obrolan meja makan

3K 338 46
                                        

"Assalamualaikum, Buuuuunnnn Ale pulang nih!" gua ngetok pintu dengan ga sabar, sedari tadi gua beneran ga bisa nahan senyum, akhirnya berhasil juga nyulik Lia buat dibawa pulang, yesssss!

Nah, sekarang Lia di mana? Ada tuh, masih di mobil, mau touch up sedikit katanya, padahal dia kan udah cantik terus.

"Ntar dulu dong Baal, tungguin" katanya tadi sebelum gua tinggalin turun dari mobil.

"Apa lagi, Sayang? Mau ngulang adegan di halaman rumah kamu?" Lia terdiam, lalu mencubit lenganku, telat nyadar dia adegan apa yang gua maksud, hahahahaha

"Untung makeup tebel yang tadi udah dihapus, tapi sekarang mukaku jadi kayak baru bangun tidur" Lia masih terus merepet sambil mulai sibuk mengaduk-aduk pouch makeup-nya.

"Udah gitu aja, cantik kok, kamu tidur mangap aja aku masih sayang" Lia menghentikan gerakan tangannya yang sedang menyapukan blush on, lalu menatap gua penuh selidik.

"Emang aku pernah ketiduran trus mangap?"

Gua ngakak, lalu meninggalkannya tanpa memberi jawaban.

Cklekkk

"Waalaikumsalaaaamm, sabar dong Dek, Bunda kan lagi masak di belakang"

Gua cium tangan Bunda.

"Mana Sasha? Katanya ikut pulang?"

"Ada, bentar lagi juga turun, mau dandan dulu katanya, biar calon mertuanya makin sayang" gua nyengir sambil buka sepatu, dengan sudut mata, gua liat Lia udah turun dari mobil dan mendekat ke gua dan Bunda, mukanya lucu banget, keliatan kalo nervous dia, hahahaha.

"Nah, itu dia" kata Bunda.

"Assalamualaikum, Bunda, apa kabar?"

"Waalaikumsalammmm, wah, Sasha makin cantik ya? Bunda baik, Sasha apa kabar? Mama sehat?" keduanya otomatis berpelukan setelah Lia mencium tangan Bunda.

"Baik semua Bun, alhamdulillah" Lia, masih dengan senyumnya yang manis tapi canggung.

"Yaudah, yuk masuk, pada laper kan pasti, Bunda udah masak, bentar lagi beres. Dek, anter Sasha istirahat dulu ke kamar tamu ya" Bunda mendahului gua dan Sasha masuk, dan langsung balik ke dapur.

Gua iseng bisikin Lia, "Ga usah ke kamar tamu, Ya, yuk ke kamarku aja" yang dibalas dengan muka galak, gemes! Hahahaha

---------------------------

"Ayo, makan yang banyak ya"  Bunda, dengan telaten mengisi penuh sebuah piring untuk Iqbaal, kami bertiga duduk mengelilingi meja makan, masakan Bundanya Iqbaal keliatan enak banget.

"Sasha mau diambilin juga?"

"Eh, ga kok Bun, udah ini Sasha bisa ambil sendiri" kataku sambil kikuk, setengah berdiri dari kursiku untuk meraih mangkuk berisi nasi yang ada di tengah meja yang lumayan susah kuraih dari tempatku duduk. Karena gugup, siku tanganku menyenggol gelas berisi air putih, dan menumpahkannya di meja, untung ga pecah, perfect, Sha, perfect. Mukaku pasti merah banget sekarang.

Tringggggg

"Aduh, eh, maaf Bunda, ga sengaja" Iqbaal dengan sigap mengembalikan gelas tadi ke tempat semula, meskipun isinya ga terselamatkan, tumpah sampai ke lantai.

Bunda malah ketawa, Iqbaal cengar-cengir, seneng dia liat aku nervous begini.

"Hahahahaha, udah, biarin, sini Sasha pindah duduknya, situ basah, nanti biar Mbak yang beresin, kita lanjut makan dulu. Dek, udah dong senyum-senyumnya, kasian tuh Sasha" Bunda menegur putra kesayangannya dengan mimik wajah yang lucu.

Melbourne ApartmentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang