"Jarak restorannya jauh sekali," gumam Soo Joo seraya menatap ke arah luar, menatap ke arah kendaraan yang berlalu lalang tanpa ekspresi. "Kita bahkan belum sampai di tempat sejak tadi," gumamnya pelan.
Sementara Chanyeol sudah tersenyum. "Tidak, kok. Kita sudah sampai sekarang." Chanyeol mengemudikan mobilnya menuju tempat parkir di sisi kiri yang masih lenggang. "Yup! Finally we're arrived!" Ujar Chanyeol seraya mematikan mesin mobil dan melepas seat belt.
Soo Joo melepas seat belt dan membuka pintu mobil, beranjak keluar. Keduanya melangkah masuk ke arah restoran setelah menutup pintu mobil dan memastikannya terkunci otomatis melalui opsi kunci.
Seorang pegawai di restoran telah membuka pintu untuk keduanya dengan sapaan ramah dan sopan. "Selamat datang~"
Soo Joo dan Chanyeol hanya dapat mengangguk sopan dan berjalan menuju salah satu meja yang berada di ujung dengan kaca besar. Keduanya mendudukkan diri dan mendapati view yang begitu indah.
Sepertinya untuk saat ini Soo Joo tak begitu menyesali keputusan Chanyeol yang membawanya kemari dengan perjalanan yang begitu memangkas banyak waktu. Ternyata, hasil yang diterimanya begitu memuaskan.
"Bagaimana? Viewnya menakjubkan, bukan?" Ujar Chanyeol.
Soo Joo mengalihkan pandangan dari kaca besar yang menampilkan Sungai Han dan lampu dari gedung pencakar langit. "Ya. It looks wonderful."
"Glad to hear that." Chanyeol menghela napas lega dan mengulum senyum. "It's my favorite restaurant, anyway."
Soo Joo mengangguk. Satu fakta menarik lainnya yang penggemar Chanyeol mungkin tak tahu. Soo Joo mengembangkan senyum dengan kepala yang tertunduk untuk menutupi wajahnya yang merona.
"Permisi, ini buku menunya." Seorang pelayan restoran datang dan membawa dua buku menu.
Chanyeol dan Soo Joo segera menerima buku menu dan membacanya dengan cermat sebelum membuat keputusan.
"Mau ku rekomendasikan makanan?" Tawar Chanyeol.
"Aku ingin tenderloin steak, medium rare temp," ujar Soo Joo setelah mengembalikan buku menu kepada sang pelayan. "Minumnya air putih saja."
"Ah, tidak, tidak." Chanyeol menggeleng. "Mereka menyajikan pasta dengan sangat lezat!"
"Lalu?"
"Permisi, batalkan pemesanan steak tadi. Kami akan memesan pasta dan white wine. Kau bisa minum, kan?" Soo Joo mengangguk kaku, ia hendak berbicara, namun Chanyeol kembali menyela. "Itu saja, terima kasih."
"Baiklah, tuan." Sang pelayan menerima buku menu pemberian Chanyeol dan meninggalkan meja mereka.
"Chanyeol-ssi."
"Chanyeol."
Soo Joo mengernyit. "Apa maksudmu?"
"Panggil aku Chanyeol saja. Sekarang sudah di luar jam kerja. Berbicaralah dengan santai, oke?"
"Tapi---"
"Please."
Soo Joo menghembuskan napasnya dan mengangguk. "Baiklah." Sebelum ia kembali mengalihkan pandangan ke arah jendela kaca, tatapan lekat Chanyeol cukup mengganggunya. "Ada apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Against My Will | NCT's LUCAS
FanfictionMereka dipertemukan di agensi hiburan ternama di Korea Selatan tanpa di sengaja. Tempat tinggal di lokasi perumahan yang sama, lalu perasaan yang mengalir begitu saja. Singkatnya, seorang personil boy group (Lucas Wong) terkenal mendadak jatuh hati...
