[28]

126 24 0
                                        

M4u b¡k!n k3UwU4n d! P4rt !n¡:)

.
.
.
.
.
.

Pagi itu teriakan keterkejutan yang berasal dari kamar ara sontak membuat seluruh penghuni rumah masuk kekamar ara dengan tergesa dan tak lupa raut khawatir terpampang jelas diwajah mereka.

"kenapa adek teriak?" tanya ayah, kemudian ia menghampiri ara disusul bunda dan junkyu.

Wajah ara beratakan, wajahnya memancarkan raut kesedihan dan keterkejutan menjadi satu "kenapa kalian ngga bangunin ara?!"

Mereka otomatis bingung, secara hari sabtu itu libur sekolah. Kalau lagi libur sekolah biasanya ara akan marah-marah jika dibangunkan terlalu pagi contohnya jam 6 saat ini.

"kan hari libur, dek"

"kakak lupa atau pura-pura lupa? Hari ini kata arin ada lomba antar sekolah, semua murid disuruh dateng ketempat lokasi" jelasnya. Benar, arin memberitahu ara kemarin malam ditelepon.

"kirain apaan" bunda hanya bisa menggelengkan kepala mendengar penjelasan anaknya. Yang dinilai ngga bermutu, wkwkwk.

"yaudah, ayah sama bunda keluar ya. Kalian diskusiin ini dulu" setelah ayah berucap seperti itu, lantas beliau menggandeng tangan istrinya untuk ia bawa keluar kamar.

"acaranya mulai jam setengah 8, dek. Kita bebas berangkat jam berapa, asalkan langsung ke lokasi" jelas junkyu panjang lebar.

"yaudah ayok mandi" ara kemudian menyibak selimutnya diiringi wajahnya yang ditekuk.

"hayu barengan" alis junkyu dinaik turunkan ala om-om pedofil, membuat ara mendengus melihat tingkah kakaknya. Dengan tidak berperikemanusiaan, ara menarik rambut sang kakak. Junkyu meringis merasakan rambut dan lehernya yang terasa sakit. Jangan lupa kalau dileher junkyu masih dikasi penyangga.

"d-dek, sakit loh!" ara pun melepas tarikannya saat dirasa junkyu mulai merasa kesakitan, mungkin dia suka kalo liat kakaknya kesakitan, hehe.

.
..
...

Tak dirasa waktu berjalan dengan cepat, jam 8 lebih 10 menit. Ara dan junkyu bersiap berangkat ketempat lokasi diantar oleh ayahnya.

Didepan rumah, bunda bernasehat agar junkyu dan ara berhati-hati agar lukanya tak bersentuhan atau bersenggolan dengan seseorang. Diusahakan agar menjauhi keramaian. Karena sebenarnya, bunda tak tega mengizikan putra dan putrinya keluar dengan keadaan seperti itu.

Sedangkan sang ayah tengah mengeluarkan mobilnya dari bagasi menuju depan gerbang. Setelahnya, ara dan junkyu masuk kedalam mobil tak lupa sebelum itu ia berpamitan dengan bunda.

Sepanjang perjalanan hanya diisi dengan suara radio yang menggema didalam mobil. Ketiganya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ayah menyetir, sedangkan ara dan junkyu sibuk main game.

10 menit mereka sampai lokasi perlombaan, tempatnya cukup ramai. Kebanyakan anak sekolah yang berlalu lalang dipenglihatan mereka.

Setelah berpamitan dengan ayah, junkyu dan ara keluar dari mobil.

Kepala sang ayah menyembul keluar kaca mobil kemudian berucap "nanti kalo acaranya udah selesai, telfon ayah ya! Ntar ayah jemput"

"iya" balas mereka berdua barengan.

Mereka berdua masuk kedalam saat dirasa mobil sang ayah sudah menjauh dari lokasi.

Yah, beberapa pandang mata mengarah pada keduanya. Lihat saja mereka berdua, oh, lebih tepatnya junkyu dengan alat penyangga dilehernya.

My Cold Prince || Ha Yoonbin [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang