11. Morning Glory

112 20 3
                                        

⭐️Aku ingin mengulang waktu dalam kenangan indah antara kamu dan aku⭐️

🐞Kumbang🐞

Now Playing => Pamungkas - One Only

***

Basecamp D'star mendadak terisi oleh suasana khawatir khususnya kedua teman Genta yaitu Ferdi dan Robi yang terlihat menghela nafas berkali-kali hanya agar hati mereka terasa lega. Namun, bagaimana mungkin mereka merasa lega, mereka masih membutuhkan penjelasan Genta yang sedari tadi melamun seperti pikiran pria itu sedang kosong.

"Lo kena skors dari sekolah... Karena gak bisa mempertahankan emosi lo," Robi berkutik terlebih dulu untuk membuyarkan lamunan Genta.

Mendadak pria yang sedang diajak bicara itu tertawa hambar, "Setidaknya si brengsek itu dikeluarin dari sekolah,"

"Siapa sih cewek itu bagi lo sampe lo ngelakuin hal ini? Sampe lo gak bisa tahan emo..-"

"Dia lebih dari sekedar hidup gue. Jika nyawa gue adalah satu-satunya hal yang dia mau, gue akan kasih. Bahkan alam semesta bakal gue kasih, jika itu yang membuat dia bahagia," Genta memotong pertanyaan Ferdi dengan jawaban kesungguhannya hingga kedua temannya itu termenung.

Robi masih ingin banyak bertanya tentang gadis yang mengisi pikiran temannya itu, tentu ia akan mengintimidasi karena Genta telah dianggap sebagai keluarga bagi hidupnya, begitu juga Ferdi. Mereka harus tau isi pikiran dan masalah masing-masing untuk diselesaikan maupun untuk diketahui sebagai tanda peduli.

"Gue kenal Shafa lebih lama dari lo karena kita satu sekolah. Tapi, gimana lo bisa kenal bahkan jatuh cinta sama Shafa dalam waktu dekat ini?" tanya Robi. Ia bahkan tak mengerti sosok Genta yang dikagumi banyak gadis-gadis cantik itu sulit sekali jatuh cinta. Namun, saat bertemu dengan gadis cacat seperti Shafa, ia langsung terpincut seakan dunianya hanyalah tentang gadis itu.

Genta tersenyum pahit dan berusaha menahan pening dikepalanya jika mengingat masa lalu kelamnya, "Lo salah..., Gue udah lama kenal Shafa bahkan sebelum kenal kalian," jawab Genta membuat dua temannya itu terkejut.

"Beneran lo, Gen?! Gimana bisa? Dimana lo kenal dia? Kapan lo kenal dia? Kenapa kita gak tau?" itulah pertanyaan bertubi-tubi dari Ferdi membuat Genta terkekeh.

"5W 1H dari lo bakal gue jawab semua. Tapi enggak sekarang, gue belom sekuat itu untuk ngorek masa lalu gue," jawab Genta membuat mereka berdua menghela nafas kecewa. Mereka butuh sekali penjelasan yang tak pernah mereka tahu mengingat mereka telah berteman lama dan sangat dekat layak saudara kandung.

Terlihat Genta beranjak dan mengambil jaketnya membuat dua temannya itu mendapat tanda tanya lagi dalam benaknya. Setidaknya ada satu pertanyaan pasti.

"Mau kemana lo?" tanya Ferdi dan Robi secara bersamaan layak saudara kembar.

"Mau beli bunga." jawab Genta yang langsung menghilang setelah ia melewati pintu.

Ferdi menoleh kearah Robi dengan wajah bingungnya, "Kenapa Genta suka banget sama bunga? Biasanya cewek yang suka bunga. Apa jangan-jangan Genta transgen..-"

"Dia beli bunga buat kuburan lo nanti!" potong Robi membuat Ferdi terbelalak.

"Sialan lo!" ketus Ferdi langsung memukul temannya itu dengan bantal tidurnya hingga Robi terbahak-bahak sembari menghindar.

⭐️🐞⭐️🐞⭐️

Genta berjalan masuk ke toko bunga itu bersamaan Evelyn yang keluar membuat Genta terdiam sejenak untuk mengingat sesuatu, ia langsung menoleh kebelakang untuk melihat Evelyn yang terus berjalan.

Kumbang [Complete]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang