3 bulan kemudian
Iya, waktu berjalan begitu cepat. Sudah 3 bulan lebih Alera dan Yoongi tinggal bersama, tidak pernah melakukan apapun. Jika kalian berfikir bahwa disetiap malamnya akan ada obrolan hangat serta suara tawa diantara keduanya sungguh itu tidak mungkin terjadi. Mereka berdua sama sama memiliki prinsip tidak peduli dengan orang lain.
Lalu kenapa keduanya tidak kunjung menikah? tentu saja kedua orang tua mereka memang memaksa mereka bertunangan, hanya saja tidak memaksa untuk menikah cepat. Orang tua Alera dan Ayah Yoongi juga masih memikirkan kepentingan anak satu satunya mereka. Mereka sengaja diberi ikatan khusus untuk saling mengenal lalu jika semuanya sudah siap. Kapanpun Yoongi meminta untuk menikahi Alera, Ayah dan calon mertua Yoongi akan siap membantu mengurus semuanya.
Tapi sayangnya orang tua mereka sama sekali tidak tahu bagaimana kehidupan kedua anaknya masing masing. Sebenarnya Alera bukan tipe orang yang irit berbicara seperti Yoongi, hanya saja hidup dilingkungan yang bisa dibilang; ditemani manusia es setiap harinya lantas itu membuat Alera juga semakin malas berbicara. Mereka tinggal 1 apartement yang dimana itu apartement Yoongi. Tidak tidur sekamar, untungnya ada 2 kamar disana. Meskipun yang satunya lebih sempit dan kurang nyaman tapi setidaknya Yoongi tidak harus tertidur terus menerus didalam studionya.
Mereka berdua benar benar sibuk dengan urusannya masing masing, Yoongi pun juga beberapa bulan yan lalu sudah menanda tangani kontrak kerja dengan sebuah agency besar di Korea. Alera sendiri memang sudah bekerja di agency yang beda dengan Yoongi di Korea sejak kepulangannya 7 hari dari Amerika. lucu memang ketika pekerjaan mereka menuntut mereka untuk seakan akan tidak saling ingin peduli dan tidak ingin berinteraksi lebih jauh lagi. Padahal memang keduanya tidak ingin melakukan itu.
Seperti saat ini, beruntung apartement Yoongi memiliki 1 ruangan kosong agar Alera bisa menaruh semua kebutuhan dan peralatan kerjanya didalam ruangan itu. Menjadikannya sebuah studio untuk dirinya bekerja, jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi dan Alera baru saja selesai mengcompose lagu. Bukan hal yang baru ketika jam tidur Alera maupun Yoongi seakan akan berbanding terbalik. Tapi Alera tidak segila Yoongi yang bisa tidak tidur semalaman hanya untuk pekerjaannya.
Entahlah tenggorokan Alera terasa begitu kering, padahal sudah 1 botol soda Alera teguk sejak tadi. Tapi nampaknya Alera membutuhkan yang lebih menyegarkan seperti; beer misalkan. Alera lantas berjalan keluar studionya dan beralih ke dapur dan mengecheck kulkas untuk mencari stock beer yang memang ia beli.
Barang kali sekaleng beer dapat mengobati penatnya Alera setelah lelah bekerja, memilih untuk membuka kalengnya disana sambil meneguk cepat. Namun lagi lagi presensi Yoongi dibalik sofa ruang tamu itu menarik perhatian Alera. Biasanya di jam segini Yoongi masih akan bermanja ria dengan pekerjaannya di studionya sendiri. Tapi kali ini Alera melihat Yoongi sedang duduk nyaman di sofa. TV pun bahkan tidak menyala. Apa Yoongi sedang tertidur disofa?
Lantas diam diam Alera berjalan pelan kearahnya, hentakan kakinya sengaja ia buat sekecil mungkin karena barang kali Yoongi tengah tertidur dan tidak ingin membangunkannya. Lera berjalan pelan sampai ke belakang sofa, menyadari bahwa Yoongi tengah belum tertidur. Yoongi hanya memandang ponselnya yang dimana itu tertera foto Hera dengan seorang wanita yang terlihat cukup berumur namun tidak terlihat tua juga. Yoongi hanya memandangnya dalam diam.
Alera sedikit terkejut lantaran, apa Yoongi benar benar belum bisa melupakan Hera? kalau memang iya Alera tidak tahu betapa sakitnya Yoongi ketika harus berpura pura bersikap seolah semuanya baik baik saja dihadapan Hera. Bahkan jika Yoongi melihat Hera dengan Jimin. Tapi mau bagaimanapun Yoongi jelas tidak akan bisa kembali lagi karena Alera pun tahu betapa sayangnya Hera pada sosok suaminya; Park Jimin itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
REGRET✅
FanfictionI still believe even though it's unbelievable: to lose your path is the way to find that path. --lost
