Seorang lelaki dewasa tengah duduk di bangku taman sembari menyeruput kopi hitam ditangan nya.tengah malam seperti ini udara nya sangat dingin.
ia hanya memakai jaket hitam dan celana jeans panjang berwarna hitam dipadukan topi hitam yang menjadi ciri khasnya.dingin begitu menusuk sampai ke tulang,namun pria itu seperti tidak memperdulikan keadaannya.bahkan kulit putih nya semakin pucat dan memerah karena dingin.
hampir seharian ia bergelut dengan Jimin dan menyelesaikannya setelah Jimin benar-benar tidak sadarkan diri.ia merutuki perbuatannya yang telah membuat Jimin menjadi sakit.
Ya, laki-laki berpakaian serba hitam itu adalah Yoongi.
Yoongi menghubungi Seokjin dan meminta Seokjin untuk merawat Jimin sampai sembuh.awalnya Seokjin menolak karena perbuatan kurang ajar Yoongi kemarin.namun sifat tulus Yoongi untuk Jimin kali ini membuat Seokjin luluh.
'tap'
Seseorang duduk disamping nya dan ikut menatap langit kelam tanpa bintang.
"Apa yang kau pandang diatas sana?"orang itu mengeratkan mantel tebal berwarna coklat miliknya.sesekali ia hembus telapak tangannya dengan nafas hangat nya.
Yang ditanya hanya diam.tidak sedikitpun tertarik pada orang disampingnya.
"Ingat perjanjian kita kan?"orang itu menatap Yoongi tajam.wajah imut nya tersamarkan oleh aura dominan yang kuat.
Yoongi membalas tatapan namja bermantel coklat disamping nya.ia menghembuskan nafasnya kuat.
"Teruslah sakiti Jimin,maka Jimin akan berpaling darimu dan aku siap untuk menjadi pelindungnya dari bajingan brengsek sepertimu"seakan lelaki bergigi kelinci itu tak gentar dengan perubahan ekspresi Yoongi yang mulai menampilkan aura kebencian.
"Selama Jimin masih bersamaku jangan harap kau bisa merebutnya dariku"Yoongi menggeram marah.ia berdiri dari duduknya.tidak Sudi berlama-lama duduk disamping lelaki menyebalkan yang hanya menampilkan senyum palsunya.
"Semoga berhasil dengan ego mu itu min"lelaki itu terkekeh dengan menyebut nama marga milik Yoongi.kemudian ia pergi meninggalkan Yoongi yang tetap berdiri dan meremas tangannya kuat sampai telapak tangannya memutih.
Benar-benar tidak sopan.bahkan Yoongi lebih tua dari laki-laki sialan itu.pria yang terlihat polos dari luar namun tidak di dalamnya.
Yoongi mulai meninggalkan taman,ingin cepat-cepat sampai ke rumah.ia ingin mengetahui keadaan Jimin . Jimin sangat lemah dan rentan di fisiknya,begitu juga dengan hatinya.entah apa yang akan terjadi jika ia sampai berpaling darinya.membayangkannya saja ia tidak sanggup.
Yoongi membuka password apartemennya,kemudian ia masuk kedalam hendak membuka lebih lebar pintu kamar yang tidak terlalu rapat tertutup.sampai tiba-tiba sebuah tangan menghentikan perbuatannya.
"Dia sedang istirahat"laki-laki yang lebih tua darinya berucap dingin tanpa ekspresi.
"Aku hanya ingin melihat nya"Yoongi berucap tenang saat dirasakannya cengkraman Seokjin semakin kuat ditangannya.Seokjin terkekeh meremehkan.bahkan wajah tulus yang selalu terpatri diwajahnya hilang entah kemana.
"Melihatnya lalu menyetubuhinya eh?"Seokjin menyeringai menang saat dilihatnya raut wajah Yoongi menegang karena marah.
"Jaga ucapan mu,aku hanya khawatir"
"Khawatir?"
Seokjin menyela ucapan yoongi cepat.
"Kau tidak peduli Yoon,sadarlah dengan ego mu itu"seokjin menekan kan setiap kata yang terucap darinya untuk Yoongi. Yoongi tak mendengarkan peringatan yang di ucapkan oleh Seokjin.ia tetap membuka pintu kamar Jimin dan menghentak kuat tangan Seokjin yang mencoba untuk menghalangi nya.
dengan santai ia melangkah melewati Seokjin yang semakin geram akan tingkah Yoongi yang amat sangat menyebalkan.
Yoongi duduk di ranjang Jimin.ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening Jimin dan mengecupnya lembut.ia juga memberikan kecupan di setiap inci wajah Jimin.
"Mimpi indah Chim"Yoongi mengecup bibir Jimin singkat dan tersenyum.Jimin melenguh saat tidurnya seperti terganggu.
Yoongi beranjak dari duduknya dan meninggalkan Jimin di kamarnya.ia berhenti tepat didepan Seokjin.
"Kau boleh pulang,tidak perlu datang lagi besok"Yoongi berucap datar seperti biasa.
"Tidak sopan sekali.kau pikir aku pembantumu"Seokjin membereskan alat medisnya kemudian ia pergi meninggal kan Yoongi sendirian.
KAMU SEDANG MEMBACA
"DARK NIGHT"(END)
Teen FictionSesuatu yang hangat dan basah menempel diujung bibirnya,membersihkan sedikit noda darah disana,sesekali bibir tipis itu mengecup ujung bibir Jimin. "Jangan membantah ucapanku lagi ne,aku tidak suka kau terluka karena sikapmu sendiri" Warning🔞 boy x...
