Sumpahlah kalau disemangatin di awal buat vote, kalian tuh pada semangat vote kan? Buktinya chapter 14 aja votenya lumayan lbih bnyk dari chapter sebelum2nya 🥰
Jadi, aku semangatin lagi ya, yuk vote sebelum mulai baca, 🥰 sarangekkk yurubun 😁
Sorry kalau ada typo, jariku gede-gede 🤭
======================================
Rose kira, saat Jungkook mengajaknya bersenang-senang, merek akan berakhir bermain panas diatas ranjang. Rose kira ia akan kembali merasakan sentuhan candu dan cumbuan panas itu lagi dari Jungkook, namun semua salah. Mereka benar-benar pergi bersenang-senang, saat orang lain sibuk mengurus pernikahan Ally, Jungkook malah mengajak Rose bermain dipinggir pantai. Kecewa memang, mereka tak jadi main hiya, hiya diranjang, karena Rose sudah rindu sentuhan Jungkook, tapi berduaan dengan Jungkook begini tak buruk juga jika dibanding dengan bermain diranjang.
"Eh, Kak Jungkook! Jangan disini!" Tegur Rose dengan mata melotot, pasalnya kini Jungkook mulai melepas kaus kebesarannya begitu mereka sampai dibawah pohon.
Jungkook yang ditegur, menoleh dengan rambut gondrongnya yang sedikit berantakan akibat kaus yang diloloskan mengenai rambut lebatnya. Lelaki itu mengernyit, lalu melepas kaitan celananya, makin saja Rose memekik dan menutup kedua matanya. Namun, matanya mencuri intip untuk menatap Jungkook yang kini sedang melepas celana. Ya, saat ini Jungkook hanya mengenakan underwear ketat yang menutupi selangkangannya.
Dengan meneguk liur seberat dosanya, Rose sama sekali tak mau berkedip. Matanya terus menatap pahatan tubuh Jungkook yang tercetak indah, berkat work out yang selalu ia lakukan disela kesibukannya.
"Kenapa tutup mata sih? Kayak nggak pernah lihat badan aku aja?"
Benar juga, buru-buru Rose menurunkan kedua tangannya, berkedip dengan canggung seraya menatap kesegala arah, namun kembali berakhir menatap badan Jungkook yang indah. Ternyata tidak hanya lelaki saja yang senang menatap tubuh wanita, nyatanya Rose juga senang menatap tubuh Jungkook. Terlebih, badan Jungkook menjadi semakin indah saja, perasaan terakhir kali mereka bertemu, otot bisep dan paha Jungkook belum sebesar dan seberotot ini. Tapi, sudahlah, toh indah untuk ditatap.
"Eh! Mau apa?!" Sungut Rose saat Jungkook bergerak mendekat. Tentu saja ia menjadi awas, pasalnya Jungkook sudah semi telanjang. Kalau dikamar sih tidak masalah, ini mereka sedang dipinggir pantai, pasti malu kalau kepergok orang lain.
"Melepas bajumu, kau akan berenang dengan pakaian ini?"
"Tapi aku udah mandi tadi!"
Jungkook mendecak dengan gelengan, terus mendekat hingga Rose yang terduduk dibawah pohon, kini menyandarkan punggungnya menyentuh pohon dibelakangnya. Mata Rose masih membelalak dengan tubuh membeku macam es, terlebih saat tangan Jungkook menurunkan tali spageti gaun yang dikenakan Rose.
"Aku tak mau berenang sendirian," putus Jungkook, lalu menatap mata Rose saat kedua tali gaun Rose sudah diturunkan.
Lelaki itu tersenyum tipis, sangat tampan dan menawan, lalu mengacak rambut Rose yang masih sangat licin setelah keramas beberapa waktu lalu. Rambutnya yang diacak, hatinya yang berantakan, ia benar-benar habis akibat perbuatan lembut Jungkook.
Dengan tersenyum sipu, Rose menerima uluran tangan Jungkook yang kini sudah berdiri. Diloloskan gaunnya hingga jatuh menyentuh kedua kakinya, Rose melangkah mendekat, dan Jungkook dengan lembut membawa Rose menuju pantai. Hanya mengenakan pakaian dalam, Rose terus menutupi badannya dengan satu tangan, jujur saja ia malu, sangat. Bagaimana kalau ada orang lain yang melihat? Memang mereka berada disisi lain dari pantai ini, yang bisa dibilang sangat sepi, tapi tetap saja Rose merasa khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pentagon ✔
Fanfiction⚠️ Konten Dewasa "Aku cinta kak Jungkook!" "Tapi aku cinta Alice." Lagi-lagi di tolak, lagi-lagi disakiti, dan lagi-lagi Alice. Dua tahun mencintai Jungkook sepertinya bukan benteng yang kuat untuk meluluhkan hati sang tetangga. Ungkapan cinta yang...
