14. Barrier Wall

747 71 2
                                        

Lucas mengembuskan napasnya, ia menyandarkan punggung pada kepala ranjang dengan sorot mata yang mengarah ke langit-langit. "What's wrong with me?" Lucas meringis pelan.

Ting! Suara denting pesan masuk mengalihkan atensi Lucas. Tanpa pikir panjang, Lucas segera membuka ruang pesan dan membalasnya. Itu hanya Song Yuqi yang berbasa-basi menanyai kabarnya, dan Lucas menjawab seadanya. Anyway, mereka sudah cukup lama tidak bertukar kabar karena jadwal yang padat dan tak sempat bermain ponsel.

Tak lama kemudian ponsel Lucas berdering, tertera nama Yuqi disana. Lucas mengulum senyum dan membalas panggilan tersebut. "Halo."

"Halo!" Suaranya terdengar riang. Tanpa sadar menularkan energi yang positif untuk sekitarnya.

Lucas tertawa pelan. "Ada apa menghubungiku malam-malam seperti ini? Tidak bisa tidur lagi?" Tanyanya dengan suara yang halus.

Yuqi tertawa diseberang sana. "Ya.. begitulah. Kau memang yang paling mengerti kondisiku."

"Dasar. Kau saja yang terlalu mudah di baca pikirannya."

"Sungguh? Sepertinya tidak..." Yuqi berdeham pelan. "Atau mungkin karena kita selalu sepemikiran...? Kau tahu seperti--"

"Sehati? We're sharing same brain cells." Lucas terkekeh. "Maybe?"

"Y-ya! Seperti itu!"

Lucas mengulum bibir. "Yuqi, sepertinya aku merindukanmu."

"...hah?"

Berdecak pelan, Lucas kembali mengulang ucapannya. "Aku merindukanmu. Kita sudah lama sekali tidak bertukar obrolan seperti ini. Kita... terlalu sibuk dengan aktivitas masing-masing."

"Oh... begitu? A-aku juga merindukanmu..."

"Sungguh?"

"Ya! Tentu saja!"

"Lalu? Kenapa suaramu terdengar bergetar dan tidak meyakinkan begitu?" Lucas menumpu kepala dengan tangan yang terlipat di atas bantal.

"I'm not! Itu hanya perasaanmu saja."

"Aku benar-benar mendengar suaramu yang bergetar, kok---" Lucas, mendengar suara Yuqi yang menahan kantuk--menguap. "Are you sleepy?"

"...huh? Tidak kok. Tidak sama sekali! Kenapa? Kau mengantuk?"

"Jangan mengalihkan pembicaraan. Aku tahu kamu sudah mengantuk. Kita akhiri saja ya panggilannya?"

"Tidak! Jangan! Aku belum mengantuk!" Tolak Yuqi.

"Song Yuqi."

Sebuah rengekkan. "Hanya sedikit mengantuk, Lucas..."

"Now, go to sleep. Aku tidak mau kamu jatuh sakit hanya karena meladeni panggilan dariku. Sweet dreams."

"Uh, baiklah. Bye."

Dan sambungan telepon berakhir begitu saja. Lucas menaruh ponsel di atas end table sebelah ranjangnya. Pikirannya kembali menerawang ke arah pertemuannya dahulu dengan Yuqi. Bagaimana mereka yang bertemu di variety show, hingga mereka terkadang menghabiskan waktu bersama. Semuanya terasa menyenangkan, keduanya merasa nyaman hingga Soo Joo datang dan semuanya terasa berbeda.

Against My Will | NCT's LUCASCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang