Chapter 22

504 55 13
                                        

Sarada masuk ke rumahnya dan mendapati Sakura sedang telepon dengan kliennya. Namun, Sarada sudah berubah. Dia sekarang lebih banyak tersenyum tanda sudah bisa memaklumi kesibukan Mamanya. Tapi bukan itu, bukan itu yang membuat Sarada tersenyum!

Tapi karena sekarang Mamanya sering berada di rumah daripada di kantor dan mengurangi jadwal sibuknya. Dan memilih menghabiskan waktu bersama putri semata wayangnya, Sarada.

Sakura tak menyadari Sarada yang sudah pulang, Sarada tersenyum jahil ingin mengejutkan Mamanya.

"Ma!" tegur Sarada.

Sakura tersentak kaget tiba-tiba Sarada ada di belakangnya.

"Aduh kirain apaan!"

"Lagi telpon melulu sih ah!" ambeknya seperti anak kecil.

"Kirain apaan! Kok baru pulang sih? Udah sore loh."

"Iya."

"Darimana?"

"Aku abis traktir Boruto." kata Sarada sambil menganyunkan tangan dirinya dan Sakura.

"Kok goyang-goyangin gini sih? Ada apaan? Hahaha...cieee! " tanya Sakura sembari tertawa dengan tingkah putrinya seperti anak kecil.

"Bukan gitu!"

"Terus apa?"

"Karena Boruto, nilai Sarada udah gak merah." ucap Sarada tersenyum malu.

"Gitu dong! Tapi belajarnya gak cuman sekarang aja, diterusin!" ucap Sakura tersenyum bangga dengan perubahan Sarada.

"Iya! Kasih tau gak ya?"

"Apa sih? Kok pake rahasia-rahasiaan! Kamu ini, kasih tau ah! Kasih tau apa?"

"Lusa Boruto ulang tahun! Tapi aku bingung!"

"Bingung kenapa?"

"Bingung mau pake baju apa, gak ada yang cocok!"

"Ooo baju, OK! Umm...tenang pokoknya you're beautiful! Jadi harus tampil paling cantik disana!"

"Mama apaan sih!" tawa Sarada karena godaan Mamanya.

"Udah pokoknya tenang aja! Apa kita sekarang aja ya cari bajunya?"

"Sekarang?"

"Yuk sekarang, come on!"

Akhirnya, Sakura & Sarada pergi menuju Mall untuk mencari gaun pesta yang akan dikenakan Sarada. Mereka sambil tertawa dan bercanda di dalam mobil.

Sesampaingya di Mall, Ibu & Anak itu sibuk mencari gaun dan peralatan make-up. Saling mencari warna dan gaun yang pas agar Sarada terlihat cantik. Tak lupa juga mencari High Heels untuk Sarada pakai.

Sarada akhirnya menemukan gaun yang pas untuk dirinya. Namun ia bertanya dulu pendapat dari Mamanya.

"Ma, warnanya gak terlalu terang kan?"

"Enggak, cocok banget buat kamu!"










Lusa Malam

Sarada bergegas mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB. Sedangkan, pesta Boruto akan dimulai pukul 19.00 WIB malam.

Selesai mandi, terdengar ketukan pintu kamarnya.

"Ya!"

"Sekarang duduk! Tutup mata kamu, Mama yang dandanin kamu!"

Make-up dibantu oleh Sakura karena Sakura memang pandai juga dalam merias wajah. Kadang mereka bergantian mendandani wajah. Sarada memakaikan lipstik ke Mamanya dan Sarada dipakaikan Blush On oleh Sakura.

Sarada langsung memakai gaun yang telah dibelinya dan High Heels setinggi 7 cm. Cukup tinggi menurutnya, sedangkan dirinya tak pernah pake sepatu tinggi. Apakah dia akan sanggup berjalan dengan ukuran heels setinggi itu?

"Sekarang buka mata kamu! Oh iya, Mama hampir lupa!"

Sakura memberikan kotak kado yang sudah dibungkus untuk Boruto. Isinya sangat sesuai dengan hobinya. Namun, Saat Sarada membuka matanya, ia melihat wajahnya di cermin tak menyangka Mamanya pandai merias wajahnya.

"Wahh! Aku telat Ma, pesta Boruto mulai jam 7!" panik Sarada ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 19.30 malam.

"Yaudah taksi udah nunggu kamu di depan! Selamat bersenang-senang, Sarada!"

"Makasih Ma!" pamitnya.















Di Kediaman Boruto

Boruto memandangi kerumunan orang. Siapa lagi kalau bukan teman-teman sekelasnya yang hadir. Dia berdiri di depan pintu, menunggu orang yang diundang secara langsung oleh dirinya datang. Boruto tak sadar Shikadai menghampirinya.

"Boruto, woi! Bengong aja sih! Ohhh ahahaha...gua tau lu pasti lagi nungguin! Hahaha...ketebak banget! Ketakar banget sih lu! Itu kan! Udah jadian ya? Udah jadian belum, hah? Tembak aja tembak! Gakpapa, lu harus pede! Lu kan punya tampang, ya kan? Dia kan juga cakep, udah sikat aja! Good luck ya!"

Sementara yang digoda, ia hanya menatap datar dan memilih pergi daripada menghadapi Shikadai yang cerewet!

Naruto & Hinata sedang mempersiapkan kue ulang tahun untuk Boruto. Melihat yang punya pesta sepertinya sedang melamun, mereka berbisik.

"Eh Pa, liat tuh anak kamu."

"Yaudah Ma, coba kamu samperin ya."

Hinata mengangguk & menghampiri putranya.

"Eh, kamu ngeliatin apa?"

"Enggak Ma."

"Eh kita kesana yuk. Tuh teman-teman kamu disitu, yuk!" ajak Hinata.

Boruto datang ke meja tengah dan acara pun dimulai. Tiup lilin dan potong kue sudah dilaksanakan. Namun, Sarada belum kunjung hadir.

Tak lama, Sarada sampai di depan teras rumah Boruto dan perlahan menaiki tangga agar tidak keseleo karena High Heels-nya.

Boruto menyadari Sarada hadir di tengah kerumunan temannya langsung menyadari dan tersenyum melihat kedatangan Sarada.

(Inilah gaun yang dipakai Sarada persis yang ada di Novel '3600 Detik' berwarna merah. Sama yang dipakai punya Sandra)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Secuil dulu ya, besok atau lusa mungkin lanjut lagi 😁

Part extra besok dibumbui drama sedih! Siapkan tisu banyak juga semuanya 😢😢😢

726 words ❣

3600 DETIK [DISCONTINUED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang