Noushafarina Tavisha, gadis cacat yang mampu bersekolah di SMA Mekar yaitu salah satu sekolah paling bergengsi yang dihuni oleh para murid yang high class. Namun, hanya Shafa yang berbeda mengingat gadis itu hanyalah gadis cacat dari kelas rendah ya...
⭐Sedang menikmati ketidak bahagiaan bukan berarti kita harus menutupinya dengan kata 'Gapapa'. Bulshit bukan gayanya.⭐
🐞Kumbang🐞
Now Playing => Passenger - Let Her Go
...
Tirai itu terbuka menampilkan tiga pria keren dengan alat band mereka. Malam ini dimulai, kembalinya para Bintang. Mereka membuka suasana malam itu dengan lagu yang asik, membuka setiap senyum penggemar yang sangat D'starnantikan.
Selama 3 menit mereka menampilkan lagu pembukaan, kini Genta mulai mengedarkan pandangannya dengan mata berbinar, binar yang keruh.
"Selama malam, OUR STARS!"
Sapaan Genta dibalas kompak oleh para penggemarnya.
"D'star Comeback! Seperti yang udah kalian tunggu-tunggu, setidaknya kita ngebuat kalian nunggu dengan kepastian kan." Genta tertawa manis.
"Album Stars Fall Down ini terinspirasi dari kami bertiga yang udah nanti-nantiin kalian selama ini. Kalian para Bintang jatuh di hadapan kami bertiga membuat kami mampu mengucap banyak harapan. Dan kalianlah harapan kami."
Harapan untuk melupakan kebahagiaan lamanya menjadi kebahagiaan baru. Yang Genta inginkan hanyalah kebahagiaan bukannya rasa rindu yang tak dapat dilampiaskan. Akankah dirinya mendapat hukuman atas merindukan seseorang yang bukan miliknya? Namun, rasa rindu itu sendiri sudah seperti hukuman paling kejam untuk batinnya.
Kembali ke Jakarta membuat memori Genta terputar kembali. Bunga Gardenia yang ia titipkan ternyata hanya menjadi perantara kisah cinta yang bukan miliknya. Nasib Genta adalah menjadi jarak antara kisah cinta seseorang, bukankah menyedihkan?
"Stars Fall Down. And now I wish you were here."
Ucapan Genta berhasil membuat para penggemar bertanya-tanya. Siapa yang pria itu harapkan tiba-tiba. Begitu juga Ferdi dan Robi yang menatap Genta sendu. Sedangkan Friska yang menyaksikan D'stardalam jajaran VIP mulai meragukan sesuatu, sesuatu yang selalu Genta sembunyikan. Jelas-jelas dirinya berdiri menatap Genta penuh rasa bangga namun pikiran pria itu seakan bukan di tempatnya.
Wajah senang Genta seakan dipaksakan, dan memang Genta selalu melakukan itu karena Genta tak pernah hidup dalam kebahagiaan. Hanya ada seseorang yang mampu membuatnya bahagia namun orang itu bukan lagi miliknya namun pikirannya bertanya-tanya.
Apakah hati yang pernah tertuju padanya masih tersisa disana?
⭐🐞⭐🐞⭐
Shafa melangkahkan kakinya bersama tongkat silver miliknya ke arah pintu yang sedari tadi mengganggu tidur malamnya dengan suara bel yang tiada hentinya berbunyi. Siapa juga yang datang malam-malam begini, jika Shafa tak membukanya Shafa akan terus merasa terganggu. Padahal Shafa sedang dalam masa pingitan sebelum hari pernikahannya besok.
Tepat ketika Shafa membuka pintu seseorang muncul dengan senyuman tulus.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.