MvsD : 43

6.4K 824 346
                                        

Chan present
©taetae_t

•Me Vs Daddy!🔥•
.
.
.
.

Cepet kan bar up nya Behahahaha.
Komen jebol baru next chap.

.
.
.
.
.

Misuh-misuh sendiri, bolak-balik kamar mandi, goyang tiktok, guling-guling kasur. Kira-kira apalagi yang bisa Jungkook lakuin? Dia berasa jadi rapunzel yang dikurung sama setan.

"Temenin gue ngomong kek." Jungkook ini emang udah dasarnya bego. Celengan babi mana bisa ngomong miskah.

Masih bosen sampe pintu nya diketok.

"Elsah, du yu wana build a sno men." Dari suara sama liriknya udah ketauan kalo yang ngetok orang goblok.

"Go away item!" Jungkook teriak dari dalem.

"Ok bye." Item alias Mingyu kedengeran sedih. Tapi gaberapa lama tu orang malah nongol dari balik pintu yang dia buka.

"Kok lo bisa masuk? kan gue belum bukain." Jungkook nanya heran.

"Lo kan dikunciin dari luar miskah. Kalo goblok jangan keterlaluan zeyenk." Habis kunci lagi pintunya dari dalem, Mingyu rebahan di kasur.

"Kok lo bisa kesini tem?" Jungkook nanya sambil posisiin diri rebahan di atas kasur sebelahnya Mingyu. Kaki dia di taruh atas muka si Kiming buat yang digituin kesel trus gigit kaki Jungkook.

"SAKIT TOL!"

Jungkook usap-usap kakinya yang kena gigit Mingyu. Dalem hati misuh-misuh karena takut rabies. Mingyu kan belum pernah divaksin.

"Mampus."

Abaiin kejadian barusan, Jungkook balik lagi nanya Mingyu sama pertanyaan tadi. Tapi si item ngacangin Jungkook. Kan hurt.

"Weh bangsatE! gue nanya goblok!" Jungkook geplak jidat Mingyu. Buat yang di geplak ngaduh.

"Yang bilang lo nyinden siapa jal?! gue nyampe sini juga gatau kenapa anying. Papa gue seenak jidatnya aja bawa-bawa gue kesini. Puas?!" Mingyu ngegas karena gedeg. Dia lagi badmood tapi temen dakjalnya malah banyak tingkah.

"Kok kita bisa samaan ya?" Jungkook nanya lagi. Tapi kali ini Mingyu nanggepin nya baik. Karena dia juga bingung kenapa bisa samaan gini.

"Eh iya. Gue begitu nyampe sini disuruh ke kamar ini. Katanya ada lo." Mingyu memberi tai.

^typo, memBERITAi.

"Gue penasaran. Gimana kalo kita cek keluar?" Jungkook ini emang dasarnya pembangkang. Makanya gini.

"Gak ah. Gue kan penurut dan baik hati. Tapi kalo lo maksa yaudah gas!" Mingyu semangat jawabnya. Bahkan kawan babon Jungkook itu udah bangun dari posisi rebahannya.

Jungkook cuma pasang muka gini -_- karena gedeg. Orang dia gak ada maksa tapi- dahlah.

Mereka berdua akhirnya jalan ngedeket ke pintu. Jungkook bahkan ragu-ragu mau buka pintu kamar ini. Otak dia bilang kalo daddy-nya gak mungkin nyuruh dia tetep disini tanpa alasan.

Pas Jungkook baru aja mau puter kuncinya, Mingyu pegang tangan Jungkook. Mereka tatap-tatapan trus cinlok. Nikah trus Marni tersakiti. Akhirnya Marni ketemu Marno. Tamat.

TIT-

Jungkook tatap Mingyu tajem. Tapi si Kiming malah taruh telunjuk depan bibir tanda suruh Jungkook diem. Jungkook nurut. Mingyu ngarahin Jungkook biar ikutin dia nengok ke jendela besar yang kepasang di sisi kamar.

"Lo liat disana." Mingyu nunjuk pohon besar disana.

Tempat mereka sekarang emang gak di tengah kota. Bahkan Jungkook sama Mingyu juga bingung ini tempat dimana. Pokoknya di sebelah kanan-kiri-belakang isinya cuma pohon-pohonan.

"Apaan?" Jungkook nanya bisik-bisik, ikutin suara Mingyu yang juga bisik-bisik.

"Ada orang pake baju item disana." Mingyu tunjuk lagi tempat dimana dia liat orang misterius itu.

"Eh iya liat." Jungkook rada keras ngomongnya karena kesenengan.

"Diem goblok." Buat Mingyu bekep mulut tu orang.

Tapi sebenernya gapapa mereka mau ngomong normal. Karena mereka lagi ada di lantai paling tinggi gedung ini dan ditambah ruangnya dirancang kedap suara.

Balik lagi sama Mingyu-Jungkook yang masih pantau tu orang. Makin mencurigakan karena bawa-bawa pistol panjang yang mereka gatau namanya. Masih gitu sampai mereka liat ada ledakan besar di tempat orang itu berdiri.

"Fiks mampus." Jungkook ngomong ditengah-tengah kagetnya.

Mingyu cuma bengong. Mulutnya nganga lebar.

Pohon-pohon disana terbakar. Tapi anehnya gedung ini sama sekali gak kenapa-kenapa. Padalah ledakannya pasti ngenain lantai gedung bagian bawah.

"G-gue masih idup?" Mingyu nanya. Jungkook geleng-geleng tanda gatau.

"Kita masih manusia kan?" Jungkook nanya. Sekarang Mingyu yang geleng-geleng tanda gatau.

Mereka diem sesaat sebelum saling pelukan karena takut. Ternyata masih sama-sama nyentuh. Disaat yang samaan kerumunan orang baju item mulai ngedeket ke gedung. Jungkook-Mingyu jadi fokus liat kearah jendela lagi.

Mereka berdua sama-sama gak ngerti keadaan sekarang. Bingung ini kenapa. Tapi yang pasti diluar lagi genting.

Kerumunan orang pake baju item mulai nembak kearah gedung. Tembakannya juga random bahkan ada yang nyampe jendela tempat Mingyu sama Jungkook. Buat mereka berdua mundur. Syukurnya kacanya gak bisa ketembus peluru. Sampe akhirnya salah satu dari kerumunan baju Mingyu- maksudnya item lemparin sesuatu kearah gedung.

Jungkook bisa liat ada api tinggi waktu benda yang dilempar nyetuh tembok gedung. Mingyu-Jungkook panik. Ngerasa kalo hidup mereka gak akan lama lagi.

Tapi ternyata gak ada efek sama sekali ke gedung tempat mereka sekarang. Buat mereka bingung setengah idup.

Sampe mungkin sejam berlalu dan gedung mereka masih di pantau sama kerumunan orang-orang tadi. Sampe akhirnya ada mobil yang dengan sukarela di kasi akses masuk sama mereka.

"Pemimpinnya?" Mingyu sama Jungkook nanya samaan. Cie jodoh. /plak

Orang dalem mobil itu keluar. Jungkook bisa liat kalo dia babak belur dan luka sana-sini. Bahkan jalannya pincang.

"Tatapan gue bisa buat dia kayak gitu ternyata." Emang item gatau situasi dan kondisi. Bisa-bisanya masih ngayal.

Galama ada mobil lain yang dateng. Bedanya berlawanan arah dan diikutin banyak mobil lainnya. Jungkook sama Mingyu dibuat kaget waktu liat siapa orang yang keluar dari dalem mobil yang barusan dateng.

Karena ternyata orang yang keluar darisana itu, setan alias bapaknya Jungkook aliasnya lagi Kim Taehyung diikutin om Jimin sama papa cerdas yang terkadang goblok alias Kim Namjoon.

TBC
Ayo bar semangat jebolin kolom komentarnya bye"~

Me Vs Daddy! [BTS Family]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang