32. We're Done Now

404 46 5
                                        

Bulir keringat dingin dan jantung yang berdegup lebih kencang pun membuat suasana menegang. Lucas mengejar langkah kaki sang tunangan yang tergesa, dia bersyukur atas berkat dari Tuhan tentang kakinya yang panjang, sehingga dia dapat menarik tubuh sang wanita ke pelukannya. It's a back hug. Meskipun, Soo Joo menolak berada di rengkuhannya, Lucas masih menahan gadis itu di pelukannya.

"Lepaskan aku!"

"Ssh, I'm sorry. I'm truly sorry."

"Bahkan kata maaf pun tidak cukup." Soo Joo berhenti meronta. Dia melirik tajam ke arah si lelaki. "Lepaskan aku, Lucas-ssi." Lucas merasakan dadanya yang sesak tatkala sang tunangan memanggilnya dengan embel-embel tuan, seolah mereka bukan sepasang tunangan. "Lepaskan aku, sebelum aku menghubungi polisi atas tindakanmu."

Lucas merenggangkan pelukan keduanya, memutar balikkan tubuh sang tunangan untuk menghadap ke arahnya dan menatapnya tepat di mata. Meskipun, dengan jelas wajah mereka terlihat sama-sama kecewa atas tingkah satu sama lain. But wait, does he deserve that kind of feeling? "Sayang, I can explain."

"Then fucking explain it to me!"

Soo Joo tak pernah berkata kasar padanya, even just for once. Tapi, Lucas dibuat meringis atas suaranya yang meninggi—kasar—dan tatapan matanya yang setajam elang. "Keluargaku tamak. Aku minta maaf. Mereka memang berencana untuk mengambil keuntungan dari pernikahan bisnis yang kita lakukan. Kau tahu kan? Sejak kita bertunangan, keluargaku meraup keuntungan yang besar." Lucas menjelaskan sejujur-jujurnya. Bahkan beberapa media Hongkong mulai memberitakan latar belakang keluarganya yang menjadi pengusaha. "But they love you."

"Lalu? Hanya itu rencana kalian?"

"Hanya itu..."

"Luke," Soo Joo mencengkram pakaian Lucas, menatapnya nyalang. "Tell me the fucking truth."

"Keluargaku ingin menikahkan kita karena our social position. Mereka tidak puas dengan yang mereka miliki sekarang. Jadi, as soon as we get married, your parents will let me do my job as an idol for a while and then I'll retire and becoming a boss of one of your family's company. But, I swear to God, they truly love you—"

"—How about you?"

"...Huh?"

"Do you love me?" tanya Soo Joo yang segera di balas dengan anggukkan oleh Lucas. "Or do you love my family wealth?" Kala itu Lucas hanya menggelengkan kepalanya lemah. "Just be honest, Luke. The ton of messages that Liam send to you was talking about how to steal my wealth right?"

"Stealing? I don't—"

"Oh, I'm sorry. Inilah kenapa mereka terburu-buru untuk menikahkan kita? Jangan-jangan selama ini pertemuan kita sudah di atur?" Tanya Soo Joo yang dibalas dengan gelengan oleh Lucas dan tubuh Soo Joo yang kian memilih untuk mundur. "Stop! Stop following me! Selama ini kau mau dekat dan mengenalku hingga kita hampir menikah hanya karena aku dari keluarga yang berada?"

"I'm not! That's pure! Aku sungguh-sungguh mencintaimu dan pertemuan itu benar-benar di luar kendali dan rencana!" Lucas masih melangkah maju dan berusaha meraih tangan Soo Joo. "Sayang, aku berani bersumpah bahwa aku tidak memanfaatkanmu dari segi mana pun."

"Lalu, bagaimana dengan fakta yang tampak seperti rekayasa?"

"Soo Joo, I told ya."

"Luke, I'm trying so hard to understand your predicament. I understand that disclosing our relationship is extremely perilous, but here we are. Have you ever considered my emotions?" Soo Joo menepuk dadanya, dia menitikkan air mata. "At the end, people come and go. Semuanya itu sama rata, yaitu hanya mendekat ketika aku mulai ramah, memanfaatkanku ketika ku lengah, and always ended up like this."

Against My Will | NCT's LUCASCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang