Chapter 27

9.9K 574 73
                                        

Part ini bakalan gaje.

Happy Reading.

__________________________

"Audie nggak ada dikamarnya!"

Dunia Andre terasa terhenti beberapa detik, dan kembali tersadar saat Refan menepuk pundaknya.

"Ada apa?" tanya Refan.

Andre meraup kasar wajahnya, dan mengambil jaketnya disofa, "Lo mau kemana?!" tanya Refan.

"Audie nggak ada dikamarnya!"

Refan melotot seketika, dan sedetik kemudian dia dengan tergesa gesa keluar dari ruangannya.

"Biar gue aja yang nyetir." Refan mengangguk, dan keduanya melesat menuju rumah sakit.

"Aish. Sialan! Itu mobil lelet banget sih!" geram Andre saat mobil didepannya berjalan begitu lamban.

TIN TIN!!

TINNNNNNN!!

Kesal karena mobil itu tak kunjung menambah kecepatan, Andre membuka jendela dan menyembulkan kepalanya keluar.

"WOY! LO BAWA MOBIL BISA CEPETAN GAK SIH!" teriak Andre dengan wajah yang memerah.

Sudah khawatir setengah mati, sekarang mobil didepannya membuatnya emosi setengah jiwa.

"Sialan ni mobil, gue tabrak aja sekalian!" kesal Andre, dia bersiap siap untuk menabrak mobil didepannya, namun niatnya batal karena mobil itu perlahan menyingkir dari jalan.

"Akhirnya...."

Andre bernafas lega, dan kembali melajukan mobilnya.

"Lo bawa mobil santai dong! Gue masih pengen hidup, masih pengen nikahin Audie," kesal Refan karena Andre membawa mobil seperti orang kesetanan.

"Bacot," desis Andre.

2 menit kemudian, keduanya sampai dirumah sakit.

Andre dengan tergesa gesa keluar dari mobil dan berlari menuju kamar yg Audie tempati.

"Mana Audie!?"

Satya menatap Andre. "Gue gatau, pas gue kesini, Audie udah gak ada."

"Sisi sama yang lain mana?"

"Mereka juga lagi nyari Audie," jawab Satya sambil mengusap wajahnya.

"Bangsat. Fan, lo cek CCTV." Refan mengangguk.

"Lo cari ke sekitar rumah sakit ini. Gue bakal ngecek rooftop." Satya mengangguk, dan keduanya segera keluar dari kamar pasien itu.

"Ayolah dek, jangan bikin gue khawatir!" gumam Andre sambil berjalan cepat menuju rooftop.

Saat sampai dilantai atas, Andre membuka pintu secara kasar.

"AUD-"

Wajah Andre memerah, bukan Audie yang dia lihat. Melainkan sepasang kekasih yang sibuk bercinta di rootop.

"Sialan!" umpat Andre malu bukan main.

"Maaf mbak, mbas. Silahkan dilanjut!" Buru buru Andre menutup pintu dan meraup wajahnya.

Sedangkan sepasang kekasih tadi sempat panik, karena ketauan. Namun mendengar kata 'Silahkan dilanjut' keluar dari mulut Andre, mereka melanjutkan kegiatan panas mereka. Gblk emang.

Andre juga, gd akhlak.

"Ck gue harus nyari kemana lagi," gumam Andre sambil berfikir. Tempat mana yang biasanya Audie suka.

Audie is the QueenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang