopan.

"Masuk atau kamu saya tinggal" ucap Revan tegas.

Lia menimbang-nimbang mau atau tidak pulang bersama Revan. Kalau dia pulang sendiri belum tentu ada ojek atau taksi, lagipun resikonya besar kalau dia pulang jam segini, apalagi Lia seorang perempuan.

Setelah lama menimbang-nimbang ikut Revan atau tidak, ia akhirnya memilih ikut Revan dari pada pulang sendiri. Saat didalam mobil tidak ada yang bicara, membuat Lia bosan sendiri, ingin memulai bicara namun rasanya sangat tidak sopan berbicara dengan atasan, sebenarnya Lia agak sedikit canggung dengan Revan, apalagi jika ia mengingat bagaimana marahnya Revan tadi saat memarahi dirinya dan rekan kerjanya, jadi dia memilih diam saja.

"Apa yang kamu tidak mengerti dari berkas tadi?" tanya Revan setelah lama tidak ada pembicaraan didalam mobil.

Beberapa menit Revan menunggu jawaban dari Lia namun tak ada jawaban dari wanita yang sedang duduk disampingnya. Hanya ada suara dengkuran halus yang terdengar, saat ia melirik sedikit kearah Lia ternyata wanita itu tertidur. Revan terkekeh, wanita disampingnya itu sangat manis ketika tertidur, dia sebenarnya sedikit kasihan dengan nasib Lia, makanya ia mau membantu Lia.

Karena tidak ada pembicaraan antara Lia dan Revan, tiba-tiba Lia mengantuk karena jam tidurnya sudah lewat. Lama-kelamaan matanya mulai tertutup, namun dia berusaha membuka matanya kembali. Tapi matanya tak tahan lagi sampai ia tertidur dengan sendirinya. Saat sampai pun Lia masih setia tertidur. Karena Revan tak tega membangunkan Lia, dia memutuskan untuk mengangkat Lia dan membawa kekamar apart Lia.

Revan sudah sampai dikamar apart Lia, dan dia segera menaruh Lia kekasur dengan hati-hati agar Lia tidak terbangun.Saat Revan ingin berdiri dari duduknya dikasur Lia, Lia malah menarik Revan kembali yang mau tidak mau Revan terduduk lagi dikasur itu. Jangan tanyakan mengapa Revan bisa masuk kedalam apart Lia, karena apart Lia apart dia juga.

Revan mencoba melepaskan genggaman tangan Lia namun tak kunjung lepas "Lepas Lia saya ingin pulang" ucap Revan, walau dia tau Lia tak mendengarnya, namun entah ada angin apa wanita didepannya malah mengigau.

"Jangan pergi" igau Lia, yang membuat Revan menghela nafasnya pasrah dan ikut tidur disamping wanita yang baru saja mengigau itu.

***
TBC
Jangan lupa vote and comment nya🤗


Cold CEO Is My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang