31. Bersembunyi Dibalik Amarah

75 10 0
                                        

Kembalilah sebelum detakku berakhir.

🐞Kumbang🐞

Now Playing => Suho - Self-potrait

...


Matahari tampak malu hingga hanya memancarkan setengah sinarnya sore ini menemani Shafa yang sedang menyusuri jalan, menghabiskan waktu melamun. Shafa tak sadar bahwa setiap kakinya melangkah, Lukas mengikutinya dari belakang. Kini, Lukas merasakan batinnya jatuh ke dalam lubang kerapuhan melihat Shafa seperti zombie saat ini. Tatapan Shafa selalu kosong beberapa hari ini, matanya juga sembab dan menghitam seakan gadis itu tak tidur untuk waktu yang lama.

Lukas khawatir jika Shafa akan sakit. Semenjak ia mendengar kabar bahwa Genta melanjutkan studinya ke luar negeri, ia mulai percaya bahwa Genta tak membual. Genta meninggalkan Shafa untuknya seperti permintaan Lukas yang terakhir kali.

Lukas memiliki rasa cinta pada Shafa ketika mereka masih duduk di bangku SMP, memandang Shafa mampu membuat pria segarang Lukas meluluh. Hanya di depan Shafa, Lukas dapat merubah sosok monster menjadi boneka dalam dirinya. Sejak ia kehilangan akal sehatnya, rasa bencinya pada Genta malah menjadikan Shafa target karena Lukas tau jika kelemahan Genta hanyalah Shafa.

Tapi, ia sungguh menciut jika sudah memandang Shafa, obsesinya untuk menyakiti Shafa mendadak runtuh menjadi perasaan rindu. Tatapan polos Shafa dapat membuat Lukas memutar kenangan indahnya bersama Shafa, gadis yang selalu memanggilnya Bintang.

Shafa menginginkan Bintang dalam hidupnya, alih alih memberi Bintang, Lukas malah memberi duri tajam dalam hati gadis itu. Amarah Lukas membuat Shafa takut setengah mati dan Lukas sadar, jika dia tak pernah bisa menahan emosinya, ia tak pernah bisa menahan amarahnya. Karena sesungguhnya Lukas marah pada dirinya, marah pada kematian adiknya, marah pada jalan hidupnya membuat Lukas melampiaskan semuanya pada gadis yang tak tau apapun tentang masalahnya.

Terlihat tongkat Shafa tersangkut lubang yang tak Shafa lihat mengingat gadis itu jalan dengan pikiran kosong. Tubuh gadis itu sempat oleng dan bersiap untuk terjatuh namun dekapan Lukas tak kalah cepat. Gerakan refleksnya yang langsung menangkap Shafa membuat memori lawas itu kembali mampir bersamaan dengan tatapan Shafa yang masih sama.

Lukas berdehem, mengembalikkan tubuh Shafa untuk berdiri dan menggenggam tongkatnya dengan benar.

"Hati-hati.." ucap Lukas tanpa emosi apapun.

Tak ada balasan dari Shafa, gadis itu lebih memilih tetap berjalan mengabaikan eksistensi Lukas seakan Lukas adalah pria asing. Betapa pedih hatinya kini diabaikan oleh gadis yang pernah merangkaikan mahkota bunga untuknya.

"Shafa!" panggil Lukas kemudian. Gadis itu tetap mengabaikan suara Lukas membuat Lukas mendahului jalan Shafa lalu berhenti di depan gadis itu dan menghadangnya membuat Shafa otomatis menghentikkan langkahnya.

"Gue mohon jangan kaya gini!"

Shafa mendongak menatap mata permohonan dari Lukas. Apanya yang gini? Ia harus apa lagi? Semuanya telah ia lakukan namun bayangan Genta selalu menghantuinya, kepergian Genta membuat Shafa tak tau cara untuk menjalani hidup ketika Bintang yang selalu menerangi hidupnya yang gelap pergi begitu saja.

Mengapa pria selalu begitu? Membuat seorang gadis jatuh cinta lalu meninggalkannya, Lukas dan Genta sama saja. Lukas meninggalkannya di masa lalu dan Genta meninggalkannya di masa kini.

"Aku lelah hari ini. Kamu jangan bikin aku semakin lelah dengan cara menanggapi ucapan kosong kamu." ujar Shafa.

"Kosong???"

Kumbang [Complete]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang