Annyeonghaseyo!!!
Vote and comment juseyo^^
Jangan lupa follow aku juga yaaa sayangkuuuu xixixixixi. Gamsahamnida...
"Sol kita harus kasih si aib itu pelajaran," Jaehyuk mengepalkan tangannya.
"Bukan dia." Mimik muka yang tadinya datar perlahan menunjukkan seringaian bengisnya. Hansol jelas merencanakan sesuatu yang dengan segera bisa Jaehyuk pahami apa itu rencana busuknya.
♧♧♧♧♧♧♧
"Halo?"
"Halo Lee Jaemin? Lagi nyantai aja nih kayaknya?"
"Ini siapa?" Jujur saja Jaemin merasakan ada yang aneh, perasaannya tidak enak. Sebuah nomor yang tak diketahui namanya menelpon.
"Masa sih lo ngga kenal suara gue, hm?"
"Han... Hansol?" Sempat meragu namun tak lama kemudian sangkaan Jaemin benar karena suara dari seberang mengiyakan.
"Mau apa kamu?"
"Cuma mau ngundang lo ke klub aja. Ngga bosen apa dirumah terus? Lagian ini malam minggu."
Permisi, apa katanya tadi? Mengundang ke klub malam? Cih tentu saja itu bukan gaya Jaemin. Maaf-maaf saja, Jaemin tidak akan pernah menginjakkan kakinya ke dalam sana. Tapi tak tahu nanti kalau sudah dewasa.
"Gila kamu? Maaf-maaf aja aku ngga sudi!"
Niat hati ingin mengakhiri panggilan, tapi suara dari seberang yang terlanjur masuk ke gendang telinga Jaemin membuat anak itu harus peduli.
"Terserah sih mau datang apa ngga. Yang jelas jangan sampai nyesel aja. Have a joyful Saturday night sama temen-temen cupu lo."
"Halo? Halo? Hansol?!"
Pemuda manis itu mengerang frustrasi, masih bingung mau berbuat apa setelahnya. Itu Hansol yang baru saja mengancamnya. Siapa orangnya yang tidak akan was-was setelah diancam begitu? Apalagi itu semua Jaemin yakini menyangkut Haechan dan Chenle. Tidak! Tidak boleh! Seorang pun tidak boleh menyakiti atau berulah kepada mereka berdua.
Tapi apa yang mau Jaemin lakukan? Tak mungkin dirinya keluar rumah tanpa alasan, kan? Atau tak mungkin dia minta izin mau ke klub malam ke buna dan ayahnya. Bisa-bisa Jaemin digantung didepan pintu. No! Jaemin masih ingin hidup dan menghabiskan sisa hidupnya bersama Lee Jeno nantinya.
Oh, Jaemin ingat. Dia tahu harus melakukan apa sekarang.
Menuruni tangga rumah dengan terburu-buru, Lee Jaemin sudah siap pergi dengan balutan jaket kulit berwarna hitam. Jaemin persis seperti anak motor tapi sayangnya malam itu dia tidak akan menunggangi motor. Dibuktikan dengan kunci mobil yang bertahta di genggamannya.
"Anak ayah mau kemana?" Tanya Donghae yang duduk di mini bar menunggui istrinya yang sedang khusyuk memasak sambil memainkan ponsel. Ngomong-ngomong Donghae suka mengamati istrinya yang sedang fokus memasak. Katanya Yoona berkali lipat bertambah kecantikannya.
Sudah. Lupakan tentang romansa sepasang suami istri itu dulu. Mari fokus ke Jaemin yang sudah mau beranjak pergi.
"Ehmm itu... nganu yah, mau pergi ke Junseok."
"Oh," Donghae hanya ber-oh, asalkan itu Junseok pasti diizinkan.
"Kenapa ngga disuruh kesini aja Junseoknya? Buna kangen, dia udah lama ngga kerumah."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Missing Puzzle Piece
Fanfiction"Aku akan selalu ada disampingmu. Mengiringi langkahmu seperti bayangan yang tak mungkin meninggalkan tuannya, barang sedetik." Fanfic ini terinspirasi dari dreamies dan persahabatannya yang kompak, terutama Jeno dan Jaemin. Kalau kalian mau tahu c...
