10. An Angel

873 96 7
                                        

Perayaan hari terakhir syuting pembuatan music video berlangsung lancar walau pada akhirnya beberapa orang merasa kewalahan untuk menghadapi yang mabuk, namun pada akhirnya kembali ke Hotel dan kamar yang dipesan masing-masing dengan tangan yang saling merangkul untuk menjaga bobot tubuh. Selain itu, kini Soo Joo telah berada di maskapai penerbangan menuju Korea, first class.

Manager Hwang jelas menyadari sikap Soo Joo yang kembali seperti dulu. Gadis berumur dua puluh tahun itu tampak lebih tenang. Iris hitam legamnya tampak fokus pada satu arah dan selalu tak disertai ekspresi. Seolah bosan dan ingin segera pulang. Bahkan hingga mereka tiba di Bandara Internasional Incheon, sekali pun, ia masih mempertahankan sikap acuhnya.

"Soo Joo-ya."

Soo Joo baru saja menyimpan koper besarnya di dalam bagasi mobil. "Ya, kenapa?"

"Kau baik-baik saja?"

Tidak. Soo Joo mengangguk dan mengulum senyum tipis. "Ya, tentu. Kenapa tiba-tiba bertanya?" Balasnya ramah.

"Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran dengan keadaanmu setelah syuting di luar negeri seperti ini." Manager Hwang mengibaskan tangan dan mengangguk cepat, ia tertawa garing.

"Kalau begitu, mari pulang. Aku lelah." Soo Joo hendak menutup bagasi mobil, namun tertahan. Andai saja tak ada sebelah tangan yang menahan pergerakannya dan mengambil kopernya dengan lancang. "Apa-apaan ini, Chanyeol-ssi?"

"Pulang bersamaku ya?"

Soo Joo tak membalas, hanya menatapnya lekat dengan kepala yang mendongak agar menyetarakan pandangan mereka. Seperti biasa, tak ada ekspresi spesial yang berarti di wajah cantiknya.

"Ada suatu hal yang ingin ku sampaikan padamu."

"Kalau begitu sampaikan sekarang."

"Aku hanya ingin berbicara berdua saja denganmu," bisik Chanyeol.

Dan begitulah ceritanya hingga Soo Joo bisa berada di dalam mobil Chanyeol yang mengarah ke kawasan rumahnya. Singkatnya, Chanyeol mengantarnya pulang.



.

.

"Finally we're arrived." Chanyeol menghela napas lega lalu menoleh ke arah Soo Joo yang telah membuka seat belt. "Tunggu disana, biar aku yang membukakan pintu untukmu," ujar Chanyeol cepat.

Soo Joo hendak protes, namun pergerakan Chanyeol jauh lebih cepat. Sang model menghela napas berat dan segera turun dari mobil begitu Chanyeol membukakan pintu dengan senyum semanis lelehan madu. Tak lupa memberikan koper milik Soo Joo.

"Soo Joo-ya."

"Chanyeol-ssi, hal apa yang ingin kau sampaikan padaku hingga merepotkan diri untuk mengantarku sampai rumah seperti saat ini?" Tanya Soo Joo.

Chanyeol mengusap tengkuk. "Percayakah kamu jika banyak diantara kami--para idola, memiliki sepasang kekasih tanpa diketahui pihak manapun dan telah menjalin hubungan sejak lama?"

Soo Joo tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menggeleng. "Tidak. Bagaimana bisa mereka berpacaran jika tak ada waktu yang dapat dihabiskan bersama-sama?" Balasnya. "Maksudku, ya. Baiklah, aku percaya. Tapi, beri aku bukti."

Chanyeol mengangguk. "Seperti Suho dan Irene noona. Mereka telah menjalin kasih sejak lama dan publik masih belum tahu tentang itu. Walau desas-desusnya sudah menyebar ke seantero Asia, tapi tetap belum ada bukti konkretnya, kan?"

"Ah, bagaimana---tunggu, itu tidak penting. Apa yang--"

"Aku hanya menjelaskan bahwa beberapa diantara kami bahkan mengencani seorang non selebritis--atau penggemar kami sendiri." Keduanya bertukar pandangan. "Hubungan yang mereka jalani berjalan mulus bahkan ada yang menikah setelahnya."

Against My Will | NCT's LUCASCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang