⭐️Ketika kamu sadar siapa diriku kamu akan kecewa. Itulah alasan mengapa aku menjadi pengecut saat ini dengan topeng tipuanku⭐️
🐞Kumbang🐞
Now Playing => Oasis - Stand By Me
...
Hujan datang tanpa izin karena hal itu sosok gadis manis pembawa tongkat harus menepi mengingat ia tak membawa payung, jika saja hujan izin terlebih dahulu untuk turun ke bumi, mungkin Shafa akan menyiapkan payungnya sebelum hujan turun.
Waktu mulai malam, Shafa sedikit gelisah pada hujan di malam hari, entah apa alasannya namun Shafa selalu gelisah jika menghadapi hujan dimalam hari seperti saat ini. Shafa terus menggertakan giginya dengan gelisah dikala hujan semakin deras dan tak terlihat tanda-tanda akan berhenti. Jika seperti ini terus Shafa akan telat pulang, ia tak ingin pulang terlalu malam.
Gadis itu tampak menguatkan hati sebelum ia memberanikan menerobos hujan bersama tongkatnya, tak peduli akan tetesan hujan yang mulai membasahi tubuhnya. Bahkan ia tak memikirkan konsekuensi setelahnya, entah ia akan terserang flu atau demam ia tak peduli selama ia tak pulang terlalu malam.
Sretttt!!!
"Awww!!!" Shafa meringis kesakitan ketika tongkat dan aspal tak menyatu dengan baik mengingat aspal yang basah rentan untuk terpeleset apalagi Shafa berjalan harus dibantu tongkatnya. Dan kini ia jatuh terpeleset mengakibatkan luka dilututnya yang mulai mengeluarkan darah setelah ia menahan tubuhnya dengan kedua lututnya itu untuk menghindari benturan kepala.
Shafa berusaha bangkit namun sakit di lututnya membuat Shafa sulit hanya sekedar membuat dirinya sendiri berdiri, ia tak mungkin bisa bangun dan berjalan disaat seperti ini. Sedangkan tempat disana sudah mulai gelap dan sepi, tak ada seorang pun yang hanya sekedar lewat mengingat hujan akan membuat para manusia lebih betah bersembunyi dibalik selimut.
"Arghh!" Shafa tetap menguatkan diri untuk berdiri namun ia kembali terjatuh, hal itu membuat dirinya frustasi hingga tanpa sadar ia mengeluarkan air mata yang menyatu dengan air hujan.
Ia tetap berteguh hati untuk berdiri dibantu tongkatnya namun apa daya kekuatan kakinya mulai melemah hingga ia kembali terjatuh, sangat sakit jika terjatuh berkali-kali hingga berakhir mati rasa. Gadis itu mulai lelah, dan lebih memilih diam dengan air mata yang tetap mengalir menangisi kelemahan dan kekurangan yang gadis itu miliki.
Shafa terus menangis sesegukan sembari menatap luka dilututnya, semakin terkena tetesan hujan semakin perih luka itu terasa. Semakin sakit!
Tanpa sadar Shafa bergumam dengan tebata, "B-bintang... Tolong aku..."
Gadis itu mulai gemetar kedinginan dan pucat hingga ia merasa tubuhnya mulai melayang. Seperti ada seseorang yang sedang mengangkut tubuhnya. Shafa berusaha mendongak dan menatap siapa yang telah menolongnya kini namun tatapannya mendadak buram hingga lama kelamaan kesadarannya menghilang.
Gadis itu kelelahan!
***
Genta merasa rasa rindunya terlalu menusuk hingga ia melawan rasa itu dengan menemui gadis yang sangat ia rindukan walau ia harus menerobos hujan sekalipun ia tak peduli, ia merasa harus menemui gadis itu.
Genta menoleh kearah toko bunga dimana gadisnya bekerja namun sudah tutup dan gelap dan gadis itu tak ada disana. Genta memikirkan suatu hal bahwa Shafa memiliki kenangan buruk tentang hujan dimalam hari, tak mungkin Shafa berani pulang disaat seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumbang [Complete]✔
Teen FictionNoushafarina Tavisha, gadis cacat yang mampu bersekolah di SMA Mekar yaitu salah satu sekolah paling bergengsi yang dihuni oleh para murid yang high class. Namun, hanya Shafa yang berbeda mengingat gadis itu hanyalah gadis cacat dari kelas rendah ya...
![Kumbang [Complete]✔](https://img.wattpad.com/cover/203045610-64-k589531.jpg)