🌾Selamat membaca
Keinan akhirnya sampai di dirumah yang ditempati oleh sabahatnya itu. Ia menarik tangan rafa dengan paksa saat keluar dari mobilnya. Tak hanya itu, Keinan juga menyeret Rafa dari parkiran sampai ke teras rumahnya.
"Akhh...s-sakit Kei." Lirih Rafa sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan keinan yang melilit dilengannya. Tapi itu semua tak diindahkan oleh Keinan. Malahan anak itu semakin menarik tangannya dengan kencang hingga hampir terjatuh.
Tok
Tok
Tok
"KAK! KAK ZIDAN BUKA!" Teriak keinan sambil mengedor pintu itu. Tak lama tampaklah laki-laki yang tengah
"Kenapa sih hah? Ngga usah teriakkan bisa. Gua bukain juga." Jawab Zidan dengan kesal. Namun langsung terdiam saat melihat raut wajah Keinan yang beda dari biasanya.
"Nih adik lo. Kecewa gua sumpah." Ujar Keinan sambil mendorong tubuh Rafa pelan yang sontak membuat Rafa kembali menundukkan kepalanya.
"Bentar-bentar. Gua ngga ngerti lo bicara apa barusan." Jawab Zidan sambil mencairkan suasana saat itu. Zidan juga melihat Rafa yang jelas sedang menangis disampingnya itu.
"DIA NGEDORONG MAMA GUA SAMPE JATUH, PUAS?!" Keinan berteriak tepat dimuka wajah Zidan. Hal itu sontak membuat Zidan memalingkan wajahnya ke Rafa.
Zidan yang mendengar penjelasan itupun merasa tak percaya. Bagaimana bisa adiknya yang bahkan tak berani menatap seseorang lama-lama bisa mendorong mama keinan hingga jatuh. Rasanya tak mungkin sang adik melakukan itu.
"Gua ngga percaya. Ngga mungkin Rafa ngelakuin itu. Terlebih lagi ke mama lo." Jawab Zidan dengan tegas seraya meyakinkan orang yang selama ini melindungi Rafa. Tapi tetap saja, raut wajah Keinan semakin membuktikan bahwa yang ia katakan benar.
"Terserah lo mau percaya apa ngga. Yang jelas Gua.Kecewa.Sama.Dia" Ucap keinan sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah wajah Rafa.
Karena takut, rafa akhirnya berlari ke kamarnya. Hal itu semakin membuat zidan yakin bahwa yang diucapkan keinan benar.
"Gini Kei, gua minta maaf. Gua bener-bener minta maaf buat apa yang dilakuin rafa ke tante Fitri. Gua bakal tanggung jawab. Okey?" Zidan kembali mencoba meyakinkan Keinan walau ia tau usahanya akan sia-sia.
"Gak perlu." Jawab Keinan lalu meninggalkan zidan seorang diri disana.
Sedangkan rafa, ia hanya bisa menyandarkan tubuhnya dipintu kamar yang sudah ia kunci itu sambil terisak ketakutan. Tak hanya itu sesekali ia juga memukul kepalanya berulang-ulang. Ntah karena ia terlalu kelelahan membuat kepalanya berdenyut nyeri.
"Rafa ngga salah hiks.. hiks.. Rafa ngga salah.. AKHHH!" Kepalanya tiba-tiba berdenyut hebat lebih daritadi hingga badannya meluruh ke lantai. Ia hanya bisa menatap atap kamarnya sambil mengucapkna kata-kata lirih dari mulutnya.
"AKH.. S-sakith..!" Ia berulang kali mengucapkan kalimat tersebut. Tapi tak ada yang mendengarkannya. Ia berharap sang kakak akan datang padanya lalu mendekap hangat tubuhnya. Tapi pintu kamarnya tak kunjung dibuka. Karena merasa tak kuat dengan sakit yang menghujami kepalanya, perlahan kesadaran Rafa pun direnggut. Mata itu perlahan tertutup diiringi 1 tetes air mata yang turun dari sudut matanya.
"K-ka-kakak.."
//
20.33
sekarang jam sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam. Tapi pintu itu tak kunjung terbuka. Bahkan pemilik kamar tersebut belum makan sedikitpun semenjak kejadian tadi siang.
Zidan yg kini berada dimeja makanpun memperhatikan ke lantai atas rumahnya. Tepatnya ke kamar Rafa. Ia masih ingat jelas bagaimana marahnya Keinan ke adiknya itu. Satu hal yang ada dihati zidan kini adalah rafa kembali mengecewakannya.
Tak lama, Ia memutuskan menghampiri adiknya itu. Bukan untuk membawa makanan melainkan untuk meminta penjelasan.
Tok
Tok
Tok
"RAFA!! RAFA BUKA PINTUNYA!" Teriakan itu sukses membuat rafa terbangun dari pingsannya. Dan yang benar saja, Zidan datang dan memanggil namanya. Ia mencoba berdiri walau rasa pusing itu belum sepenuhnya hilang. Ia memegang sisi kamarnya untuk menyeimbangi tubuhnya dan membuka pintu kayu tersebut.
"Kakak?"
Yang pertama Zidan lihat saat adiknya membuka pintu adalah wajah pucat Rafa. Rambut yang basah karena keringat dan bibir yang tampak memutih. Namun ia harus meredam kekhawatiran itu semua. Sekarang ini ia butuh penjelasan yang benar dari sang adik.
"Jelasin ke gua lo apain tante fitri!?" Tanya zidan dengan tegas. Auranya berubah sudah, tak ada lagi kehangatan dimatanya saat menanyakan hal tersebut.
"Rafa ngga ngelakuin apa-apa ke tante fitri, Kak." Jawabnya dengan seadanya. Tak tau lagi apa yang harus ia jawab ke sang kakak agar ia bisa percaya padanya.
"BAHKAN DISAAT KAYAK GINI LO BERANI BOHONG SAMA GUA FA??! JAWAB YANG JUJUR!!" bentaknya yang sukses membuat rafa terkejut. Matanya juga mulai menyendu, begitu susahnya ia mendapatkan keercayaan dari kakaknya sendiri.
Ia lalu perlahan memundurkan kakinya ke belakang. Air mata itu lantas turun dari mata indahnya.
"Rafa ngga bohong kak." Lirihnya dgn suara yang teramat kecil.
"TANTE FITRI JATUH GARA-GARA LO BEGO. LO TAUKAN SEBERAPA BAIKNYA TANTE FITRI SAMA KITA. DAN LO MALAH NGGA TAU TERIMA KASIH!" Bentaknya kembali ke Rafa yang semakin membuat air mata itu keluat semakin deras dari matanya.
"Kakak udah ngga percaya sama Rafa." Ujar Rafa dengan lirih sambil menatap mata Zidan yang masih diisi dengan aura dinginnya.
Brakhh..
Pintu itu kemudian di tutup kembali oleh Rafa. Anak itu jatuh terduduk sambil menangis dibelakang pintu kamarnya. Matanya yang tadi menyendu mulai kosong, potongan ingatannya dulu saat Zidan membentak dan memakinya mulai berputar diotaknya.
"AKH.. BERHENTI!! Sakiiiit.. Hiks.." Teriak Rafa yang tiba-tiba membuat Zidan tersadar. Apa ia mengingat ingatannya dulu? Pikir Zidan saat itu.
Zidanpun dilanda kepanikan ketika mendengar adiknya merintih kesakitan didalam seorang diri. Ia mencoba membuka pintu kamar tersebut namun sudah dikunci terlebih dahulu oleh Rafa.
"RAFA! BUKA FA!! RAFA DENGERIN GUA!! BUKA PINTUNYA!" zidan mengetok pintu itu berulang kali. Namun tak ada sautan ataupun jawaban dari Rafa. Ia masih bisa mendengar rintihan adiknya itu dari luar.
"Sakit..."
[TBC]
Maaf ya, dah lama nunggu eh malah pendek gini chapnya. Mentok sudah otak ini😭😭
Makasih yang udah nungguin, udah vote dan bantu komen juga, cayang kaliaaaan❤✨
MAKASIH BANYAAAAAK😚
*kalau masih ada kesalahan setelah direvisi, tolong dikoreksi yaa😉
KAMU SEDANG MEMBACA
P L E A S E! [End]
Novela JuvenilDia yang hidup hanya sebagai pelampiasan kemarahan dari seseorang yang tak lain adalah kakaknya sendiri. ......... "LO ITU CUMA NUMPANG BANGS*T!! "Maaf kak..." #48 friendship → 20200831 #10 brotheship→ 20200907 #06angst → 20210217 ⚠AKU TEKANIN, CER...
![P L E A S E! [End]](https://img.wattpad.com/cover/229644042-64-k897193.jpg)