Tertampar kenyataan

155 15 12
                                        

Hazel membuka matanya perlahan. Matanya sedikit menyipit saat terkena pantulan cahaya pagi. Hazel baru saja ingin merubah posisi nya menjadi duduk namun tertahan saat ada tangan yang melingkar di pinggangnya

Hazel menatap tangan itu dengan horror. Detik selanjutnya ia menoleh perlahan ke belakang lalu membulatkan matanya saat melihat laki-laki yang sangat ia kenal

Arsya bilang, ia akan pulang sore ini namun nyatanya malah lebih cepat. Walaupun tidak tahu pukul berapa Arsya pulang, Hazel tak peduli. Intinya Arsya nya datang dengan selamat

Hazel menggerakan tangan nya ke rambut Arsya lalu mengelus helai demi helai. Melihat wajah Arsya yang tenang membuat Hazel tersenyum. Kadar ketampanan laki-laki itu jadi meningkat. Manis dan tampan-itulah yang bisa di deskripsikan Hazel

/”/

Hazel mengunyah ketoprak yang dibeli oleh Mba Ani itu. Sambil makan-Hazel mengajak bicara Mba Ani yang duduk di bangku makan

“duh kak. Mba duduk di lantai aja deh-“ ujar Mba Ani dengan rasa tak enak pasalnya ia baru kali pertama duduk di tempat yang biasanya digunakan para majikan nya untuk makan

“santai, mba. Kan ini aku yang nyuruh” ujar Hazel
Walaupun anak majikan berbicara seperti itu tetap saja Mba Ani merasa tak enak. terlihat dari mimik di wajahnya

"Bunda kemana, mba?" Tanya Hazel

"Ikut ayah kerja," jawab Mba Ani

Hazel menyesap air putih nya

“Arsya kesini jam berapa, mba?” tanya Hazel

“jam tiga an, kak” jawab Mba Ani "mba awalnya bingung, kok jam segini udah ada yang bertamu. Mba kira tamunya ayah eh ternyata suami nya kak azel" tutur Mba Ani

Sudah dapat Hazel pastikan Arsya akan bangun pada malam hari

Atau mungkin besok. Mengingat sifat kebo nya jika kelelahan

/”/

Bunga menatap handphone nya dengan cemas. Selama perjalanan pulang, Bunga mengirmkan pesan untuk tahu kabar Arsya. Sebelum acara selesai Arsya mengeluh  pusing. Dafa menawarkan jasa menyetir namun Arsya tolak karena ia akan pulang ke Jakarta. Arsya juga minta Dafa dan yang lain untuk pindah ke mobil Randy

“Dasar bucin. Udah tahu lagi gak fit malah kekeuh ke Jakarta-“ gerutu bunga yang bermonolog sendiri di kamarnya

Bunga menghela nafasnya berat. Perasaan nya makin tak karuan-segeralah ia telepon Arsya

Setelah telepon tersambung, bunga tersenyum lega “sya. Baik-baik aja kan?”

Hening. Tidak ada sahutan dari seberang telepon membuat Bunga mengernyit “sya?”

“sya kok diam aja?”

“jangan buat orang cemas dong sya. Kamu gak tahu apa aku cemas banget. Kemarin kamu bilang kamu pusing kenapa malah kekeuh ke Jakarta? Jangan terlalu bucin jadi orang, kamu harus bisa liat kondisi-“ ucapan bunga terpotong saat suara perempuan menyahut

“udah?” suara perempuan itu terdengar sinis

“loh? Ini siapa?” tanya bunga

“calon istri Arsya Derren-“ jawab Hazel

Bunga merapatkan bibir nya. tak menyangka kalau Hazel yang mengangkat setelah Bunga berbicara panjang

“rata-rata orang good looking suka berlaku seenaknya ya” ujar Hazel

“maksudnya?”

“ya kayak lo. deketin semua cowo termasuk yang udah punya cewek” ujar Hazel dingin

After Meet YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang