8

1K 123 1
                                        


Minjae sampai pada sebuah alamat kantor jaksa pusat kota Seoul, wanita Kang itu pertama kalinya datang ke area semacam ini selama hidupnya.

Maklum saja, dirinya yang belum pernah menikah dan tidak memiliki catatan khusus datang ke bagian firma hukum termasuk jaksa jelas membuat dirinya kebingungan sendiri.

Beruntung, beberapa karyawan yang melewatinya ada yang mengenalinya. Layaknya seperti sebuah artis, wanita Kang itu hanya mengatakan nama Jung Sohyun saja, mereka paham benar yang Minjae maksudkan.

Setelah di antarkan pada ruang tunggu di sebuah ruangan khusus salah seorang wanita yang mengaku sebagai rekan 1 tim dengan Sohyun menyuguhkan secangkir teh hangat di atas meja sebagai jamuan.

"Nyonya Sohyun memang sedikit terlambat hari ini. Apa sebelumnya nyonya sudah ada janji dengan beliau ?"

"Tidak. Apa itu menjadi masalah ?"

"Ah tidak, tapi akan lebih mudah jika anda memiliki janji temu dengan nyonya Jung sebelumnya."

Minjae tertawa canggung menanggapi.

"Oh begitu ya ?"

" kami akan segera menghubungi nyonya Sohyun sekali lagi, mohon bersabar ya nyonya."

Minjae hanya tersenyum menanggapi, membiarkan wanita berambut pendek itu menjalankan tugasnya hingga menghilang keluar ruangan meninggalkannya seorang diri.






Diam adalah emas. Bukankah itu penggambaran yang tepat untuk Sohyun ? Bahkan diamnya dirinya selama ini membuatnya memiliki cukup banyak stok kesabaran yang luar biasa untuk menghadapi Baekhyun.

Jika Baekhyun bisa di miliki wanita lain selain dirinya, lalu bagaimana jika ia juga ikut terlibat mengikuti permainannya ? Bukankah akan semakin menarik ?

Taera mungkin unggul di bagian tertentu dalam diri wanita itu yang kali saja tak ada dalam diri Sohyun, tapi Sohyun juga bukan wanita yang memiliki banyak kekurangan. Hidupnya, bahkan fisiknya semua hampir sempurna. Wanita cantik idaman para pria.

Katakan saja apa yang kurang dari seorang Jung Sohyun. Jika kau tau betapa menyedihkannya kehidupan kelamnya maka nilai sempurna itu bisa kau ukur sendiri.

"Kau sangat cantik hari ini." Puji Sehun setelah pria itu sempat mengamati penampilan sahabatnya itu sedari tadi, sejak wanita itu datang menemuinya di sebuah cafe tak jauh dari kantornya.

Sohyun mengulas senyum sebentar sebelum tertawa lebar mendengar ucapan Sehun mengenai penampilannya pagi ini.

"Waeyo ? " tanya Sehun tak mengerti mengapa wanita itu justru tertawa menanggapinya.

"Tidak .. hanya teringat akan seseorang yang mengatakan hal yang sama seperti yang kau ucapkan."

"Nugu ?"

"Tidak penting, lagipula aku hanya sebatas teringat. Lupakan, jadi bagaimana dengan kondisimu ?" Tanya Sohyun mencoba mengalihkan topik.

Sehun mengendikkan bahunya seraya menyeruput kopi miliknya yang telah menghangat.

"Beritahu aku jika terjadi sesuatu. Kau selalu membuatku khawatir." Ocehnya seolah memprotes.

Sehun berdecih menolehkan kepala mengalihkan pandang.

"Jika kau mengkhawatirkan aku, maka kau juga perlu mengkhawatirkan dirimu sendiri."

"Aku ? Wae ?" Tunjuk Sohyun dengan telunjuknya pada dirinya sendiri.

WRECKED [ TAMAT ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang