⭐Aku akan tertidur dengan nyenyak. Karena hanya dengan cara itu aku dapat menemukanmu.⭐
🐞Kumbang🐞
Now Playing => Dream It Possible
...
Gerbang itu terbuka lebar, SMA Mekar terpampang di depannya. Setiap Shafa melangkahkan kedua kakinya untuk berjalan lebih dalam, semua orang menyapanya dengan senyuman tulus mereka. Kebahagiaan tertera jelas di wajah mereka semua ketika Shafa membalas senyuman itu semua. Matanya yang berubah sabit menjelaskan betapa bahagianya Shafa saat ini dimana semua cahaya seakan tertuju padanya... Ralat! Shafalah cahaya yang sesungguhnya, gadis yang telah menerangi dunia dengan senyumannya.
Dua orang yang sedang merentangkan tangannya di depan Shafa tak ia tolak rengkuhan mereka. Ezra dan Evelyn sangat merindukan sosok Shafa yang terlihat menakjubkan saat ini. Rambut coklat terurai panjang, mata terangnya, dan tentu senyuman manis Shafa yang paling berpengaruh. Shafa sangat cantik hingga semua orang terpesona oleh pancaran kecantikan Shafa saat ini.
Rengkuhan itu tak bertahan lama, Shafa kembali berjalan menyusuri lebih dalam sekolah kesayangannya. Berbagai fasilitas juga design sekolah yang teramat indah mengingat SMA Mekar adalah sekolah tertinggi di Indonesia membuat Shafa tak hentinya berjalan sembari menyentuh apapun di sekolah itu. Helaan nafas kagum terulang ketika ia sampai di tempat favoritnya, tentu saja... Taman.
Hal pertama yang Shafa cari di taman itu pastilah kursi panjang yang menjadi tempat ternyamannya. Tentu bunga yang terawat indah mengelilinginya. Namun, kursi itu telah terisi oleh seorang pria yang sedang fokus menyentuh bunga di sampingnya hingga senyum Shafa merekah dan menghampiri pria itu penuh antusiasme. Shafa langsung mendudukan bokongnya di samping pria itu.
Beberapa detik Shafa tatap rahang pria yang masih fokus memainkan kelopak bunga, hingga pria itu mulai menoleh kearahnya karena eksistensi Shafa baru disadarinya. Pria itu tersenyum hangat hingga terlihat deretan gigi rapinya, sangat menawan. Tak lupa pria itu mencabut satu bunga dan menempelkannya pada telinga Shafa membuat gadis itu terlihat sangat cantik bahkan hati pria itu seakan meluluh.
"Cantik."
Lukas. Pria itu memberi sejuta kehangatan hanya dengan senyuman tulus yang ia berikan. Dengan semua yang telah terjadi, Lukas berhak mendapatkan kebahagiaan abadi, tak akan pernah ada luka dan rasa sakit yang sama, dia akan tetap tersenyum bahagia selamanya. Karena Shafa telah memberikan sebuah hadiah terindah bahwa Shafa telah memberikan waktu yang amat berharga bagi pria itu, dan Lukas sangat bersyukur akan hal yang ia dapat dari Shafa karena hanya waktu yang ia butuhkan.
Shafa menunduk tersenyum malu kala Lukas tak henti menatap betapa cantiknya Shafa saat ini. Beberapa detik mereka diam hingga Shafa mulai mengangkat kepalanya dan menatap apapun yang ada di depannya dengan nafas yang terasa bebas, ia merasa lebih hidup saat ini.
"Hidup tak menjamin jiwa kita merasa hidup. Ada kalanya kita bernafas dikelilingi oleh siksaan batin yang membuat kita seperti mayat hidup yang haus akan ketenangan." Shafa mengambil jeda untuk tersenyum hina.
"Psikiater bukanlah pintu kehidupan, melainkan pintu untuk bersandar. Ketika semuanya selesai, bukanlah sebuah ketenangan akhir yang kita dapat. Karena semuanya tak akan pernah selesai melainkan hanya diberi peluang istirahat sedikit."
Lukas bergeming pilu akan ucapan Shafa, "Terus gimana semuanya dapat selesai?"
Shafa mengalihkan pandangannya untuk menoleh menatap Lukas, seakan ingin memancarkan perasaan lega yang berakhir naas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumbang [Complete]✔
Teen FictionNoushafarina Tavisha, gadis cacat yang mampu bersekolah di SMA Mekar yaitu salah satu sekolah paling bergengsi yang dihuni oleh para murid yang high class. Namun, hanya Shafa yang berbeda mengingat gadis itu hanyalah gadis cacat dari kelas rendah ya...
![Kumbang [Complete]✔](https://img.wattpad.com/cover/203045610-64-k589531.jpg)