"Apa? Lo mau jeblosin gue ke penjara?" tanya Moonbin.
"Gue pengen banget nonjok lo, tapi nggak bisa," kata Jeno, "lo beneran Juno, kan?" tanya Jeno.
Moonbin mengangguk,
"Lo nggak ingat danau? Taman, bunga, gelang?" tanya Jeno lagi, mengeluarkan gelang milik Helen yang tadi diberikan Xi padanya, Xi bilang Jeno harus cari Al demi Helen.
"Inget, gue kan sering ngeliat hal-hal kayak gitu," jawab Moonbin santai.
"Bukan itu anjing, maksud gue hal-hal dari masa lalu yang berhubungan sama satu gadis," Jeno berusaha menahan emosi.
"Apa ya?" Moonbin memukul kepalanya pelan.
"Lama kalau nungguin lo ingat," sergah Jeno, "gue ceritain aja, lo ingat atau nggak urusan belakangan," katanya.
"Dulu lo punya temen, lo panggil dia Elen dan dia panggil lo Al. Satu hari dia mau pergi, dia cerita sama lo dan dia nangis. Terus kejadiannya itu di danau sama taman, lo kasih dia gelang yang harusnya lo kasih ke Mama, ingat?"
Terlihat Juno sedikit memejamkan matanya, meringis pelan barusaha mengingat potongan-potongan memori itu.
"Elen itu cewek, dia selalu cari lo. Dia nungguin lo, sebenernya gengsi banget kalau harus mohon sama lo, tapi ya..." Jeno menghela napas sebentar, "tolong temuin dia, ya? Bilang sama dia kalau lo bakal jaga dia. Gue tau lo orang baik, gue juga tau lo cuma dimanfaatin Audrey. Janji sama gue lo harus jagain dia, ya?" lanjut Jeno menahan air matanya.
Kenzo masih mendengarkan dari meja yang lumayan jauh dari tempat Jeno dan Moonbin mengobrol, tapi masih terdengar apa yang mereka bicarakan.
"S-siapa?"
"Helen," jawab Jeno yang berhasil membuat Moonbin dan Kenzo membulatkan matanya.
"Lo serius?" tanya Moonbin memastikan.
"Ngapain gue bercanda, jadi orang jangan bego-bego banget kenapa, sih?!" kesal Jeno.
Moonbin memutar bola matanya malas, "Gue minta maaf, udah bilang sama Papa kalau lo yang buat Helen celaka," Moonbin mengulurkan tangannya.
Kenzo mengepalkan tangannya, menahan emosi.
Jeno menepis keras tangan Moonbin, "Maaf lo nggak ngerubah keadaan. Yang harus lo lakuin itu, bilang sama Mama Papa yang sebenernya, lo serahin diri setelah nemuin Helen. Gue yakin Mama Papa nggak akan biarin lo masuk penjara, karena ini semua otak dari Audrey, bisa lo lakuin?" ujar Jeno.
Moonbin mengangguk ragu, sedangkan Jeno melayangkan senyumnya. Bukan senyum kemenangan, miring, atau sarkas. Kali ini dia tersenyum manis untuk Moonbin.
"Makasih, gue pergi," Jeno segera pergi dengan motornya, melaju dengan kencang seolah mengejar waktu.
Setelah Jeno pergi, Kenzo berjalan menghampiri Moonbin yang masih termenung.
"Gue awasin lo!" katanya lalu pergi menyusul Jeno.
***
Dua hari setelah Moonbin mengakui perbuatannya, Helen bangun dari koma setelah melaksanakan operasinya. Dia mendengar kabar bahwa sekolahnya sedang melaksanakan ujian kelulusan, maka dari itu Jeno belum bisa menemuinya.
Sebenarnya ada sedikit kejanggalan yang dia rasakan, tapi ah... sudahlah.
Helen juga sedang mengerjakan ujiannya dari rumah sakit, gadis itu berusaha mengerjakan uijannya dengan tenang dan teliti.
Cklek,
Helen menoleh saat seorang Suster membawa nampan yang sudah diisi dengan bubur, air mineral, dan buah-buahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeno [COMPLETED]
Jugendliteratur"Len, Jeno berulah lagi. Heh, Xi. Makan tuh, idola yang suka ngebully orang cupu." kata Nathania atau yang biasa di panggil Natha. Helen dan Xi yang merasa di panggil pun menoleh dan menatap kejadian tersebut. Helen yang geram dengan tingkah Jeno pu...
![Jeno [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/211808283-64-k312623.jpg)