23. Kesempatan

37 17 2
                                    

{SELAMAT MEMBACA CERITA INI, JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT♡}

"Akan selalu ada kesempatan dalam kesempitan, hihi!"
***

Jam pelajaran pertama akan dimulai, Pak Guru berbadan buncit khas guru olahraga itu menyuruh siswa kelas 11 IPA 3 untuk segera berganti baju lalu ke lapangan untuk melakukan pemanasan. Para siswa dan siswi menurut, mereka berbondong-bondong dengan masing-masing geng-nya pergi ke toilet. Naysa menatap sekelilingnya, Ada yang berdua, bertiga atau bahkan ber rame-rame, sedang Naysa hanya sendirian.

Mutia masih dalam suasana berkabung, masih belum percaya Ayahnya pergi secepat itu.

Sambil menenteng totebag berisi baju olahraga miliknya, Naysa berjalan santai menuju toilet perempuan yang tak jauh dari kelasnya.

Tidak, Naysa tidak sendirian. Gavin selalu mengikutinya. Seperti sekarang ini, Gavin ada di belakang Naysa, walau tak terlalu dekat, namun Naysa dapat merasakan ada orang yang mengikutinya, siapa lagi kalau bukan Gavin. Mencoba acuh dan tak memperdulikan Gavin, Naysa segera bergegas masuk ke dalam toilet.

Saat Gavin hendak ikut masuk ke dalam toilet perempuan dan sadar Gavin masih mengikutinya, Naysa berbalik badan, membuat Gavin pun menghentikan langkahnya.

"Ngapain berhenti?" tanya Gavin.

Naysa menatap Gavin dengan tatapan mencurigakan. "Lo ngapain ngikutin gue, sampai ke toilet cewek pula!"

"Lah, siapa yang mau ke toilet cewek?"

"Ya, lo lah!" ketus Naysa.

"Ini toilet cowok, Naysa." ujar Gavin tenang.

"Apaan si, ini toilet cewek!"

"Lo masih ngantuk apa gimana sih, Nay. Ini toilet cowok." Gavin memberi tahu.

"Siapa yang ngantuk, lo kali! Jelas-jelas ini toilet cewek, toilet cowok tuh ada di sebelah!" Naysa menunjuk toilet di sebelahnya.

Gavin menutup mulutnya, tertawa. Sepertinya, Naysa menyangka ini toilet cewek.

"Ngapain ketawa? Ga ada yang lucu!"

Gavin berusaha menahan tawanya, ia berdehem. "Coba lo balik badan terus liat papan diatas, ini toilet cewek apa toilet cowok,"

Naysa awalnya enggan, tapi perlahan ia mulai membalikkan badannya dan menatap papan di atasnya. Oh sial! gambar laki-laki!

Ia menggigit bibir bawahnya, malu. Sudah bisa dipastikan, Gavin pasti tertawa dan akan mengejek Naysa. Naysa rasanya ingin menghilang dari muka bumi ini. Naysa memejamkan matanya. Dari arah depan, seorang cowok yang sekelas dengan Naysa, keluar dari toilet.

"Eh, Naysa. Ngapain di sini?" Cowok itu menoleh ke arah toilet cewek. "Emangnya toilet cewek penuh banget ya? Sampe lo mau ganti baju di sini?"

Naysa mengangkat wajahnya, menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Belum sempat dijawab, dua cowok dari kelas Naysa juga keluar dari toilet tersebut.

"Lah, Nay. Ngapain di toilet cowok?" Kata cowok berambut cepak.

"Mau ngintip ya, Nay!" Ujar satunya lagi. "Hayo, ngaku?"

RelationshipTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang