Chapter 31

8.6K 509 17
                                        

Happy Reading.

_____________________

"Dek! Buruan!"

"BENTAR!"

"Lo mau kemana?" tanya Bayu.

"Ortu," balas Andre singkat.

"Kalian mau damai?" tanya Zilla yang diangguki Andre.

"Berarti mereka bakal tinggal disini dong?" tanya Refan dengan ekspresi wajah yang tegang.

"Gatau juga, kenapa?"

"Gaada, cuma takut ga direstuin, hehe." Andre menatap malas Refan yang sedang menyengir konyol.

"Takut kenapa?" sahut Ely.

"Ya kan kemaren mansionnya gue beli, takut aja ntar bokap nyokapnya Audie murka ke gue."

"Ya lo balikin lah mansionnya ke yang punya," ucap Elang.

"Emmm, yaudah deh. Ntar gue bal-"

"Gausah."

Audie sampai di lantai bawah dan langsung memotong ucapan Refan.

"Kok gaboleh? Om Bara sama Tante Adara mau tinggal disini?" Audie menggeleng.

"Terus?"

"Nanti jg tau. Ayo, bang!"

Andre mengangguk. "Berangkat dulu ya, jaga mansion adek gue!"

"Yaelah, udah kaya mau pergi ke surga aja lo!" seru Bayu yang tak dipedulikan Andre. Sikembar berjalan keluar dan melesat ke tempat tinggal orangtua mereka sekarang.

*********

"Muka lo kaya santai banget sih, dek." Audie menatap Andre dengan alis yang terangkat sebelah.

"Rumahnya sederhana banget ya," ucap Andre saat berada dihalaman rumah Orangtua mereka yang sekarang.

Tok tok tok

"Siapa?"

Saat pintu terbuka, Adara tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Melihat kedua anaknya berdiri didepan matanya membuat dia bahagia.

Tanpa berkata, Adara memeluk erat Audie, melewati Andre yang sedari tadi merentangkan tangannya.  Sabar ya Ndre~

"Bunda kangen banget sama kamu." Audie membalas pelukan sang Bunda tanpa berkata apa apa.

"Nak?" Andre menatap Bara didepannya, Andre salim dengan Bara dan masuk kerumah dengan santainya.

"Masuk dulu ya?" tanya Adara dan diangguki Audie.

"Makasih udah mau datang kesini, maafin sikap Ayah sama Bunda yang dulu," ucap Adara setelah beberapa menit hening.

"Andre juga minta maaf," ucap Andre tulus mengingat dia pernah menodongkan pistol ke Bara.

Bara menggeleng. "Kalian gak salah, Ayah yang harusnya minta maaf pernah usir Audie dan juga bentak bentak kalian."

Andre tersenyum singkat, Orangtua dan Anak itu kini telah saling memaafkan. Namun sejak tadi Audie tidak berkata apa apa.

"Au? Kamu masih marah sama Ayah?" tanya Bara saat melihat Audie tetap diam dengan wajah tanpa ekspresinya.

Audie tersenyum tipis dan menggeleng.

"Maafin Ayah dulu ya?" Bara tetap menahan dirinya untuk tetap duduk. Sekuat tenaga menahan dirinya agar tidak memeluk Audie. Ekspresi Audie membuat dia tidak yakin jika Audie benar benar telah memaafkannya.

Audie is the QueenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang