🌾Selamat membaca
Rafa langsung dilarikan ke rumah sakit setelah diselamatkan oleh regu penyelamat yang datang atas suruhan pak delo. Tangan dingin itu juga masih zidan pegang, mulutnya tak berhenti mengucapkan doa.
Keinan kini juga ada disampingnya, ia tak tahan melihat tubuh sahabatnya itu dipasangkan alat alat aneh. Ia hanya bisa melihat ke sisi jalan untuk meredam kesedihannya dan kekesalannya.
//
Sesampainya dirumah sakit...
"Langsung bawa ke ICU!! CEPAT!!" salah satu dokter muncul dari dalam rumah sakit setelah mobil ambulance itu tiba. Laki laki itu adalah dokter yang menangani rafa dulu.
"Nafasnya tidak teratur dok!" ucap salah satu perewat sambil berlari ke arah ruangan ICU.
"Lakukan tindakan operasi. CEPAT!" Perintah dokter tersebut sambil berlari ke arah ruangan ICU.
Zidan hanya bisa mendengar percakapan 2 orang itu. Ia tak mau memikirkan hal buruk tentang keadaan sang adik.
//
Operasi itu berlangsung kurang lebih 3 jam. Kini lampu merah itu telah padam, menandakan operasi sudah usai.
Zidan tak bisa memasuki kamar rawat rafa, karena keadaannya yg masih lemah, bahkan bisa zidan lihat sakitnya sang adik ketika selang itu masuk ke mulutnya ( ventilator).
"Makasih kak." keinan datang dan langsung memeluk zidan. Ia juga merasakan bahunya basah. Keinan menangis.
"buat apa?" Tanya zidan dengan nada serius.
"setidaknya lo ada waktu rafa butuh pertolongan." Jawab keinan seraya menghapus air matanya yang turun.
"Gua ninggalin dia." Ujar zidan sambil memijat pelipisnya.
Keinan hanya diam. Ia tau sifat zidan. Ia tau kelemahan kakak sahabatnya itu. Yaitu rafa. Bagaimanapun zidan bersikap kasar ia tak mungkin membunuh adiknya itu, apalagi meninggalkan rafa disaat sekarat seperti ini.
Kemudian tak lama setelah itu, salah satu suster datang untuk mengecek keadaan rafa. Setelah suster itu keluar, keinan lantas menanyakan apa rafa sudah bisa dijenguk atau belum.
"sus?" panggilnya.
"iya, ada apa?" Suster itupun lalu menghampiri Keinan.
"teman saya baik baik ajakan?" Tanya keinan.
"Keadaanya bisa dikatakan baik, kalian sudah bisa masuk kok. Tapi jangan terlalu berisik dan jangan mengganggu ketenangan pasien. Saya permisi dulu ya." Suster itupun perlahan menjauh meninggalkan keinan.
"Makasih sus."
Keinan berjalan ke arah zidan.
"Kakak masuk sana! Udah bisa masuk kok." zidan langsung mengangkat kepalanya dan menatap keinan.
"serius?" binar redup itu mulai tampak cerah kembali.
"Iya, tadi suster yang bilang, masuk gih!" Ujar keinan lagi.
"Yaudah gua masuk dulu." Zidan langsung beranjak dari sana.
Zidan memasuki kamar yang ia tunggu dari tadi, matanya hanya tertuju pada rafa. Melihat adiknya bernafas sudah membuatnya lega. Ia duduk disamping rafa. Dan mulai mengajak rafa untuk berbicara walaupun adiknya itu belum sadar.
"sorry... Gua ngga tau bakal begini." Ujar zidan sambil menatap rafa.
"Gua harap lo masih mau bangun." zidan langsung berlari ke luar kamar tanpa berpamitan kepada sang adik.
Keinan yang berada diluarpun terkejut melihat zidan yang berlari menjauh dari kamar rafa.
Kini gilirannya, iapun masuk keruangan tersebut. Rafa masih terlihat pucat, pikirnya. Jelas, bahkan ia sempat kehilangan nadinya. Tapi syukurlah tuhan masih berbaik hati.
"jahat lo. Berani beraninya lo ngga balik. Padahalkan udah gua bilang, lo harus balik. Gua nunggu tau ngga sampe ketiduran." Ia terkekeh pelan seraya mengusap rambut rafa.
"lo itu adik gua tau ngga fa? Gua juga sama kayak kak zidan, gua ngga mau liat lo begini lagi." tangannya kini menggenggam tangan milik rafa.
"bangun fa!" kalimat terakhir sebelum kekehan tadi berubah menjadi tangisan pilu. Keinan menundukkan kepalanya ke bawah tanpa sadar tangan yang ia genggam mulai bergerak.
"Fa? Fa lo denger gua?" tanya keinan sambil mengguncang tangan rafa.
"Hei ini gua keinan." mata rafa masih terpejam namun sudah mulai bergerak.
Keinan langsung berlari keluar dan memanggil dokter yg tadi menangani sahabatnya itu. Zidan yang sudah kembalipun mulai khawatir dan panik.
"Rafa?" ia membuka paksa pintu itu dan melihat sorot mata yg ia tangisi dari tadi sudah terbuka.
[TBC]
Makasih yang udah baca, vote dan komen. Semoga suka yaa sama part kali ini😉
MAKASIH BANYAAAAK💜💫
*kalau masih ada kesalahan setelah direvisi, tolong dikoreksi yaa😉
KAMU SEDANG MEMBACA
P L E A S E! [End]
Teen FictionDia yang hidup hanya sebagai pelampiasan kemarahan dari seseorang yang tak lain adalah kakaknya sendiri. ......... "LO ITU CUMA NUMPANG BANGS*T!! "Maaf kak..." #48 friendship → 20200831 #10 brotheship→ 20200907 #06angst → 20210217 ⚠AKU TEKANIN, CER...
![P L E A S E! [End]](https://img.wattpad.com/cover/229644042-64-k897193.jpg)