08. Perjanjian

3.8K 383 154
                                        

📢 AKU PERINGATKAN DIAWAL, ADA SEDIKIT KONTEN DEWASA DI BAGIAN AKHIR. KALAU DIKIRA NGGAK LAYAK BACA, SKIP AJA GAUSAH NYINYIR DEK, OKE? KALAU ADA YANG NYINYIR AKU HAPUS ADEGAN NGANU YANG NGGAK SEBERAPA ITU.

Sorry kalau ada typo, jariku gede-gede 🤭

======================================










"Kak Jungkook, ocie dong makan pake kerupuk dan kecap, enak!"

"Kak Jungkook! Mama nggak masak lagi, ocie makan nuget dirumah kak Jungkook ya?"

"Huaaa!!! Kak Jungkook selamatin ocie dari anak nakal lagi, kak Jungkook pahlawan!"

"Yey!! Kak Jungkook hebat bisa manjat pagar!"

"Wahh ... kak Jungkook keren bisa ngeluarin asap dari mulut!"

"Kak Jungkook kok dusel-duselan sama kakak itu? Kak Jungkook kedinginan?"

"Aku suka kak Jungkook...!"

Semua kata itu silih berganti mengitari ingatan Rose, sedari dulu ia selalu bergantung pada Jungkook. Begitu mengagumi lelaki itu walau ia tak sempurna, walau Jungkook penuh kekurangan. Rose baru menyadari, jika ia sudah mencintai Jungkook sedari giginya rongak.

Namun sikap Jungkook padanya kian berubah, Jungkook bukanlah ia yang dulu lagi.

"Ocie harus nurut ya sama Ally, walau dia galak, hehe."

"Walau mama sibuk, ada kak Jungkook kok yang sayang sama Ocie..."

"Ocie makan sama kakak aja kalau Ally pergi, kita masak nuget yang banyak!"

"Besok kalau Ocie udah gede, tonjok aja lelaki yang jahatin, ngerti?"

"Gue nakal, gue bangsat, berengsek! Mending lo jauh-jauh dari gue."

"Gue suka Ally, gue suka wanita dewasa sepertinya, dan anak kecil macam lo bukan selera gue, ngerti?"

"Hhhaaaahhhhh!" Rose mendesah kaget, badannya kini terlentang di atas lantai yang dingin.

Baru saja lamunan masa lalu tiba-tiba muncul diingatannya, namun ia dipaksa menyadarkan diri dan menurunkan pandangan. Matanya bahkan masih basah sisa-sisa tangis, namun kini Jungkook sedang menciumi tulang selangkanya, sementara tangannya merayap turun memberikan pijatan lembut. Sensasi panas membuat Rose memejamkan matanya, namun hembusan nafas hangat dan aroma pekat alkohol membuatnya membuka mata perlahan.

"Lo cantik, sangat cantik." Lirih Jungkook seraya mengusapkan jarinya menelusuri wajah Rose.

"Gue jadi p—"

"Aku bukan Alice!!!" Bentak Rose seraya mendorong Jungkook menjauh dengan susah payah.

Kancing piyamanya terlepas, dengan badan beringsut mundur, Rose tergugu dengan tangan menutupi dadanya. Ally, Ally, Ally, nama itu seperti berasal dari neraka, membuat hati Rose terus tersiksa. Bahkan disaat Jungkook tak sadarkan diri, menciumnya dengan mesra, nama Ally yang digumamkannya. Keberadaannya bagaikan bayangan, sosok pengganti yang menyerupai wanita yang Jungkook cintai.

"Tujuan lo cinta sama Jungkook apaan kalau nggak bisa miliki dia sepenuhnya? Ikat dia, buat Jungkook nggak bisa lepasin lo karena keadaan."

"Dan caranya adalah tidur sama dia, gue yakin Jungkook nggak bakal lepas dari lo."

Tangisan Rose mereda begitu mengingat ucapan Mika dimarkas pagi itu. Rose jadi berfikir, sebenarnya apa tujuannya? Apa yang dia harapkan setelah Jungkook menerima cintanya? Bukankah tak lebih dari making love? Itu kan tujuan akhir dari percintaan?

Pentagon ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang