14

975 189 12
                                        

Sudah hampir sebulan berlalu sejak Changbin mengalami masa rut. Pada tanggal seperti ini, Felix kembali bersiap-siap untuk terus berada di sisi Changbin terutama pada saat hal itu terjadi.

Seperti kesepakatan mereka tempo hari, Felix setuju untuk mendampingi Changbin saat pria itu mengurung diri ketika rut terjadi. Mereka sudah melakukan sedikit eksperimen kecil dengan menghabiskan waktu bersama seharian penuh kecuali pada saat tidur. Changbin bilang ia merasa lebih tenang dibandingkan biasa. Meskipun begitu Felix terkadang masih melihat ketidaknyamanan di wajah Changbin saat ia berada di tempat umum dengan kemungkinan adanya omega disana.

Itulah yang membuat Felix datang kembali pada Chan untuk meminta saran mengenai hal yang harus dilakukan untuk membuat Changbin terdistraksi.

Namun begitu ia datang, Chan terlihat bingung sejenak menatap Felix seolah ada yang aneh dengan dirinya. Pria itu juga mengendus udara di sekitar sang beta hingga membuatnya sedikit risih dengan penyambutan itu.

"Kenapa sih, hyung? Kok gitu banget ngendusnya," Felix memanyunkan bibir muram. Chan tertawa melihat perubahan ekspresi Felix sebelum memberi sang pemuda tepukan pelan di kepala.

"Jangan sedih, Lix. Aku cuma bingung dengan baumu," Chan menaikkan alis saat menatapnya hingga membuat Felix makin heran.

"Kenapa emangnya?"

"Baumu seperti Changbin."

Felix mendadak terdiam, lalu perlahan mengendus pakaiannya serta aroma di sekitarnya. Chan benar, ada wangi mahogani dan kopi yang menguar samar di sekitar mereka. Padahal Changbin berjarak belasan kilometer dari tempat mereka berada saat ini.

"Apa terjadi sesuatu dengan kalian?" tanya Chan yang kali ini terdengar lebih berani dibanding sebelumnya. Felix agak gelagapan saat ditanya seperti itu hingga ia bergegas menggelengkan kepala.

"Hyung! Ini nggak seperti yang kamu pikirkan," elak Felix. Namun Chan malah memberinya senyum penuh arti hingga Felix pun harus menjelaskan lebih detail.

"Kemarin aku seharian bersama Changbin hyung karena waktu rut-nya sudah dekat. Kamu tahu kan baunya akan semakin kuat saat itu. Makanya aku ke sini untuk menanyakan saranmu biar dia nggak melulu dilirik omega lain waktu berpapasan."

Chan tergelak, lalu kembali menepuk puncak kepala Felix lembut. Entah itu tawa meledek atau memang tawa spontan karena Felix yang terlihat panik, Felix tidak tahu. Yang jelas ia kembali mencebikkan bibir bawahnya hingga Chan harus membujuk Felix supaya jangan merajuk.

"Gimana? Kamu mau diskusi bagaimana menghilangkan bau badan?" seloroh Chan. Felix memutar bola mata sebelum menjitak lutut Chan agar serius.

"Sekalian gimana caranya biar aku bisa menenangkannya saat rut," tambah Felix lagi. Gelak tawa Chan akhirnya mereda, lalu ia memberi Felix senyum penuh pengertian.

"Oke. Jadi begini, Lixㅡ"

Chan menjelaskan panjang lebar soal hal-hal yang terjadi padanya di masa rut. Seperti yang pernah ia katakan, Chan memang lebih tenang ketika ada beta di dekatnya. Namun bukan berarti ia tidak akan kelabakan saat mencium bau omega yang mungkin berada di sekitar sana.

Hanya saja selama ini belum ada kejadian semacam itu yang dialami Chan. Justru sebaliknya, ia malah sering menarik para omega untuk mendekat karena baunya yang cukup kuat. Maka Chan menyarankan agar memberi Changbin scent blocker untuk menutupi baunya sehingga tidak perlu ada omega yang berseliweran di sekitarnya saat Changbin rut.

"Oh, oke. Kurasa dia mau mengonsumsi scent blocker."

"Kalau nggak diminum juga nggak masalah. Ada banyak jenis scent blocker yang bisa digunakan di tubuhnya," ujar Chan.

Under The Moonlight ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang