12. Sebuah pilihan

116 20 6
                                        

⭐️Aku sangat mencintaimu. Tapi, aku takut menghancurkanmu⭐️

🐞Kumbang🐞

Now Playing => Ina Wroldsen - Strongest

***

Semua orang memancarkan keinginan dan mimpinya ketika mereka mendapat pertanyaan tentang apa yang akan mereka lakukan dimasa depan. Tak sedikit yang mengatakan mimpi hanya akan menghancurkan hidupmu karena mengejar sesuatu secara berlebihan akan merusak mental akibat obsesi, keserakahan, bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka sebut mimpi.

Tapi, seseorang yang mempercayai dirinya sendiri mereka akan merasa bersyukur bahwa mereka masih memiliki tujuan untuk mereka capai, setidaknya mereka memiliki pegangan hidup agar hidup mereka tak terlalu kosong.

"Apa mimpi dan cita-cita kamu dimasa depan?" guru di hadapan para murid bertanya dengan keantusiasannya untuk membahas tentang cita-cita.

Semua murid mengangkat tangannya tanda mereka sangat antusias. Namun, ada gadis diujung sana yang menunduk menatap kaki kirinya dengan tatapan lirih dengan beberapa tetesan air mata yang mendarat dikakinya itu. Hanya dia murid yang tak mengangkat tangannya ketika diberi pertanyaan, tentu hal itu membuat guru itu tertarik. Mengapa hanya anak itu yang tak antusias?

"Noushafarina Tavisha!"

Gadis itu terbelalak, ia hapus air matanya secara sembunyi dan gesit agar ia tak diketahui siapapun. Ia mendongak menatap ke sekeliling ketika semua mata tertuju padanya.

"Apa mimpi dan cita-cita kamu dimasa depan, Shafa?" tanya sang guru memberi senyum yang ramah. Sedangkan para murid yang lain menertawakan pertanyaan tersebut.

"Jadi tukang gorengan kali bu! Dia kan cacat!" cetus seorang murid yang langsung diberi tatapan tajam oleh gurunya.

"Beri kesopanan sedikit jika Ibu berdiri disini! Semua orang harus memiliki cita-cita walau raga mereka tak sempurna. Kekurangan bukan penghalang bagi siapapun, yang sedang kamu remehkan mungkin akan lebih tinggi dari kamu!" ucap sang guru membuat siapapun mengunci mulutnya.

Ezra yang menjadi teman sebangku Shafa langsung mengusap bahu gadis itu, mengisyaratkan Shafa untuk tak ambil hati atas omongan tajam tentang kekurangannya. Shafa menatap Ezra yang ada disampingnya, lalu menatap Evelyn yang ada di depannya. Hanya mereka berdua yang menatapnya sembari memberi kekuatan.

Shafa beranjak dari bangkunya untuk berdiri dibantu tongkat berjalannya. Dengan teguh gadis itu berkata, "Cita-cita aku..., Berdiri di depan dunia dan berbicara tentang percaya akan diri sendiri dan peduli akan sekitar tanpa meremehkan kekurangan orang lain. Karena aku suka bunga, aku ingin berbicara di event World Flower Council sebagai ketua umum di hadapan perwakilan berbagai negara,"

Mata Shafa ia edarkan menatap para murid yang selalu mengusik dan menghina hidupnya karena kekurangan jelas yang ia miliki, "Memang aku cacat..., Tapi aku masih punya tongkat untuk berdiri. Memang aku berbeda dari kalian, tapi aku juga punya mimpi seperti kalian. Jika kalian benci melihat kekurangan aku, bukankah seharusnya kalian dukung aku agar kekurangan aku berubah menjadi kelebihan? Untuk saat ini aku hanyalah Shafa si cacat. Tapi untuk kedepannya aku ingin menjadi Shafa yang kuat. Terimakasih!"

Ucapan Shafa berhasil mendobrak hati mereka si pemandang rendah akan fisik yang Shafa miliki. Mereka tau betul Shafa jarang sekali bicara, tapi dalam sekali bicara Shafa dapat membuat mereka semua bungkam dan introspeksi diri. Mereka belum tentu lebih baik dari gadis cacat sepertinya, mereka mengolok karena Shafa berbeda. Hanya itu.

Kumbang [Complete]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang