4

1.8K 185 18
                                        

JENO POV

Gue bolos aja kali ya, buat nyari Helen. Gue nggak peduli juga kalau dia kenapa-kenapa, tapi, ini gue lakuin biar dia percaya kalau gue beneran sayang dia.

Ini kesempatan gue, ini semua demi menang taruhan. Gue nggak bakal suka dia, nggak bakal ada yang namanya 'senjata makan tuan'. Gue pasti bisa bikin lo bergantung sama gue, Len.

Gue berjalan dengan hati-hati, memanjat gerbang belakang sekolah dan gue berhasil bolos. Urusan bolos mah kecil, gue udah jago. Tapi kalian harus tahu, walaupun gue sering bolos dan jadi anak bandel di sekolah, gue tetap jadi murid pintar di sekolah.

Gue berjlan kaki mengikuti arah jalan raya, terasa banget sih capeknya. Gue memilih istirahat sejenak di sebuah danau, udah lama juga nggak ke sini. Terakhir gue ke sini itu sekitar sebulan yang lalu.

Dari jarak jauh gue bisa lihat ada Helen di tapi danau, ngapain dia di sana? Gue berlari menghampiri Helen yang sedang melamun, gue udah ada di sampingnya aja dia masih belum nyadar. Bentar, gue baru nyadar, dia ngalamun sambil nangis. Kok jadi merinding gini, ya. Mana di danau sepi lagi.

"Len? Kamu ngapain sendirian di sini?" tanya gue.

Dia menoleh, responnya sedikit kaget melihat gue ada di sini. Tapi, nggak lama dia mengembangkan senyumnya.

"Lagi pengen aja, lo kok bisa nemuin gue?" jawabnya.

"Aku-kamu bukan elo-gue. Kebetulan aja sih, tadi aku niatnya mampir ke sini bentar pas udah capek nyariin kamu, eh pas sampai di sini aku lihat kamu." jelas gue.

"Maaf ya, Len. Coba dulu lo nggak suka negor apalagi sampai berurusan sama gue, lo nggak bakal jadi bahan taruhan gue." batin gue.

***

AUTHOR POV

Setelah susah payah membujuk Helen untuk pulang ke rumah, akhirnya Jeno berhasil walaupun dengan syarat harus mentraktir Helen es kirim di kedai es kirim dekat danau.

Saat berjalan menuju kedai es krim, Jeno memperhatikan Helen yang berjalan dengan pikiran yang entah kemana. Untuk mengalihkan pikiran dan perhatian Helen, Jeno mencubit gemas pipi Helen.

"Sakit, Jeno!" Helen meringis memegang pipinya.

"Jangan ngalamun terus, sayang. Emang lagi mikirin apa, sih? Pacarnya sampai di cuekin gini." ucap Marvel.

Helen sebisa mungkin menyembunyikan rasa terkejutnya mendengar ucapan Jeno.

"Kok malah diem, jangan-jangan..., kamu baper ya?" ledek Jeno sambil menusuk-nusuk pipi Helen dengan jarinya.

"Apaan sih, jangan pegang-pegang pipi aku, ah." protes Helen.

"Pipi kamu empuk, kayak bantal. Jadi pengen cium, deh." kata Jeno.

Helen mengangkat tangannya siap melayangkan pukulannya untuk laki-laki yang berada tepat di sampingnya.

"Hehehe, jangan marah, dong. Kan aku cuma bercanda, tapi kalau boleh cium beneran, sih, nggak apa-apa. Aku dengan senang hati malah nyiumnya." ucap Jeno cengengesan.

Helen sudah benar-benar siap melayangkan pukulannya, namun suara notifikasi Line di HP-nya, membuat ia mengurungkan niatnya untuk memukul Jeno.

Nthaniaadix
Len, lo kenapa nggak masuk sekolah? Sakit atau pergi apa gimana? Kenapa nggak ngasih tahu gue sama Xi, bikin khawatir aja, deh.

Lennx
Gue ke danau, Nat. Besok di sekolah gue ceritain, deh. Gue juga lagi sama Jeno, jadi nggak usah khawatir, ya.

Nthaniaadix
Nah, justru itu, karena lo lagi sama Jeno, gue jadi tambah khawatir. Nanti pulang sekolah gue sama Xi ke rumah lo, deh.

Lennx
Nggak usah, gak apa-apa. I'm fine, okay. Maaf ya udah bikin kalian khawatir.

"Serius banget chat-annya, chat-an sama siapa, sih?" tanya Jeno.

"Sama orang, lah." jawab Helen

"Iya, aku juga tahu kamu lagi chat-an sama orang, namanya siapa? Pacar kamu yang lain, ya?" tanya Jeno penuh selidik.

"Iya, lebih dari pacar." jawab Helen yang membuat rasa percaya diri Jeno menurun.

"Kalau dia lebih dari pacar, kenapa sekarang kamu pacaran sama aku?" jawab Jeno tak terima kalau sampai ia di duakan.

Mau di taruh mana harga dirinya, bila teman-temannya mengetahui kalau seorang Jeno Aldero most wanted sekolah, di duakan oleh seorang gadis bernama Helen Nixea.

"Loh? Aku kan nggak pernah bilang kalau aku mau pacaran sama kamu, kamunya aja yang maksa. Lagian kalau Bagi aku dia lebih dari pacar kenapa? Kan emang kodratnya, sahabat jauh di atas dari pada pacar." jawab Helen.

Ternyata Jeno salah paham dengan jawaban ambigu dari Helen, sedikit merasa malu karena terlihat nyolot, Jeno menjadi salah tingkah.

"Kenapa? Salah tingkah ya, karena udah nyolot duluan? Biasa aja kali mukanya." ucap Helen sambil tertawa kecil.

Jeno masih diam, memperhatikan wajah Helen. Merasa bersalah karena telah menarik Helen ke dalam permainannya. Kalau Jeno mau, Jeno bisa saja jatuh cinta dan menjatuhkan hatinya pada sosok bernama Helen sekarang.

Tapi bukan Jeno namanya kalau berhenti saat permainan baru saja di mulai, ia tak akan kalah. Jeno yang menerima tantangan ini, berarti Jeno juga harus bisa menyelesaikan tantangan yang telah ia terima.

"Ternyata, lo emang bener-bener cantik, Len. Pantes aja banyak anak cowok yang naksir sama lo, di suasana yang beda lo bisa jadi orang yang beda tapi tetep bisa bikin nyaman. Maaf, Len, Maaf." Jeno hanya bisa membatin.

Suatu saat nanti ia pasti akan menyampaikan maaf secara langsung, saat semuanya selesai. Ia janji.

Saat cerita Jeno dan Helen selesai, saat taruhan yang di mulainya selesai.

***

Lee Jeno as Jeno Aldero.

• Lee Jeno as Jeno Aldero

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jeno [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang