1 Tahun Kemudian...
Angin berhembus cukup kencang pagi ini, tapi itu tak menganggu aktivitas seorang gadis berambut hitam & berkacamata merah ini untuk pergi ke suatu tempat.
Menggunakan rok selutut dan kemeja serta membawa bukcet bunga, ia ditemani oleh seorang laki-laki tua berambut blonde yang dikenalinya tersebut & menumpang dengannya.
Ya, gadis itu adalah Sarada beserta laki-laki tersebut adalah Naruto, Papa dari almarhum Boruto.
Mereka berdua menuju ke Pemakaman lagi, untuk ziarah ke makam Boruto. Tapi kali ini, Sarada saja yang berkunjung. Naruto menolak keluar dari mobil karena tahu, gadis itu membutuhkan perbincangan sendiri dengan kuburan putranya.
Sarada berdiri di depan makam Boruto.
"Hai, Bolt! Lama kita gak berjumpa ya. Hari ini aku rindu kamu, jadi aku datang ke sini!"
Sarada lalu meletakkan bucket bunganya di atas makam Boruto. Sambil mengelus nisan Boruto, dia mulai membacakan do'a dahulu sebelum mulai berbincang dengannya.
"Bolt, kamu inget? Kamu pernah bilang bahwa suatu saat nanti aku akan tau apa yang harus aku lakukan dengan hidupku. Aku mengetahuinya di saat hari pemakaman kamu! Aku ingin kamu tau bahwa kamu telah memberi aku dua hal penting. Seorang sahabat dan sebuah harapan."
Sarada tersenyum karena harapan itu terwujud sekarang, sambil matanya masih memandang makam itu.
"Karena itu, aku bertekad ingin membagi apa yang telah kamu berikan sama aku kepada orang lain."
Sarada menatap foto Boruto dan tertawa pelan.
"Oh ya Bolt, liburan kemarin aku berkunjung ke rumah Papaku di London. Papa kelihatan bahagia banget dengan kehidupan barunya, terus nawarin aku untuk tinggal bersama dengan dia lagi. Tapi, aku memutuskan untuk tinggal disini. Kamu tau kenapa?"
Sarada langsung melirik arloji di tangannya & panik.
"Duh gawat, aku telat masuk kuliah! Sepertinya kebiasaan buruk aku masih belum sembuh juga! Saat ini aku adalah mahasiswa kedokteran. Kamu tau kenapa, Bolt? Aku ingin jadi dokter. Aku ingin nyembuhin orang-orang yang mengalami kejadian seperti kamu. Makanya di hari pemakaman, aku minta tolong dengan Papa kamu untuk memilihkan aku Universitas Kedokteran untukku. Dan disanalah aku kuliah sekarang!"
Flashback On
Sarada berjalan menghampiri Naruto yang sedang berbincang dengan rekan-rekannya.
"Om, Sarada ingin diskusi berdua dengan om boleh?"
Naruto menengok ke belakang dan tersenyum. "Oh, kamu Sar. Boleh kok!"
Sarada salut pada Papanya Boruto, walaupun baru ditinggal pergi putranya hari ini namun ia tetap menunjukkan wajah ramahnya dan senyumnya.
Namun, Sarada tau Om Naruto melakukan itu untuk kuat di depan Tante Hinata, Ibunya Boruto yang masih bersedih di dalam mobil.
Para rekannya pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Om, boleh Sarada minta bantuan Om?"
Naruto mengeryitkan alisnya. "Hmm kalau Om bisa bantu ya boleh. Memangnya kamu minta tolong apa?"
"Gini Om, dulu Boruto pernah ngasih tau aku kalau Om pernah masuk kuliah jurusan kedokteran dan menjadi mahasiswa terbaik. Om, boleh Sarada minta tolong pilihin Universitas Kedokteran yang terbaik?"
"Kenapa? Kamu mau kuliah jurusan kedokteran setelah lulus nanti?" tanya Naruto.
"Iya Om!"
"Kenapa kamu ingin jurusan kedokteran, Sar?"
Sarada menghela nafasnya.
"Om, setelah kejadian Boruto kemarin aku punya keinginan dalam hati aku. Aku ingin nyembuhin orang-orang yang mengalami kejadian kayak Boruto. Sarada gak mau orang-orang tersayang Sarada merasakan yang Sarada alami. Sarada ingin banyak belajar tentang segala penyakit & cara menyembuhkan penyakitnya itu. Dan sekaligus, Sarada ingin berbagi pengalaman Boruto kepada orang lain agar mereka punya semangat & perjuangan yang dimiliki Boruto untuk sembuh!"
Naruto tersenyum mendengar jawaban tulus Sarada. Ia yakin gadis ini bisa mewujudkan impiannya tersebut.
"Tapi, apa kamu serius Sarada? Kamu yakin dengan impian kamu itu? Kalau kamu serius, maka Om akan bantu carikan Universitas Kedokteran terbaik untuk kamu!"
Mata Sarada berbinar-binar dan menatap serius ke Naruto.
"Sarada serius Om!"
"Baiklah kalau gitu, tapi dengan 1 syarat dari Om!"
"Apa itu?"
"Kamu harus belajar yang keras sampai kamu lulus dan berusaha menjadi yang terbaik. Bahkan kalau bisa kamu mengganti juara umum yang dimiliki Boruto. Om & Tante akan sangat senang, kalau gelar itu akan menurun ke kamu nantinya. Om & Tante sudah menganggap kamu sebagai putri kami sendiri. Apa kamu sanggup?"
Sarada mengangguk keras dan langsung menjabat tangan Naruto.
"Iya Om, Sarada sanggup! Sarada akan tuntaskan apa yang pernah Boruto ajarkan kepada Sarada!"
"Baiklah, Om akan bantu kamu setelah kelulusan nanti!" ucap Naruto mengangguk setuju.
Flashback Off
Sarada tersenyum mengingat permintaan darinya dikabulkan Naruto.
"Bolt, aku harus pergi. Aku akan menemui kamu lagi nanti, Bolt. Dan 1 hal lagi!"
Sarada memanyunkan bibirnya.
"Kamu tau gak betapa sulitnya kuliah kedokteran? Aku mesti belajar siang malam. Beruntung sekali kamu gak ngerasain."
Sarada tertawa pelan.
"Kamu mendengar semua yang aku katakan, bukan?" tanya Sarada.
Dalam hati, Sarada merasa Boruto telah mendengarkannya. Sarada berbalik dan melangkah meninggalkan makam Boruto.
Tiba-tiba semilir angin menyentuh wajahnya. Sekuntum bunga melati melekat pada tangannya. Sarada memandangnya dengan teliti. Dan tanpa sadar, dia menghitung kelopak bunganya.
Genap!
Ya, Boruto mendengar semua ucapannya! Sarada memejamkan matanya, lalu mendongakkan kepalanya ke langit.
"Bolt, aku tau kamu selalu bersamaku dimanapun kamu berada!"
Perlahan-lahan, Sarada meninggalkan pemakaman itu sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobil kembali.
Di Universitas Kedokteran
Sarada berjalan-jalan di lorong kampus berkeliling sambil mengenali kampus barunya ini. Sementara Naruto, sedang berbicara dengan Kepala Kampus untuk mendaftarkan Sarada.
Dia tersenyum menikmati semua pemandangan itu, sampai tak sadar di depan jalannya ia menabrak seseorang. Tas orang yang ditabrak itu pun jatuh.
Sarada berbalik dan membantu orang tersebut.
"Eh sorry sorry, gua gak sengaja-"
"Duh makanya kalau jalan pake mata-"
Sarada melebarkan pupil matanya begitu melihat seseorang di depannya saat ini.
"Kamu......"
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
889 words 💖
Kamu? Kamu? Kamu? 🎼🎶
Siapa itu???
KAMU SEDANG MEMBACA
3600 DETIK [DISCONTINUED]
RomanceHighest Rank : [#5] Boruto (20.10.2020) . . . Hidup Sarada mendadak berubah ketika Papa dan Mamanya bercerai. Untuk menunjukkan kemarahannya, Sarada mengecat rambutnya menjadi merah. Kini tidak ada lagi yang mau berteman dengan Sarada. Mama mencoba...
![3600 DETIK [DISCONTINUED]](https://img.wattpad.com/cover/232718469-64-k529559.jpg)