BAB 37 (finish)

1.6K 117 12
                                        

****************************************

"Karena ego itu sangat mengerikan. Dapat menghancurkan apa saja. Hidupmu, dan hidup orang lain."

****************************************





"Itu adalah dosa besar yang tidak akan ada kata pengampunan untukku. Aku tidak akan melakukan itu lagi. Selama di penjara, aku tidak pernah menemuimu karena aku akan merasa gila mengingat betapa ringannya tanganku menyiksamu. Setiap detiknya aku ingin memotong keduanya. Tapi aku masih ingin mengusap kepalamu setelah aku bebas nanti. Itu sebabnya aku menahan diri dan berganti menyiksa bagian tubuhku yang lain."

Penjelasan Amel membuat Alicia tidak dapat mengucap apa-apa. Meskipun trauma itu masih ada, tetapi Alicia punya keinginan untuk memperbaiki segalanya. Setidaknya, ia bisa merasakan hidup bersama ibu kandungnya sebelum ia mati.

"Aku akan pulang," ucap Alicia tanpa ragu.

Yang tadinya Alicia masih bingung karena harus memikirkan yang lain, sekarang Alicia sudah mantap. Hidupnya tidak bisa begini terus, ia harus melawan itu dan perlahan memperbaikinya.

Amel tercengang. "Serius? Bagaimana dengan Key?"

Alicia tersenyum. "Aku akan izin padanya. Aku akan meyakinkannya kalau aku akan baik-baik saja bersamamu. Aku mau memperbaiki semuanya."

Amel si keras kepala yang menghancurkan hidupnya sendiri mulai berkaca-kaca. Darah dagingnya hidup dengan baik bersama Key. Ia menjadi pribadi yang dewasa dan tidak mudah menyerah.

"Aku senang, Key menjadikanmu gadis tangguh dan pintar."

Alicia dan Amel sama-sama tersenyum. Tak lama meteka berpelukan. Pelukan pertama setelah belasan tahun berpisah.

Sedangkan seseorang yang sangat tidak ingin semua itu terjadi hanya bisa memegang dadanya yang terasa sakit. Namun, tidak ada yang bisa ia lakukan. Meskipun terlihat tidak adil, tetapi ia tidak punya hak untuk terus menuntun jalan Alicia.

"1 ... 2 ... 3 ... aku melepasmu Alicia," lirihnya dengan isak tangis yang tidak terdengar.

🎨🎨🎨🎨🎨🎨🎨

Mereka semua akhirnya pulang ke Paris kecuali Lucy. Bara pun ikut dengan mereka dan akan mengucapkan salam perpisahan di sana. Karena sudah waktunya ia pulang ke rumahnya. Tugas untuk menjaga Lucas sudah selesai.

Setelah sampai, Alicia segera mengemasi barang-barangnya. Ia akan ikut dengan Amel. Keano yang berhari-hari cemas menunggu mereka pulang terkejut dengan itu. Apalagi melihat sosok Amel membuatnya semakin emosi.

"MAU APA KAU KE SINI?!" pekik Keano tak suka.

Amel hanya bisa menundukkan pandangan. Merasa tidak dapat jawaban, Keano langsung menyusul Alicia ke kamarnya. Dilihatnya Alicia yang sudah hampir mengosongkan lemari pakaian.

"AKU BILANG TIDAK BOLEH PERGI!"

Keano murka. Ia memasukkan kembali baju Alicia yang sudah masuk ke dalam koper. Alicia terkejut bukan main. Ia mencoba menghentikan aksi Keano. "Keano jangan!"

Terjadilah aksi rebut-merebut antara Keano dan Alicia. Karena tenaga Keano lebih besar, alhasil Alicia terhempas kencang hingga kepalanya membentur tempat tidur.

Sakit. Alicia merasakan denyut hebat di kepalanya. Ia menjambak rambutnya dengan sangat kuat. Pandangan Alicia seketika buram. Sekelilingnya tampak tidak jelas. Seperti kaset rusak yang diputar kembali. Sedangkan Keano masih dalam egonya untuk mencegah Alicia pergi.

Healer Girl✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang