35

1K 152 26
                                    




Usai dengan sentuhan riasan terakhir, sang penata rias membungkuk kemudian meninggalkan Taeyong sendiri di hadapan cermin. Mata Taeyong yang sedari tadi terpejam perlahan terbuka.



Dia melihat pantulan diri, mencermati setiap detail dengan pasti. Nampak sempurna, seperti biasanya. Taeyong meraih ponsel, beberapa minggu tak bertemu Jisoo membuatnya mudah menjadi bosan dan tak sabaran.



Taeyong yang sudah selesai dirias kini berpindah duduk ke sofa yang berada di pojok ruangan. Ia naik ke sofa tanpa menggunakan alas kaki. Dilihatnya kembali ruang pesan dirinya bersama Jisoo. Ternyata sudah lama sekali. Taeyong ingin memulai percakapan, namun ia tahu Jisoo tak akan membalas dengan cepat lagi.



Waktu luang yang hanya dimiliki beberapa menit ia manfaatkan untuk memutar musik menggunakan airpod. Seperti biasa, karena bosan ia beralih ke YouTube untuk melihat-lihat video dari penampilannya.



Selang satu video yang sudah terputar, Taeyong malah menggelengkan kepala. Dia nampak sedang tak ingin serius, lebih tepatnya sedang tak ingin memikirkan evaluasi untuk dirinya sendiri nanti.



Ibu jarinya beralih ke search bar dan mengetikkan sesuatu di sana. Taeyong terlalu fokus hingga tak sadar dengan seseorang yang sudah terduduk di samping.



"Beul laek ping keu... As If It's Your Last." Begitu mendengar orang tersebut mengeja dengan bisikan di dekatnya, Taeyong terlonjak kaget.



"Oiiiiiiii!!!! Hyung... sedang merindukan seseorang, huh?" Mark, pria berparas tampan dengan sikap berlebihannya itu kini tengah menggoda Taeyong.



"Kau hampir saja membuat jantungku copot." Mark terkekeh, sementara Taeyong meneruskan acara menontonnya. Mark masih ada di sana, menilik ekspresi Taeyong yang sangat lucu ketika malu.



"Tidak usah malu-malu seperti itu. Noona juga pasti merindukanmu." Sahut Mark ketika Taeyong yang tiba-tiba memudarkan senyum ketika tengah menonton video dari grup Jisoo.



"Ck, tau apa kau." Sahut Taeyong tanpa melihat Mark yang diselingi dengan kekehan.



"Eh benar kok! Noona sendiri yang bicara padaku." Perhatian Taeyong kini berhasil teralih.



"Hahaha bercanda kok. Hyung tahu sendiri aku jarang memainkan ponsel." Taeyong mendelik, kembali memutar video yang belum usai ia tonton.



"Entah mengapa aku ingin mencoba koreonya." Sahut Taeyong pelan, namun bisa terdengar oleh Mark.



"What? Kau bersungguh-sungguh? Hyung, kenapa kau tiba-tiba sekali sih?" Taeyong tak menjawab, dia hanya berekspresi menyebalkan lagi, ekspresi mengejek yang pernah dilihat Mark ketika ia beradu argumen dengan Doyoung.



"Belajar saja dengan Donghyuck. Dia pasti hafal koreonya." Kini Taeyong berdecih, melihat Mark dengan tatapan seperti ingin berkata 'Yang benar saja?! Aku bisa sendiri kok!"



"Hyung pasti ingat saat dulu di Weekly Idol, Donghyuck memang mahir menarikan berbagai lagu dari kalangan girl grup." Tentu saja Taeyong ingat dengan itu. Ia kembali menjadi kesal. Pasalnya, Taeyong saat itu ingin maju untuk ikut menari juga. Namun Taeyong belum terlalu hafal, tapi Taeyong bisa saja berimprovisasi. Karena ia suka mendengar lagu ini, lagu yang saat itu bisa membuat hatinya jatuh kepada Jisoo.



"Aku juga bisa." Gumam Taeyong, lebih terdengar seperti menggerutu.



"Oh? Hyung baru selesai?" Tanya Mark pada seseorang yang baru datang. Taeyong langsung menghentikan aktivitas menontonnya dan beralih pada obrolan Mark dengan Baekhyun.



Possessive Jack FrostTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang