26

1.1K 91 3
                                        

"Kalau gue bilang pacar gue itu lo, lo percaya nggak?"

Jeno menghentikan motornya mendadak, dia melihat wajah Helen dari kaca spion sedangkan yang ditatap hanya tersenyum kikuk.

"Nggak, pacar gue Audrey." jawab Jeno enteng, lalu kembali menjalankan motornya.

Helen memudarkan senyum kikuknya menjadi datar, hatinya cukup patah mendengar jawaban Jeno.

Sepuluh menit setelah Jeno memberikan jawabannya, mereka sampai ditempat tujuan dan Jeno merasakan punggungnya memberat. Rupanya Helen tertidur.

Jeno mengambil tangan Helen, mengelusnya pelan. "Maafin aku, ya, Len." batinnya.

Helen yang merasa berisik dengan dluan Jeno pun terbangun, Jeno segera melepaskan genggamannya.

"Tadi lo ileran." kata Jeno.

Helen membulatkan matanya. "Masa, sih? Nggak ada, tuh." Helen mengusap wajah sekitar mulutnya.

"Tadi udah lo elap pas tidur pale tangan, terus tangan lo meluk pinggang gue." goda Jeno.

Helen kembali membulatkan matanya. "Bohong lo, ya?"

"Ngapain bohong, kalau gue jadi cowok lo, gue udah ilfeel banget kali." Jeno turun dari motornya meninggalkan Helen yang masih terduduk di jok belakang.

"Tungguin dong, masa gue ditinggal?!" Helen segera berlari menghampiri Jeno.

"Lama, lo." ucap Jeno kembali meninggalkan Helen.

"Lah? Ditinggal lagi ceritanya?" gumam Helen kembali berlari mengejar Jeno.

"Huft, capek tau!" keluhnya saat berhasil mengatakan langkah dengan Jeno.

"Dasar cewek." Jeno menggandeng Helen dan berjalan lagi.

Helen yang di perlakukan seperti merasa speechless meski hanya dengan alasan Helen lambat, itu cukup membuatnya merasa di sepesialkan lagi.

"Kok di gandeng?" tanya Helen.

Jeno diam tidak menjawab, hal itu membuat Helen melengus kesal.

Jeno membawa Helen duduk di salah satu kedai ice cream yang cukup populer "Baskin n Robbins", Jeno berjalan menuju tempat pemesanan, sedangkan Helen membuka Chat Line dengan Natha.

Nathaniadxzy

Lo di mana? Gue udah sampai.

Kita kena macet, lo lagi di mana? Tunggu di sana aja.

Gue di baskin, kalian langsung ke sini aja.

Oke.

Tak lama Jeno dengan membawa dua menu andalan.

"Nih." Jeno memberikan satu untuk Helen.

"Makasih." ucap Helen yang di balas dengan anggukan.

"Gue boleh foto dulu nggak?" tanya Helen.

"Tinggal foto."

"Bukan guenya, tapi ice creamnya." kata Helen.

Jeno menaruh kembali ice creamnya di meja, sedangkan Helen memotret.

"Boleh di masukin IG?" tanya Helen lagi.

"Jangan tag gue, manti pacar gue marah." sahut Jeno yang memperhatikan pengunjung.

"Pacar kamu kan aku, Jen." batin Helen.

Instagram

lennx

Jeno [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang