24. Risky

490 62 13
                                        

Siang ini Hong Soo Joo bertukar nomor dengan Yohan. Lelaki itu yang menarik ponselnya secara paksa, menyimpan nomornya di sana dan menghubunginya segera agar mendapatkan nomor Soo Joo. Lelaki itu hanya mengulas seringai kecil sebelum mengembalikan ponsel ke sang pemilik dengan main-main. Lee Jian yang baru saja keluar dari resto, segera merampasnya paksa. "Kau baik-baik saja, Soo Joo?" Lalu memberi lirikan tajam kepada Yohan, "Dasar tidak sopan!" Gadis itu menatap nyalang ke arah Yohan yang menanggapinya santai.

"Ada hal penting yang akan ku bicarakan padamu. Sampai bertemu nanti. Aku akan menghubungimu segera." Katanya sebelum melangkah masuk ke dalam restoran dan menyusul teman-temannya.

"Soo Joo, kau mengenalnya?"

Soo Joo hanya diam, terpaku di tempatnya. "Ya. Dia teman SMA-ku. Terima kasih sudah mengambil ponselku. Dia memang orang aneh." Balasnya dengan senyum yang nampak di paksakan. Namun, Jian adalah Jian. Dia bukan seorang pakar pengamat mimik muka seseorang, sehingga gadis itu hanya mengangguk dan merangkulnya. "Baiklah, ayo kita pulang. Katakan padaku jika dia mengirimmu pesan macam-macam ya? Eonnie akan melindungimu."

Soo Joo hanya tertawa. Setelah Rosé meninggalkannya, dia mendapatkan "kakak baru" sebagai penggantinya.

Anyway, dia belum mendapatkan kabar apapun dari Yohan. She's willing to wait for his messages. Entah karena apa, tapi nalurinya berkata, bahwa pria ini akan membocorkan sesuatu. Lagipula, dia memang harus menghadapi masa lalunya. Meski itu sempat membuatnya trauma dan memilih untuk gap year.

Ting! Dentingan pesan masuk itu mengalihkan atensi. Soo Joo membuka ponselnya dan mendapati pesan masuk dari Yohan. Pria itu awalnya bertukar kabar, dan Soo Joo memotong percakapannya untuk bicara ke inti. Namun, guess what? Pria itu justru mengajaknya untuk bicara empat mata di Café dekat SNU (Seoul National University). Meski sempat berdebat bahwa pembicaraan ini dapat di lakukan lewat pesan singkat, namun Yohan bersikukuh untuk bicara dengannya secara langsung.

Kim Yohan

Setuju?
Aku akan tunggu di jam 4 sore

Ya
Aku tidak ingin dengar omong kosong
Aku malas bertengkar dengan kekasihmu

Oh, no worries
Aku single sekarang

Soo Joo membiarkan pesan itu terbaca, mengulum bibirnya bingung. "Huh?" Namun dia memilih untuk menghubungi sang kekasih, sebab pria asal Hongkong itu sama sekali tidak menghubunginya sejak beberapa hari yang lalu. Mungkin dia menikmati liburannya? Tapi sebagai pasangan, memberikan kabar itu penting, kan? So here she is.

"Berdering!" Soo Joo hampir memekik. Oh ayolah, ini panggilan yang ke-sekian dan panggilannya baru saja berdering dan Lucas belum mengangkatnya. "Lucas, ayo jawab panggilanku," gumamnya cemas.

"Halo, nona Angel?"

Ini suara yang berbeda... Dan asing. Soo Joo menjauhkan ponselnya dari telinga untuk memastikan bahwa dia tidak salah menghubungi orang. It's Lucas. "Namaku Soo Joo."

"Oh, orang Korea? Maaf, tapi di sini nama kontaknya—never mind. Ada yang bisa saya bantu? Jika ini telepon darurat, saya akan menyampaikannya pada Lucas."

"Kepada siapa aku berbicara?"

"Aku manajer-nya."

"Maaf, di mana Lucas?"

"Dia sedang berlatih. Kami sengaja mengumpulkan ponselnya agar jadwal latihan mereka tidak terganggu. Is there anything you wants to talk to, nona?"

Against My Will | NCT's LUCASCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang