Untuk sesaat Sarada tidak sanggup berkata-kata mendengar pernyataan Boruto.
"Gua punya Kelainan Jantung sejak lahir!"
Tiba-tiba Sarada teringat sesuatu...
"Terus kenapa lu kemarin merhatiin gua waktu gua olahraga?
Sarada teringat beberapa hari yang lalu, tepatnya 3 hari setelah dia masuk ke sekolah baru, saat dia mengikuti olahraga Bola Voli. Saat dia menatap ke atas, di balkon lantai 2 terlihat Boruto menatapnya. Tatapan yang tak bisa ia artikan.
Tapi Sarada bukanlah orang yang suka diperhatikan lama-lama oleh orang asing.
Boruto lalu menatap Sarada.
"Asal lu tau aja, gua gak suka ada orang yang merhatiin gua tanpa sepengetahuan gua. Apa karena lu pengen liat si anak baru berandalan kayak gua & berpikir betapa beruntungnya lu jadi murid teladan, hah?"
"Enggak." geleng Boruto.
"Terus kenapa?"
"Gua iri."
'Hah, Boruto iri sama gua? Apa yang mau diiriin dari gua coba?' batin Sarada.
"Iri?" bingung Sarada.
"Ya, gua iri sama lu. Lu bisa main Voli dengan senang. Tapi gua gak akan pernah bisa bermain kayak gitu. Hidup gua hanya cuman bolak balik sekolah dan rumah sakit! Gak boleh ikut olahraga sekalipun karena itu bisa membahayakan jantung!"
Baru pertama kalinya ada orang yang iri pada dirinya hanya karena ia bermain Voli. Sesaat Sarada kasihan pada cowok ini.
Tiba-tiba Pak Shino muncul di hadapan mereka.
"Disini kamu rupanya Sarada! Kenapa kamu bolos lagi, hah? Apa itu?! Kamu bawa rokok lagi? Hah?" melotot Shino ke Sarada.
Sarada hanya cengengesan pasrah.
"Kalian ngapain juga berduaan disini? Sekarang kalian berdua ikut ke kantor!"
Terpaksa, Boruto & Sarada ikut ke kantor. Pasti diberi hukuman lagi!
Keesokan Paginya
Di Tangga Taman Sekolah
Sarada sedang duduk di tangga sambil memegang sebuah buku tebal dan menulis catatan di kertas di dalam buku tersebut.
Hari ini ada Ulangan Bahasa Indonesia. Dia bahkan lupa ada ulangan! Terpaksa harus membuat contekan!
Sambil tengok kanan kiri, takut ketahuan. Tak lama, Boruto muncul di sampingnya sambil menggigit Apel dan membawa Mawar Merah. Hah?
"Lagi ngapain lu? Lu pasti lagi bikin contekan kan?" tanya Boruto membuat Sarada tersentak.
"Ssshhh...shut up man! Norak banget sih lu kayak gak pernah nyontek aja!" kesal Sarada.
"Ya gak pernah lah! Seumur hidup gua nih ya, gua itu gak pernah nyontek! Gak pernah! Karena ada ini!" ucap Boruto sambil menunjuk kepalanya yaitu 'otak'.
Sarada hanya tertawa saja. Tiba-tiba, Boruto memberinya Bunga Mawar Merah. Apa-apaan cowok ini?
"Ck, okay dude, dua hal. Satu, lu gak bisa liat gua lagi sibuk! Dua, gak semua cewek suka Mawar!"
"Okay sekarang gua ya! Satu, bunga ini tuh bukan buat lu! Dan yang kedua, lu jangan kege'eran kalau gua bakal ngasih bunga Mawar ini ke lu tau gak! Gak bakalan!"
Upsss...Sarada langsung memalingkan muka karena dia sudah merasa ge'er tadi!
"Gua tuh cuman mau ngajak lu taruhan!" tantang Boruto.
"Taruhan?"
"Iya gini, kalau kelopak bunga Mawar ini genap, lu itu bisa nyontek. Tapi kalau sampe ganjil, lu gak boleh nyontek dan buku ini buat gua! Deal?"
"Yaudah yaudah. Yaudah cepetan!"
"Oke, 1 2 3 4...." Boruto mulai mencabut kelopak Mawar satu per satu.
Dalam Kelas 3 IPA 2
Ulangan sudah dimulai, namun Sarada terlihat gelisah sendiri mengerjakan soal. Ya, karena dia kalah taruhan dengan Boruto! Jumlah kelopak mawar tadi ganjil dengan 9 kelopak. Sarada terpaksa harus mengerjakan sendiri!
Boruto hanya menatap Sarada senyum kemenangan. Setidaknya dengan ini, Sarada harus mengerjakan dengan usahanya sendiri. Itulah yang ingin diajarkan Boruto kepada Sarada. Ia tak mau Sarada setiap ulangan akan selalu mengandalkan bikin contekan nantinya!
Sedangkan Boruto dia masih mengerjakan soalnya, sebenarnya dia sudah selesai namun dia kembali memeriksa lagi takut ada yang salah. Pak Shino saat ini menjadi pengawasnya!
Tak lama kemudian, Pak Shino melihat pekerjaan Sarada.
"Heh, kerjain!"
Sarada hanya menatapnya. Dia hampir putus asa saat ini karena tak tau jawabannya.
Lalu Shino kembali menegurnya.
"Heh, nih apa nih? Copot!" ucap Shino sambil menunjuk hidung Sarada yang ada tindikannya.
Sarada menurut saja, ia langsung melepasnya. Namun setelah Shino tak perhatikan dia lagi, dia kembali lagi memasangnya. Boruto yang melihatnya hanya geleng-geleng saja.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Tenang gaess, klimaksnya belum sampai disini 😏 reaksi Sarada yang paling total disimpan dulu untuk chapter selanjutnya!
658 words ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
3600 DETIK [DISCONTINUED]
RomanceHighest Rank : [#5] Boruto (20.10.2020) . . . Hidup Sarada mendadak berubah ketika Papa dan Mamanya bercerai. Untuk menunjukkan kemarahannya, Sarada mengecat rambutnya menjadi merah. Kini tidak ada lagi yang mau berteman dengan Sarada. Mama mencoba...
![3600 DETIK [DISCONTINUED]](https://img.wattpad.com/cover/232718469-64-k529559.jpg)