29. Kepergian Taehyung

2.4K 312 83
                                        


Rose berlari keluar dari gelanggang tinju milik Papa Mika, ia menggigit jari dengan mata ketakutan dan berhenti di jalanan yang sepi. Tak lama setelahnya Mika menyusul, dengan pakaian dan sarung tinju lengkap.

"Gue nggak mau di dalem! Mau pulang aja!" Teriak Rose begitu Mika berlari hendak mendekat.

"Kenapa? Ini salah satu momen berharga buat lo, kapan lagi puas mukulin Jungkook dan lelaki itu pasrah saja?!"

Ya, ucapan Mika benar adanya, di dalam sana Jungkook sudah siap dengan head guard di kepala, serta gum shield di mulutnya, lelaki itu siap menjadi samsak untuk Rose. Ini atas ide gila Mika, wanita itu memaksa Jungkook untuk melakukan itu dengan alasan menguji keseriusan Jungkook, gila bukan?

Rose jelas tak mau, walau Jungkook terima-terima saja bahkan suka rela melepas kausnya, namun Rose tidak! Mana mungkin ia tega memukuli orang lain? Walau ia bar-bar, namun itu adalah tindak kekerasan yang seharusnya tidak di lakukan oleh sesama manusia.

"Kenapa? Lo nggak tega? Jungkook aja tega merko—"

"Stop! Kenapa pakai alasan itu lagi sih? Kalau di ungkit terus gimana gue bisa lupa kalau pernah di lecehkan?!" Rose membantah tegas, dengan bertolak pinggang, namun kemudian melirih, "walau nyatanya gue nggak akan pernah lupa hal itu."

"Sekarang jujur, dalam hati, lo pengen balas dendam ke Jungkook kan?"

Rose mengangguk dengan patuh.

"Ini caranya, lo luapin kekesalan lo."

"Nggak ada cara lain Mik?"

Mika merotasikan bola matanya, melepas satu sarung tinjunya dan menyeret Rose masuk. Rose berteriak minta tolong, namun siapa yang akan menolongnya? Toh Mika hanya memaksanya ikut masuk kedalam gelanggang tinju saja.

"Pakai!" Paksa Mika, menyodorkan sarung tinju besar ke arah Rose.

Merasa gemas karena Rose hanya bergeming, akhirnya Mika memakaikannya dengan paksa. Setelahnya Mika kembali menyeret Rose masuk kedalam ring tinju, dengan Jungkook yang sudah siap mengangkat kedua tangannya.

"Dia nggak akan melawan lo, cuma melindungi area sensitif saja. Dan lo, boleh pukul apapun, asal jangan..."

Jeda dari kalimat Mika membuat Rose dan Jungkook serempak menoleh kearah wanita itu. Menyadari arah pandang Mika yang tertuju pada aset milik Jungkook, mereka ikut menatap kesana. Dengan Jungkook yang kini menutupinya dengan kikuk.

"Tapi kan gue dendamnya sama anunya Jungkook Mik, itu kan yang menyakiti gue. Aw!" Rose memekik kesakitan saat Mika melempar gulungan kain pelindung tangan kearahnya.

"Itunya dia nggak salah, yang salah yang punya! Udah buruan serang dia!"

Rose terus-terusan tersentak tiap kali Mika membentakkan kalimat perintah itu. Kini keduanya saling tatap, Jungkook mengangguk meyakinkan, dan Rose mulai mengangkat kedua lengannya yang di balut sarung tinju.

"Lampiaskan kekesalan lo, semua! Pukuli dia sampai puas. Sekarang yang terpenting adalah lo melepas emosi lo ke Jungkook. Dan kita lihat nanti, gimana perkembangannya."

"Lihat nanti? Jadi lo nggak yakin cara ini berhasil?!" Protes Jungkook tak terima, namun setelahnya badan lelaki itu terdorong, akibat pukulan telak Rose yang mengenai wajahnya.

Namun, Jungkook yang terkapar, malah Rose yang berteriak kencang seakan ia yang kesakitan. Berbeda dengan Jungkook yang kini meringis seraya menggeleng untuk mengusir rasa pening. Mika malah tergelak bahagia, bertepuk tangan seolah bersemangat menonton pertandingan di hadapannya.

Pentagon ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang