("Felix, bagaimana kalau kamu saja yang menjadi mate Changbin?"
"Benar. Aku dan ayah Changbin akan senang sekali kalau kamu bisa menjadi mate untuk Binnie."
"...kenapa begitu, Abeonim? Eommoni?"
"Entahlah. Kami hanya berpikir kalau kalian bisa saling melengkapi. Bisa saling melindungi. Dan sudah saatnya Binnie untuk mencari pasangan sebelum masa rut-nya bertambah buruk."
"Apa maksudnya, Abeonim?"
"Jika seorang alpha masih belum memiliki pasangan sepuluh tahun setelah rut pertamanya, bersiaplah untuk kemungkinan terburuk yang bisa menghancurkannya.")
Pembicaraan minggu lalu antara Felix dengan kedua orangtua Changbin tanpa sepengetahuan sang alpha terus terngiang dalam benaknya hingga ia tidak sadar garpunya lolos dari tangan dan terjatuh ke lantai. Chan dan Hyunjin yang saat itu sedang makan bersamanya terkejut menatap Felix yang kehilangan fokus. Pemuda itu segera meminta maaf sebelum meraih garpunya dan memanggil pelayan restoran untuk mengganti garpu.
"Kenapa, Lix? Lagi sakit?" tanya Hyunjin. Chan juga ikut menatap Felix dengan khawatir hingga ia pun menggeleng.
"Nggak, kok. Cuma lagi mikir aja tadi," tuturnya.
"Mikirin apa?" Hyunjin kembali bertanya, tetapi Chan segera memotong sebelum Felix sempat menjawab.
"Mikirin siapa maksudnya, Jinnie?"
Felix membelalakkan mata ke arah Chan sebelum menggeleng.
"Hyung ngomong apa, sih? Aku lagi nggak mikirin siapa-siapa," elaknya.
"Oh! Mikirin alpha klan sebelah, ya?" Hyunjin yang kini malah ikut-ikutan meledeknya seperti Chan langsung tergelak, "Cute banget."
"Apanya yang cute?!" Felix jadi menggerutu sendiri meskipun dalam hati ia merasa agak malu karena ketahuan.
Hei, dia bukannya naksir pada Seo Changbin. Felix memikirkan ini semata-mata karena ia tidak tega pada kedua orangtua Changbin. Berdasarkan informasi dari Tuan Seo, Changbin harus segera mating sebelum genap sepuluh tahun sejak pertama kali rut. Dan itu artinya tinggal setahun lagi waktu yang tersisa bagi Changbin sebelum kondisinya jadi memburuk.
Felix ingin sekali mendiskusikan hal ini dengan Changbin. Hanya saja ia rasa pria itu akan menyuruhnya berhenti begitu mendengar kata 'mating' terucap darinya.
"Hyung, Jinnie. Aku ingin minta saran," ujar Felix tiba-tiba. Kedua lelaki itu serentak menatap Felix dengan tatapan bertanya, "bagaimana ya caranya membujuk Changbin hyung untuk mating?"
"Mating? Dengan siapa?" tanya Hyunjin.
"Hm...denganku?"
Chan dan Hyunjin tersedak makanan dalam waktu bersamaan, membuat Felix harus menahan malu karena mereka mulai ditatap aneh oleh pengunjung restoran lainnya.
"Tapi katanya tadi nggak mikirin Changbin hyung," gerutu Hyunjin yang baru saja menenggak segelas air putih sampai habis, "kenapa tiba-tiba mikirin mau mating sama dia?"
"Jadi sebenarnya gimana, Lix? Perasaanmu sama dia udah sedalam itu sampai bersedia jadi mate-nya?" Chan ikut bertanya. Felix menghela napas, pada akhirnya memutuskan untuk menceritakan obrolannya dengan orangtua Changbin tenpo hari pada kedua temannya.
"Jadi gitu...ini semua demi menyelamatkan Bin hyung," gumam Felix. Chan dan Hyunjin hanya bisa saling berpandangan tanpa bicara sebelum memberi respon.
"Kamu tahu Changbin nggak akan suka kalau dipaksa soal ini," ucap Chan. Felix menghela napas, lalu menggumam pelan.
"Aku tahu."
"Hm, gimana kalau gini? Felix berusaha buat pedekate sama Changbin hyung jadi dia pikir Felix naksir ke dia? Jadi dengan begitu kan bisa lebih mudah membujuknya," usul Hyunjin.
"Maksudmu...aku bersikap seolah-olah suka sama Changbin hyung?" Felix menatap Hyunjin dengan kelopak mata melebar. Hyunjin mengangguk mantap.
"Kalau suka beneran juga nggak apa-apa," cengirnya.
Felix menggigit bibir bawahnya, terlihat ragu. Ia tidak tahu apa yang membuatnya berpikir bahwa cara ini akan sulit karena dirinya bukan seorang omega.
"I don't know if he wanted me or not," bisiknya.
"Lix," kali ini Chan yang berbicara, sebelah tangannya menggenggam pundak Felix, "kalau memang kamu menyukainya nanti, nggak apa-apa. Yang penting perasaanmu tulus dan bukan hanya karena permintaan orangtua Changbin."
Felix menghela napas, lalu menundukkan kepala. Ia memutuskan untuk diam dan mendengarkan ucapan Chan selanjutnya.
"Alpha itu nggak bisa lari dari takdirnya untuk memiliki pasangan. Itu salah satu cara bertahan hidup dan melindungi klan. Mungkin saat ini Changbin nggak mau mating karena dia belum menemukan orang yang tepat. Mungkin saja dia sedang menunggu ada yang menyayanginya duluan. Kamu misalnya."
Felix mengangkat wajahnya untuk menatap kedua temannya, lalu ia pun bergumam.
"Apa aku...boleh menyukainya?"
Chan dan Hyunjin hanya bisa tersenyum maklum sebelum memberi tepukan di pundak Felix.
"Tentu saja boleh. Kamu boleh menyukai siapapun yang hatimu inginkan, Lix."
Felix mengangguk sebelum memberi senyum terima kasih pada kedua temannya.
***
Ketika pengingat di ponsel Felix memberitahu bahwa masa rut Changbin akan berlangsung dalam minggu ini, ia segera menyusun rencana. Mungkin kali ini akan terdengar cukup ekstrim dibandingkan sebelumnya. Felix belum memberitahu Changbin soal strategi baru yang akan ia gunakan ini. Namun ia harap sang alpha bisa menyetujui usulannya.
"Oke, sudah."
Felix menutup kopernya lalu mengambil obat-obat emergensi untuk Changbin yang sudah ia sediakan. Pengalaman tempo hari mengajarkan Felix bahwa ia tetap harus membawa obat-obatan itu seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan.
Setelah semua barangnya siap untuk dibawa, Felix lantas meninggalkan apartemennya menuju mobil dan segera melesat ke kediaman Changbin.
Di tengah perjalanan, ia lantas menghubungi Changbin yang sepertinya saat itu baru bangun tidur.
"Hyung! Aku ke apartemenmu, ya. Dan, oh iya, aku kayaknya mau nginap di sana sampai masa rut-mu selesai. Nggak apa-apa, kan?" tuturnya.
Usul Chan dan Hyunjin waktu itu mungkin patut dicoba. Dan Felix akan berusaha sekuat tenaga melindungi Changbin dengan berbagai cara, seperti yang sudah ia janjikan pada diri sendiri sejak ia setuju untuk membantu sang alpha kala itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under The Moonlight ✓
FanfictionIn this fucked up world, Changbin doesn't want to be an alpha who live his life like a common alpha. He doesn't want to mate an omega, he just want a partner who can supress his animalistic side. That's why he chooses Felix, a beta, to be by his sid...
