🌾Selamat membaca
Setelah mendekam dirumah sakit kurang lebih 1 minggu, rafa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dengan syarat tak boleh terlalu letih terlebih dahulu. Semua barang sudah dikemasi kini hanya menunggu keinan datang, ia sengaja pulang untuk menjemput mobilnya.
"Yakin lo mau pulang?" Tanya zidan ke 3 kalinya kepada rafa.
"Yakin kak, lagian kita harus irit irit uangkan?" Tanya rafa dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya.
Ucapan rafa ada benarnya, kini mereka hanya berdua sedangkan uang yang kini ia pakai adalah milik kedua orang tuanya yg sudah meninggal. Uang itu akan habis bila dipakai terus-menerus.
Ceklek...
"Mobilnya udah siap." Ucap keinan yg tiba tiba membuka pintu kamar rawat rafa.
"Yaudah sini gua bantu." Ucap zidan sambil memegang tangan rafa saat ingin turun dari brankarnya.
"Hati hati!" Peringat keinan pada zidan.
//
Sesampainya dirumah, rafa tak langsung masuk ke dalam. Ia melangkahkan kakinya terlebih dahulu ditaman depan rumahnya.
"Kei, gua ke kamar dulu mau mandi. Rafa mana?" Tanya zidan.
"Rafa ditaman depan, katanya rindu. Ngga tau apa yang dirinduiin." Jawab keinan sambil membuka jaketnya.
"Oh yaudah tolong jagain bentar ya, abis itu kita makan bareng, gua udah pesen makanan tadi." Keinan terdiam sebentar. Baru kali ini ia mendengar zidan berkata sepanjang itu.
"Sip kak."
Keinanpun berjalan ke arah taman, melihat rafa yang tersenyum kepadanya membuat hatinya menghangat. Keinan lalu mendekat dan duduk disamping sahabatnya itu.
"Ngapain sih lo di sini? Ntar kalo sesek lagi gimana?!" Ucap keinan sambil mendengus kesal.
"Ngerocos aja lo dari tadi."
"Kei, lo ngerasa aneh ngga sih, kok kak zidan bisa baik sama gue?" Herannya.
"Ya alhamdulillah dong." Jawab keinan dnegan sewot.
"Iya tapikan... OH LO PASTI BILANG YG NGGA ENGGA SAMA KAK ZIDAN? IYAKAN?!" ucapnya tiba tiba sambil mendorong keinan pelan.
"Kalo iya kenapa? Harusnya lo bersyukur kak zidan udah mulai dekat sama lo." Rafa melamun sekejap.
"Gua ngerasa asing aja kei, biasanya kakak bakal marah kalo sampai gue masuk RS, katanya ngabisin duit." Katanya sendu.
"Udah, mulai sekarang biasain diri lo.jangan ngerasa sendiri lagi." Keinan menatap mata rafa yg sudah berkaca-kaca.
"Thanks kei." Ujar rafa diiringi air mafa yang mulai menetes.
"Dasar cengeng." Ejek keinan sambil menepuk paha rafa.
Tanpa mereka sadari zidan sudah memperhatikan rafa dan keinan dari kamarnya. Ntah mengapa melihat rafa sekarang membuatnya tak bisa jauh dari sang adik.
//
Setelah cukup lama berada ditaman, zidan memanggil mereka berdua untuk masuk ke rumah karena makanan yg mereka pesan sudah tiba.
Zidan memesan macam makanan, salah satunya kerang asam manis kesukaan rafa.
"Enakkan makanannya?" Tanya zidan.
"Enak banget. Udah hampir setahun rafa ngga makan ini." Rafa lalu menjawab.
"Hmm.. Kak, kayaknya gua ngga bisa lama lama disini. Soalnya nyokap mau ngajakin gua jam 2 nanti. Biasalah ada acara bisnis." Ujar keinan sambil menatap zidan yang ada dihadapannya.
"Gapapa, lo bebas kok mau main main kesini." Jawab zidan dengan ramah.
"Habisin makanannya!" Perintah zidan. Mereka berdua pun melanjutkan makan makannya.
//
"Yaudah, gua pulang dulu. Mungkin besok gua kesini lagi abis pulang sekolah." Ujar keinan sambil mengambil kunci mobil yang ia letak diatas lemari TV.
"Hati-hati! jangan ngebut." Ujar zidan dengan sedikit tegas.
"Iya iya. Fa gua balik dulu ya?" Sambil menepuk bahu rafa.
"Hmm. Makasih ya?" Ujarnya balik.
Kemudian keinan memasuki mobilnya dan melaju begitu saja.
Tinggalah rafa dan zidan sekarang. Memang agak sedikit canggung karena sikap zidan yg masih agak dingin membuat rafa segan untuk dekat ke sang kakak.
"Istirahat sana, tidur!" Zidan menyuruh rafa lalu melenggang pergi. Aneh rasanya bila zidan tiba tiba baik ke dirinya. Tapi apa yang dikatakan keinan tadi ada benarnya. Ia harus membiasakan diri.
"Iya kak." Ia juga mulai beranjak ke kamarnya yang ada dilantai 2.
Rafa sampai dikamar yg menjadi bukti pedih dan kelam kehidupannya dulu, Susahnya mendapatkan perhatian zidan kakaknya dan sakit yang ia rasakan setelah zidan memukulnya atau memakinya.
Tak ada yg berubah dikamarnya ini, masih terasa sepi baginya. Air mata itu kini menggenang di pelupuk matanya. Mengingat semua kejadian pahit di masa lalu.
"Aku harap setelah ini, kakak ngga kasar lagi."
[TBC]
Untuk sementara rafanya ngga disiksa dulu yaa, kan kasian tiap hari ada aja yg bikin dia nangis.😫
.
.
.
Makasih yang udah baca, vote dam ngomen💜✨
MAKASIH BANYAAAAK😚💜
*kalau masih ada kesalahan setelah direvisi, tolong dikoreksi yaa😉
KAMU SEDANG MEMBACA
P L E A S E! [End]
Teen FictionDia yang hidup hanya sebagai pelampiasan kemarahan dari seseorang yang tak lain adalah kakaknya sendiri. ......... "LO ITU CUMA NUMPANG BANGS*T!! "Maaf kak..." #48 friendship → 20200831 #10 brotheship→ 20200907 #06angst → 20210217 ⚠AKU TEKANIN, CER...
![P L E A S E! [End]](https://img.wattpad.com/cover/229644042-64-k897193.jpg)