🌾Selamat membaca
Zidan langsung memberi tahu keinan bahwa rafa sudah bangun tadi malam. Kini keinan dan mamanya yang ia janjikan datang sudah berada di kamar rawat Rafa dengan wajah yang berbinar ketika mendengar kabar Rafa telah bangun dari komanya tersebut.
Mata itu masih terpejam karena efek bius malam itu. Zidan dan Keinan merasa lega penantiannya selama ini berbuah manis.
"Kakak kok ngabarin gue tadi malam kalau rafa udah sadar?" Tanya keinan kepada zidan yg ada disamping brankar Rafa dengan nada kesal yang ia buat-buat.
"Udah malam. Lo juga baru pulang, ngga mungkin kesini lagi." Jelas zidan ke keinan dengan sabar dan tenang.
"Tapikan bisa kasih kabar gitu. Gua ngga bisa tidur tau ngga?" Kesal keinan lagi sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Tetap aja. Gua ngga enak lo kesini lagi sedangkan rafa masih di bius. Lo tetap ngga bisa bicara sama dia." Jelasnya kembali.
"Tapi kakakkan bisa whatsapp gue. Bilang aja -"
"Kalian ini, berantem tuh jangan disini. Kasian rafa nanti kebangun." Mama keinan yang bernama Fitri itu menengahi mereka berdua yang masih terlihat kesal satu sama lain.
"Maaf ma, dia tuh yang mulai." Adu keinan kepada mamanya yang menatap Keinan sambil menggelengkan kepalanya.
"Ihh pake acara nyalahin orang lagi." Sewot Zidan ke arah Keinan. "Udah udah!" Fitri kembali menengahi kedua lelaki itu dengan sabar.
Zidan kembali melihat keadaan rafa, tersenyum kepada adiknya lalu mengecupnya singkat pucuk kepala adiknya.
"Tante, aku titip rafa bentar ya. Mau makan dulu." Ujar Zidan yang menghampiri Fitri yang tengah duduk disofa tersebut.
"Oh iya gapapa kok, Keinan kamu ikut aja sana sama Zidan. Kamu belum makan kan?" Tanya Fitri pada anak semata wayangnya itu.
"Iya ma, ayo deh. Laper banget perut gua nih." Jawab Keinan yang sedang memegang perutnya itu ke arah Zidan yang berada di sampingnya.
"Yaudah tan, Zidan sama Keinan keluar bentar ya?"
"Iya hati-hati kalian." Mereka berdua menyalami fitri dan mulai beranjak keluar. Keduanya juga tampak masih mengoceh ketika berada diluar kamar rawat Rafa.
Setelah 2 orang itu keluar, Fitri mendekat ke arah rafa dan duduk disampingnya. Tatapan yang tadinya teduh itu tiba-tiba berubah menjadi tajam di sertai seringai yang tak kalah tajam itu.
"Rafa. Jadi kamu orangnya."Ia mengusap pelan pipi rafa sambil tersenyum sinis.
"Ternyata kamu, yang sudah membuat anak saya berubah, yang sudah membuat anak saya rela membohongi saya untuk bertemu kamu, yang sudah membuat anak saya jarang dirumah sampai di sakit. Hahahaha... Bumi itu ternyata sempit ya?" Suara tawa mengerikan itu terdengar di sepanjang ruangan itu.
Ia beralih mengusap kepala rafa yg dibalut dengan perban putih.
"Rafa rafa, permainan ini ternyata lebih gampang dari perkiraan saya. Tunggu tanggal mainnya ya?" Ia lalu terkekeh pelan dengan tatapan yang terus tertuju pada lelaki bermuka pucat tersebut.
Fitri keluar dari kamar rawat itu tanpa memikirkan perkataan zidan tadi untuk menjaga adiknya sebentar.
//
Zidan kini berada di salah satu cafe yang lumayan dekat dari rumah sakit yang rafa tempati. Cafe ini tampak sedikit ramai. Terlihat dari remaja-remaja yang suara tawanya memenuhi seluruh cafe itu.
"Ngomong-ngomong, Lo pernah berantem ngga sih sama Rafa? Gua liat-liat hubungan lo sama dia kayaknya adem banget." Tanya Zidan Sambil meminum jus jeruk yang ada didepannya.
"Ya pernahlah. Apa? Adem? Lo ngga tau aja tiap hari kita hampir berantem. Pasti pernah sih, tapi udah clear kok." Jawab Keinan dengan wajah songongnya seakan merasa paling dekat dengan Rafa.
"Kalian berantem karena apa?" Tanya Zidan lagi dengan wajah yang sangat serius menatap Keinan tersebut.
"Hmm, karena apa ya? Oh iya, waktu itu..."
//
Flashback on
Kelas itu tampak sepi, hanya ada 2 penghuni di dalamnya saat ini. Semua murid sudah keluar karena sekarang adalah jam istirahat. Namun dua pemuda itu tak memerdulikan lonceng yang menjadi sumber kebahagiaan seluruh murid disekolah itu.
"Lo suka sama Dita?" Keinan datang menghampiri rafa yang sedang menulis sesuatu di mejanya.
"Ngga, ngapain lo bahas cewek? Tumben banget." Jawab Rafa dengan kekehan palsu yang ia buat.
"Gue serius Fa. Lo suka sama Dita?" Tanya keinan lagi dengan tutur yang lebih tegas dari biasanya. Rafa yang melihat itu mulai merasa tak nyaman.
"Ngga Keinando." Jawabnya lagi dengan pasti.
"Terus ini apa?" Keinan tiba tiba memberi sebuah kertas ke hadapan Rafa.
Rafa terdiam melihat surat yang 1 minggu lalu ia beri ke Dita sekaranc ada ditangan Keinan. Ia lalu menatap wajah sahabatnya yang sudah menatapnya sinis saat itu.
"Benerkan? Lo suka sama Dita?" Keinan kembali menanyakan hal yang sama. Tersirat rasa ketidakpercayaan dalam hati Keinan, bagaimana bisa Rafa menyukai perempuan yang juga ia cintai.
"Sorry kei. Gue ngga tau perasaan itu bisa tiba-tiba muncul." Ungkapnya dengan nada sendu dan kepala yang tadinya mendonggak ke arah Keinan mulai menunduk.
"Seharusnya lo bisa jujur sama gua Fa. Lo coba tutupin semua ini dari guakan? Kenapa lo ngga jujur sih hah?! Kecewa gua." Keinan meninggalkan rafa seorang diri dikelas tersebut. Rafa yang melihat ituoun mencoba mengejar Keinan walau semuanya percuma.
"KEINAN!!"
flashback off
//
Zidan menatap Keinan dengan serius. Ternyata adik kecilnya itu pernah menyukai seseorang. Hal itu membuat Zidan tersenyum sejenak. Hal yang sebelumnya tak pernah Zidan bayangkan sama sekali.
"Terus apa yang lo lakuin?" Tanya Zidan yang masih menatap Keinan tajam.
"Gua marahan sama rafa, berapa hari ya? 3 hari mungkin." Jawabnya dengan santai sambil menyeruput jus yang ada ditangannya.
"Cepet banget baikannya." Ledek Zidan yang terkekeh pelan. Keinan yang mendengar itupun lalu membalas.
"Kalau kita kenal sama seseorang tapi ngga nyapa dia selama 3 hari ntar dosa. Belajar agama ngga sih lo kak?" Jelas keinan ke Zidan dengan nada yang sedikit kesal.
"Iya iya pak ustad." Jawab Zidan lalu mereka berduapun melanjutkan acara makan makan tersebut.
Spoiler:
"Kalian siapa?"
[TBC]
Makasih yang udah baca sampe akhir, yang udah vote sama komen juga makasih yaa💜😚
Sorry bgt ini part gajelas wkwkw.
MAKASIH BANYAAAAAK💜✨
*kalau masih ada kesalahan setelah direvisi, tolong dikoreksi yaa😉
KAMU SEDANG MEMBACA
P L E A S E! [End]
Teen FictionDia yang hidup hanya sebagai pelampiasan kemarahan dari seseorang yang tak lain adalah kakaknya sendiri. ......... "LO ITU CUMA NUMPANG BANGS*T!! "Maaf kak..." #48 friendship → 20200831 #10 brotheship→ 20200907 #06angst → 20210217 ⚠AKU TEKANIN, CER...
![P L E A S E! [End]](https://img.wattpad.com/cover/229644042-64-k897193.jpg)