Sarada POV
"Om Tan, apa Boruto punya saudara kembar?" tanyaku pada mereka.
Namun saat kutanya, aku lihat Om Naruto & Tante Hinata malah saling memandang satu sama lain.
Ekspresi mereka pun tak bisa kutebak.
Ada sesuatu yang mereka sembunyikankah?
"Sara, kamu ngomong apa sih sayang? Kan kamu selalu datang kesini. Kamu juga liat kan Boruto cuman punya Om & Tante di rumah ini? Sama Pak Sai juga. Boruto anak tunggal sayang." ucap tante Hinata sambil tersenyum. Namun terlihat dipaksakan menurutku.
Akupun hanya mengangguk...
Memang benar sih, selama aku ke rumah Boruto pun aku gak pernah liat dia punya saudara selain dirinya sendiri yang merupakan anak tunggal.
Tapi, apa bisa jadi ada sesuatu yang mereka sembunyikan?
Misalnya memang Boruto punya saudara kembar tapi dia gak diakui sama keluarganya sendiri???
Itu hal yang pertama terlintas di pikiranku!
Sejenak, aku ingin bertanya lagi pada mereka. Namun niat itu ku urungkan karena aku seperti terlalu mengorek kehidupan keluarga Boruto!
Padahal, aku cuman mantan tunangannya...
Yah, mantan tunangan yang ditinggal pergi selamanya bersama Sang Maha Kuasa...
"Sar, ini udah mau sore. Gimana kalau kamu di anterin pulang sama Pak Sai?" tanya Om Naruto.
"Duh om, gak usah repot-repot. Sarada bisa cari taksi di depan kok buat pulang. Sarada malah ngerasa udah ngerepotin Om yang udah ngurusin Sara dari awal sampai akhirnya bisa masuk kuliah kedokteran. Makasih banyak ya, Om." kataku menolak halus tawarannya.
"Hmm Sara, Om justru gak merasa direpotkan kok. Om & Tante malah senang karena setidaknya kehadiran kamu membuat kami merasa memiliki anak lagi." ucap Om Naruto tersenyum.
Jujur, aku terharu mendengar penuturan mereka.
Mereka selalu seperti itu, menganggapku sebagai putri mereka sendiri.
Rasanya seperti punya orangtua kedua...
"Tapi, kamu gak boleh nolak tawaran Om Naruto tadi. Lagian ini udah mau malam, anak gadis gak boleh pulang ke rumah sendirian. Biar Om Naruto panggil Pak Sai buat siapin mobil. Gak boleh protes, oke?" bujuk Tante Hinata.
Hmm yasudahlah, aku hanya bisa mengangguk jika Tante Hinata yang meminta.
Dia seperti Mama keduaku, sama-sama khawatiran...
"Kalau begitu, Tante Om, Sarada pamit pulang ya."
"Ingat ya Sar, besok kamu harus pagi datang buat OSPEK. Jangan sampai telat hari pertama!" ucap Om Naruto.
"Siap, Om! Selamat sore!" ucapku sambil salaman dengan mereka.
"Hati-hati ya, nak." kata Tante Hinata.
Aku tersenyum lagi setelah Tante Hinata memanggilku 'nak'! Lalu akupun masuk ke dalam mobil.
'Hey, Bolt. Betapa beruntungnya aku mengenal kamu lalu keluargamu juga. Aku merasa seperti punya 3 keluarga saat ini. Mama, Papa & Bunda Ino, sekarang Paman & Bibi Hinata. Sungguh aku sangat bersyukur!' kataku dalam batin tersenyum.
Kembali ke soal kembaran Boruto, apakah aku harus cari tau sendiri??
Sarada POV End
'Sarada, maaf Om & Tante belum bisa cerita ke kamu! Mungkin suatu saat kamu akan tau dengan sendirinya!' ucap Hinata dalam batin.
Di Universitas Pelita Harapan
Semua mahasiswa/wi berkumpul di lapangan dalam acara OSPEK.
Untuk pertama kalinya, Sarada bisa tepat waktu dan tidak terlambat!
Beda dulu waktu SMA, dia sering telat dan bolos!
Tapi kali ini dia berniat memang ingin mengubah semuanya. Karena dia memang sungguh-sungguh ingin mengambil jurusan yang menurut sebagian besar orang sangat sulit.
Namun, setelah kelulusan SMA dia belajar keras tentang apa saja ilmu kedokteran selama 1 tahun agar ia percaya diri saat masuk ke jurusan ini saat jenjang perkuliahan.
Sarada melihat semua mahasiswa maju ke podium depan memperkenalkan diri mereka satu per satu.
Tak terkecuali...
Hah???
Cowok itu??
Dia ada disini lagi???
"Bolt..." panggil Sarada dalam suara pelan.
Siapa dia??
"Selamat pagi, perkenalkan nama saya Sukuryū dan umur saya 19 tahun. Saya pernah sekolah di Jepang selama 3 tahun. Lalu saya pindah ke Indonesia karena mengikuti keluarga saya yang memang kelahiran Indonesia. Dan saya juga asli dari Indonesia. Terimakasih!"
Sukuryū???
"Jadi cowok mirip Bolt namanya Sukuryū! Tunggu dulu..."
"Bolt & Sukuryū bukannya hampir sama artinya ya? Kalau yang kulihat di kamus Jepang! Bagaimana mungkin ini bukan sebuah kebetulan?" tanya Sarada pelan.
"Arrghhh...ini membuatku frustasi!! Kenapa aku jadi penasaran dengan cowok itu??" teriak pelan Sarada sambil mengacak rambutnya.
Akhirnya, giliran Sarada dipanggil ke depan perkenalkan diri.
"Selamat pagi, perkenalkan nama saya Uchiha Sarada. Umur saya saat ini 19 tahun. Saya baru ambil kuliah di umur segini karena 1 tahun setelah lulus SMA, saya ambil Kursus Jurusan Kedokteran. Karena sejujurnya, saya dulu SMA ambil jurusan IPS. Dan saya ingin mendalami ilmu Kedokteran agar saya lebih percaya diri. Terimakasih!"
Dan setelah acara OSPEK selesai, para mahasiswa dibubarkan untuk segera masuk ke kelasnya masing-masing.
Sarada berjalan ke arah kanan dan Sukuryū berjalan ke arah kiri. Mereka saling bertemu, namun tak mau saling menyapa setelah kejadian kemarin.
'Sukuryū, siapa kamu sebenarnya??' tanya Sarada heran membalikkan wajahnya melihat pemuda itu dari belakang.
'Uchiha Sarada, suatu saat rasa penasaran kamu akan terjawab! Biarlah semua seperti ini dulu!' ucap Sukuryū tersenyum membalikkan wajahnya melihat gadis itu dari belakang.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
789 words 💕
Duh readers, maaf telat lagi! Sebenarnya kondisi author 2 hari ini gak fit 😷 tapi sayang kalau gak update kasian kalian pada nungguin!
Tapi maaf hari ini gak terlalu panjang dulu ya...
Oke, kira-kira Sukuryū itu siapanya Boruto hayo??? 🧐😏
KAMU SEDANG MEMBACA
3600 DETIK [DISCONTINUED]
RomanceHighest Rank : [#5] Boruto (20.10.2020) . . . Hidup Sarada mendadak berubah ketika Papa dan Mamanya bercerai. Untuk menunjukkan kemarahannya, Sarada mengecat rambutnya menjadi merah. Kini tidak ada lagi yang mau berteman dengan Sarada. Mama mencoba...
![3600 DETIK [DISCONTINUED]](https://img.wattpad.com/cover/232718469-64-k529559.jpg)