Suara piring yang sesekali membentur pembatas wastafel memecah keheningan. Tangan Hana sudah terlihat cukup ahli untuk sekedar mencuci piring kotor.
Hana berbalik ke arah meja makan dan ada satu piring kotor lagi di atas meja. Piring milik seseorang yang baru saja meninggalkan rumah. Min Yoongi.
Hana diam di posisinya. Beberapa menit yang lalu Min Yoongi masih duduk disana, menyantap sarapan buatan Hana dalam diam. Begitu dingin dan menenangkan untuk dipandang. Namun saat ini pria itu sudah benar-benar pergi. Hana akan rela jika Yoongi pergi untuk beberapa hari, namun siapa sangka Yoongi akan pergi melebihi dugaan Hana? Yoongi pergi satu bulan penuh. Hal itu yang membuat Hana tak rela.
Bahkan Hana sudah merindukan Yoongi saat ini. Sungguh, sepertinya gadis itu akan tersiksa. Menikmati hari tanpa Min Yoongi sepertinya tak akan pernah terjadi. Hana tak akan bisa menikmati harinya tanpa kehadiran Min Yoongi, sekalipun Min Yoongi bersikap dingin padanya. Hana sudah tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.
Mirisnya, Hana bahkan tak bisa mengantar kepergian Yoongi ke bandara. Begitulah kehidupannya, perjalanan cinta Hana dengan seorang idol papan atas, Min Yoongi.
♡♡♡♡♡
Salah satu coffee shop yang berada di pusat kota terdengar riuh siang ini. Ada lima gadis duduk di salah satu meja di dalam coffee shop itu, salah satunya adalah Hana dan tentunya Eunsan. Memang terlihat jarang, mendadak saja mereka bosan untuk makan siang di cafetaria perusahaan seperti hari yang lalu.
Seorang pelayan laki-laki yang terlihat masih sangat muda membawa pesanan mereka bergiliran. Yang terakhir adalah 3 cangkir espresso, Hana termasuk salah satunya yang memesan jenis kopi itu.
"Uh, bahkan saat di kamerapun jerawat ini masih terlihat jelas," salah satu teman Hana terdengar protes seraya berkaca dengan kamera depan ponselnya.
"Itu biasa terjadi saat datang bulan," Eunsan menjawab, terdengar agak remeh. Beranggapan bahwa itu bukanlah hal yang serius.
"Datang bulan? Kapan terakhir aku datang bulan?" teman Hana yang lain bertanya. Sebenarnya itu diajukan untuk dirinya sendiri.
"Sepertinya sudah akan. Aku selalu ingin makan yang macam-macam jika mendekati hari itu," tambahnya.
"Kau benar," Eunsan membalas setelah meneguk americanonya.
Sedangkan Hana diam. Uap dari espresso yang dipesannya mengepul di udara. Entah apa yang sedang gadis itu pikirkan.
"Hana, bagaimana dengan kolaborasi Dae Hyeon dan Min Yoongi? Kudengar kau sudah selesai menyuntingnya?" salah satu teman Hana bertanya ketika menyadari Hana hanya diam.
"Ya, kau benar. Sudah selesai," balas Hana dengan senyuman sambil mengangkat cangkir espressonya.
"Dari semua penyunting naskah, mengapa Hyeon hanya memilih Hana? Huh, aku iri sekali," salah satu teman Hana berucap. Itu terdengar lucu, membuat Hana dan teman-temannya yang lain tertawa.
"Jangan-jangan kau dengan Hyeon...," teman Hana yang lain menggantungkan kalimatnya sambil melirik usil ke arah Hana.
Eunsan mengalihkan pandangan ke arah Hana. "Kau membuat Hana tak nyaman," sela Eunsan.
Hana malah tertawa. "Semua orang pasti berpikir begitu. Namun, itu tidak seperti yang kalian pikirkan."
Hana sudah mulai terbiasa mendengar hal semacam itu tentang dirinya dan Hyeon. Hana juga tak bisa menyalahkan pandangan mereka terhadap dirinya, karena Hyeon memang terlihat sangat mencolok jika di dekat Hana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Ex-Idol
FanfictionChoi Hana dipertemukan lagi dengan Min Yoongi. Bukan lagi dalam ikatan teman masa kecil, melainkan dalam ikatan sebuah pasangan suami istri. Di luar sana orang bilang cinta pada masa kecil hanyalah sebuah cinta monyet. Hana sempat menaruh perasaan...
